Ketahui Tentang Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan Cara Pengobatannya

|

Obstructive Sleep Apnea merupakan kondisi dimana seseorang mengalami gangguan pernapasan ketika tidur. Simak informasi mengenai Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan cara pengobatannya.

|

https://www.pulmonologyadvisor..com

Apa itu Obstructive Sleep Apnea (OSA)?

Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan yang terjadi pada pernapasan ketika sedang tidur. Gejala OSA ditandai dengan napas berhenti sesaar baik secara total maupun parsial yang disebabkan oleh adanya obstruksi jalan napas.

Keadaan tersebut dapat mengakibatkan pengidapnya mengalami kekurangan oksigen dan berkali-kali terjaga, juga terbangun karena merasa tercekik.

Faktor Risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya OSA, yaitu :

  • Adanya distribusi lemak di perut
  • Pengaruh jenis kelamin, biasanya sering dialami oleh laki-laki.
  • Pengaruh umur, risiko mengalami OSA akan semakin besar seiring bertambahnya umur.
  • Post menopause.
  • Pecandu alkohol.
  • Pengguna obat-obat penenang.
  • Tidur dalam posisi telentang.

Penyebab Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Obstructive sleep apnea terjadi apabila otot yang berada di belakang tenggorokan terlalu rileks. Hal itu membuat jalan napas akan menyempit atau menutup. Ketika mengalami pemblokiran udara sebagian atau sepenuhnya, kadar oksigen dalam darah otomatis akan mengalami penurunan. Hal itu karena napas berhenti dalam waktu sekitar 10-20 detik.

Kekurangan oksigen dapat menyebabkan otak seseorang menjadi panik sehingga membangunkan tubuh untuk bernapas kembali.

Gejala Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Biasanya pengidap OSA mengalami beberapa gejala sebagai berikut:

  • Ketika terbangun mulut terasa kering
  • Terganggunya konsentrasi
  • Depresi
  • Hipertensi
  • Penurunan daya ingat
  • Mengantuk
  • Perubahan kepribadian
  • Sering sakit kepala di siang hari

Diagnosis Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Ketika mendiagnosis pasien yang mengalami OSA, dokter biasanya menanyakan keluhan-keluhan sering dirasakan ketika tidur, bagaimana pola tidurnya, dan beberapa terkait gejala seperti yang disebutkan sebelumnya.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan kepada pasangan pasien mengenai dengkuran yang sering dialami oleh pasien. Dokter juga melakukan pemeriksaan fisik terkait dengan faktor risiko OSA. Dalam mendiagnosis OSA, akan digunakan polisomnografi (PSG).

Polisomnografi (PSG) merupakan pengujian diagnostik yang dilakukan untuk memeriksa gangguan tidur yang dilakukan pada malam hari. Pemeriksaan PSG dilakukan pada laboratorium tidur yang telah dirancang sedemikian rupa.

Komponen pada pemeriksaan PSG meliputi beberapa hal yang bertujuan untuk menghitung berapa total jumlah apnea ditambah dengan hypopnea tiap jamnya selama tidur.

Komplikasi Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Obstructive Sleep Apnea dapat menyebabkan komplikasi dan dianggap sebagai kondisi medis yang serius . berikut ini adalah komplikasi OSA:

  • Merasa kelelahan di siang hari.
  • Mengalami masalah kardiovaskular.
  • Mengalami komplikasi dari obat-obatan dan pembedahan.
  • Permasalahan pada mata.
  • Pasangan menjadi kurang tidur.

Pengobatan Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan cara pengobatannya dapat dilakukan menggunakan terapi bedah maupun non bedah. Continuous positive pressure (CPAP) merupakan terapi bedah yang paling efektif dalam menurunkan gejala mendengkur.

Kelemahan dari terapi CPAP yaitu adanya rasa tidak nyaman ketika digunakan karena hembusan udara bertekanan maupun akibat masker yang digunakan. Kelemahan lain yaitu adanya efek samping seperti sakit kepala, claustrophobia, rhinitis, iritasi wajah dan hidung, serta aerofagia.

Terdapat juga jenis terapi lain selain CPAP yaitu Bi-level PAPA. Terapi tersebut dapat membantu mengalirkan tekanan ketika pasien menarik napas dan saat menghembuskan napas. Perbedaannya yaitu pengidap bernapas dengan spontan.

Kelebihan dari terapi Bi-level PAPA yaitu dapat mengurangi kerja pernapasan. Namun penggunaan terapi ini tidak dianjurkan sebagai terapi awal pengobatan OSA.

Apabila terapi non bedah tidak memberikan hasil yang efektif, maka terapi bedah dapat dipertimbangkan. Untuk mengobati OSA dapat dilakukan terapi bedah, antara lain penanaman generator impuls kecil, operasi stimulasi jalan nafas atas, pengangkatan jaringan, operasi rahang, dan implan.

|

Syaf Unica Indonesia menjual Nesco CPAP RVC820 dalam mengatasi OSA. Nesco CPAP RVC820 merupakan alat yang dikhususkan dalam mengatasi OSA. Untuk mendapatkan alat ini, Anda dapat membelinya dengan klik di sini https://syaf.co.id/product/nesco-cpap-rvc820-untuk-mengatasi-obstructive-sleep-apnea-osa-dan-juga-sindrom-hipoksemia/.

Itulah informasi mengenai Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan cara pengobatannya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

 

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi