Dissolution Tester merupakan perangkat yang digunakan untuk karakterisasi sifat peleburan dari obat aktif. Agar dapat menggunakan Dissolution Tester, Anda perlu mengetahui bagian-bagian dari Dissolution Tester. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

https://www.directindustry.com/
Bagian-bagian dari Dissolution Tester
Sebelum mengoperasikan Dissolution Tester, Anda perlu mengenali terlebih dahulu alatnya. Berikut ini adalah bagian-bagian dari Dissolution Tester yang perlu Anda ketahui :
Panel controller
Panel controller merupakan bagian Dissolution Tester yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran, temperatur atau suhu dari bath vessel, dan juga lama proses pengadukan. Biasanya pada Dissolution Tester memiliki bentuk panel controller yang berbeda-beda.
Batang Pengaduk
Batang pengaduk atau yang disebut juga dengan dissolution drive shaft memiliki fungsi dasar sebagai konektor antara motor dan dayung atau basket. Untuk mengatur ketinggian pada vessel, batang pengaduk ini bisa di naik-turunkan.
Vessel
Vessel yaitu media yang memiliki kegunaan dalam menampung cairan pelarut. Biasanya jenis vessel yang sering ditemui memiliki daya tampung 1 liter. Terdapat pula pada beberapa kasus vessel dengan ukuran yang lebih kecil.
Paddle
Paddel atau dayung memiliki banyak tipe dan menjadi bagian yang bisa dipilih oleh user ketika akan menggunakan Dissolution Tester. Tipe-tipe dayung, basket, atau tipe yang lainnya bisa ditentukan oleh pengguna alat tersebut. Namun tentunya pengguna harus mengerti dan mengetahui cara menggunakan Dissolution Tester sebelum memilih paddle.
Basket
Dissolution Tester dengan tipe paddle dan basket memiliki perbedaan mencolok yang terdapat pada penempatan obat. Obat akan disimpan di dalam keranjang pada dissolution tipe basket. Obat lama kelamaan akan larut dan habis keluar dari keranjang tanpa bisa di amati. Sementara itu pada Dissolution Tester tipe paddle atau dayung, obat akan terlihat pada vessel.
Disk Holder
Disk holder merupakan bagian dari Dissolution Tester yang sebetulnya merupakan komponen pendukung. Disk holder memiliki fungsi untuk menahan obat agar tidak berada pada posisi dasar vessel.
Rubber Seal
Pada Dissolution Tester terdapat bagian rubber seal yang merupakan bagian yang digunakan untuk melindungi vessel dari chamber. Sebetulnya vessel dan chamber pada Dissolution Tester banyak yang terbuat dari kaca.
Namun, karena kaca bersifat mudah pecah, maka digunakanlah media rubber atau seal. Rubber seal ini berfungsi sebagai penyangga atau pelapis. Rubber seal juga memilliki fungsi lain sebagai media pengunci vessel terhadap chamber selain sebagai penyangga agar tidak mudah goyang.
Cannula
Cannula merupakan komponen yang memiliki bentuk sama seperti suntikan. Cannula pada Dissolution Tester memiliki fungsi untuk mengambil sampel cairan pada vessel secara manual. Cannula dapat mengambil cairan dengan volume maksimal berkisar 20ml. Dalam beberapa kasus, cannula juga kerap disebut sebagai syringe disolusi.
Resident Probe
Apabila sebelumnya pada cannula dioperasikan dengan cara yang manual sehingga kemungkinan bisa saja tercampur antara satu vessel dengan vessel yang lainnya. Sementara itu, resident probe pada Dissolution Tester digunakan untuk membuat pengambilan sample bersifat otomatis.
Bukan hanya kecepatan putaran pada alat Dissolution Tester yang dapat mempengaruhi kecepatan larutnya sebutir obat. Hal lainnya yaitu chamber dan cairan didalamnya yang dapat dilakukan penyesuaian suhu, sehingga mempengaruhi kecepatan larutnya sebutir obat. Sensor suhu diharapkan dapat memonitoring suhu di dalam chamber.
Itulah beberapa bagian dari Dissolution Tester yang perlu Anda ketahui. Masih ada beberapa bagian lain yang belum disebutkan dalam artikel ini dan masuk dalalm komponen pendukung. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda mengenai Dissolution Tester.
Anda bisa mendapatkan alat Dissolution Tester dengan membelinya di Syaf Unica Indonesia.
WEBSITE || SYAF.CO.ID
