Artikel ini akan membahas tentang kegunaan Biological Safety Cabinet (BSC) dan cara penggunaannya. Simak artikel ini sampai selesai.
Di laboratorium, perlindungan terhadap operator dan lingkungan sangat penting, terutama saat menangani bahan infeksius. Salah satu alat keselamatan yang paling krusial adalah Biological Safety Cabinet (BSC). Alat ini dirancang untuk memberikan perlindungan biologis saat melakukan proses kerja dengan mikroorganisme berbahaya. Penggunaan BSC yang benar sangat penting untuk menjaga keselamatan kerja dan mencegah kontaminasi silang.
APA ITU BIOLOGICAL SAFETY CABINET?
Biological Safety Cabinet adalah kabinet dengan desain tertutup sebagian. Kabinet ini dirancang khusus untuk mencegah pelepasan bahan biologis berbahaya ke lingkungan kerja. BSC bekerja dengan sistem filtrasi udara menggunakan HEPA filter (High-Efficiency Particulate Air) dan pola aliran udara laminar yang melindungi operator, produk, dan lingkungan.
Terdapat tiga kelas BSC yang umum digunakan:
- Kelas I: Melindungi pengguna dan lingkungan, tetapi tidak melindungi produk.
- Kelas II: Melindungi pengguna, produk, dan lingkungan. Paling banyak digunakan di laboratorium.
- Kelas III: Kabinet tertutup sepenuhnya dengan sarung tangan tetap; digunakan untuk patogen berisiko tinggi.
Baca juga: Manfaat Gas Permeability Tester
KEGUNAAN BIOLOGICAL SAFETY CABINET
Penggunaan Biological Safety Cabinet memberikan banyak manfaat penting, di antaranya:
- Melindungi operator dari paparan mikroorganisme infeksius.
- Menjaga kebersihan sampel agar tidak terkontaminasi partikel dari luar.
- Mencegah penyebaran patogen ke lingkungan sekitar.
- Mendukung penelitian yang aman, terutama di laboratorium dengan tingkat biosafety BSL-2 hingga BSL-3.
- Memenuhi standar keselamatan kerja yang ditetapkan oleh badan regulasi seperti WHO dan CDC.
BAGAIMANA CARA MENGGUNAKANNYA?
Agar Biological Safety Cabinet berfungsi optimal, pengguna harus mengikuti langkah-langkah penggunaan yang benar:
- Hidupkan BSC 10–15 menit sebelum digunakan untuk menstabilkan aliran udara dan mengaktifkan HEPA filter.
- Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti lab coat, sarung tangan, dan masker.
- Atur alat dan bahan kerja secara teratur, hindari penempatan berlebihan agar aliran udara tidak terganggu.
- Bekerja dengan gerakan perlahan, hindari gerakan cepat yang bisa mengganggu airflow laminar.
- Jangan menutup kisi masuk udara, pastikan ventilasi tidak terhalang.
- Setelah selesai bekerja, buang limbah biologis sesuai prosedur dan bersihkan permukaan kabinet dengan disinfektan.
- Biarkan BSC tetap menyala selama 10–15 menit setelah selesai bekerja, baru kemudian dimatikan.
Biological Safety Cabinet merupakan bagian penting dari sistem keselamatan di laboratorium. Dengan memahami kegunaan Biological Safety Cabinet dan cara penggunaannya, laboran dapat bekerja secara lebih aman dan efisien. Pastikan selalu mengikuti prosedur operasional standar saat menggunakan BSC untuk hasil yang maksimal dan aman.
Sumber:
Biological Safety Cabinet (BSC): Types and Working Mechanism • Microbe Online
2024 Top Rated Biological Safety Cabinet – Scitek (scitekglobal.com)

