Ketahui Evaluasi Hasil Urinalisis

|

Urinalisis adalah tes urin Anda. Ini digunakan untuk mendeteksi dan mengelola berbagai gangguan, seperti infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dan diabetes.

|

https://www.babycenter.com/

Alasan melakukan urinalisis

Urinalisis adalah tes umum yang dilakukan karena beberapa alasan:

Untuk memeriksa kesehatan secara keseluruhan

Sebuah urinalisis mungkin menjadi bagian dari pemeriksaan medis rutin, pemeriksaan kehamilan, atau persiapan pra-operasi. Selain itu juga untuk menyaring berbagai gangguan, seperti diabetes, penyakit ginjal atau penyakit hati, saat Anda dirawat di rumah sakit.

Untuk mendiagnosis suatu kondisi medis

Urinalisis mungkin dilakukan jika mengalami sakit perut, sakit punggung, buang air kecil sering atau menyakitkan, darah dalam urin, atau masalah kencing lainnya. Urinalisis dapat membantu mendiagnosis penyebab tanda dan gejala tersebut.

Untuk memantau kondisi medis

Jika seseorang telah didiagnosis dengan kondisi medis, seperti penyakit ginjal atau infeksi saluran kemih, dokter mungkin menyarankan tes urin secara teratur untuk memantau kondisi dan pengobatan.

Tes lain, seperti tes kehamilan dan skrining obat, mungkin bergantung pada sampel urin, tetapi tes ini mencari zat yang tidak termasuk dalam urinalisis biasa.

Hasil urinalisis

Evaluasi hasil urinalisis dapat dilakukan dalam tiga cara, pemeriksaan visual, tes dipstick, dan pemeriksaan mikroskopis.

Ujian visual

Petugas laboratorium memeriksa penampilan urin. Urine biasanya jernih. Kekeruhan atau bau yang tidak biasa dapat mengindikasikan masalah, seperti infeksi. Protein dalam urin bisa membuatnya tampak berbusa.

Darah dalam urin bisa membuatnya terlihat merah atau coklat. Warna urin dapat dipengaruhi oleh apa yang baru saja dimakan atau obat-obatan tertentu yang dikonsumsi.

Tes dipstick

Dipstick (plastik tipis dengan potongan bahan kimia di atasnya) ditempatkan di urin. Strip kimia berubah warna jika ada zat tertentu atau jika levelnya di atas level tipikal. Tes dipstick digunakan untuk memeriksa:

– Keasaman (pH)

Tingkat pH menunjukkan jumlah asam dalam urin. Tingkat pH mungkin menunjukkan gangguan ginjal atau saluran kemih.

– Konsentrasi

Ukuran konsentrasi menunjukkan seberapa terkonsentrasi partikel dalam urin. Konsentrasi yang lebih tinggi dari normal seringkali merupakan akibat dari tidak minum cukup cairan.

– Protein

Rendahnya tingkat protein dalam urin adalah tipikal. Peningkatan kecil protein dalam urin biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi jumlah yang lebih besar mungkin mengindikasikan masalah ginjal.

– Gula

Jumlah gula (glukosa) dalam urin biasanya terlalu rendah untuk dideteksi. Setiap deteksi gula pada tes ini biasanya memerlukan tes lanjutan untuk diabetes.

– Keton

Seperti halnya gula, jumlah keton yang terdeteksi dalam urin bisa menjadi tanda diabetes dan memerlukan pengujian lanjutan.

– Bilirubin

Bilirubin adalah produk pemecahan sel darah merah. Bilirubin biasanya dibawa dalam darah dan masuk ke hati, lalu dikeluarkan dan menjadi bagian dari empedu. Bilirubin dalam urin mungkin menunjukkan kerusakan hati atau penyakit.

– Bukti infeksi

Baik nitrit atau leukosit esterase, produk sel darah putih dalam urin mungkin mengindikasikan infeksi saluran kemih.

– Darah

Darah dalam urin membutuhkan pengujian tambahan. Itu bisa menjadi tanda kerusakan ginjal, batu ginjal atau kandung kemih, infeksi, kanker ginjal atau kandung kemih, atau kelainan darah.

Pemeriksaan mikroskopis

Kadang-kadang dilakukan sebagai bagian dari evaluasi hasil urinalisis, tes ini melibatkan melihat tetesan urin pekat di bawah mikroskop. Jika salah satu level berikut ini di atas rata-rata, seseorang mungkin memerlukan lebih banyak tes.

  • Sel darah putih (leukosit),  merupakan tanda infeksi.
  • Sel darah merah (eritrosit), merupakan tanda penyakit ginjal, kelainan darah, atau kondisi medis lain yang mendasarinya, seperti kanker kandung kemih.
  • Bakteri, ragi atau parasit, dapat mengindikasikan adanya infeksi.
  • Gips ( berbentuk tabung), bisa menjadi akibat dari gangguan ginjal.
  • Kristal yang terbentuk dari bahan kimia dalam urin mungkin merupakan tanda batu ginjal.

Urinalisis saja biasanya tidak memberikan diagnosis yang pasti. Tergantung pada alasan dokter merekomendasikan tes ini, pasien mungkin perlu tindak lanjut untuk hasil yang tidak biasa. Evaluasi hasil urinalisis dengan tes lain dapat membantu dokter menentukan langkah selanjutnya.

Semoga informasi mengenai evaluasi hasil urinalisis bisa bermanfaat. Dapatkan Urine Analyzer Urit-50 hanya di Syaf.

Website || Syaf.co.id

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi