Operasi merupakan tindakan pengobatan yang dilakukan melalui cara invasif dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Apabila bagian tubuh yang akan ditangani sudah ditampilkan, maka dilanjutkan tindakan perbaikan dan diakhiri dengan penutupan serta penjahitan luka.

https://blog.tribunjualbeli.com/
Untuk melakukan penjahitan luka setelah operasi, digunakan beberapa alat salah satunya benang operasi. Tahukah Anda klasifikasi benang operasi? Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengetahuinya.
Mengenal benang operasi
Benang operasi merupakan materi berbentuk benang pada umumnya yang memiliki fungsi untuk ligasi atau mengikat pembuluh darah maupun mengikat/menyatukan jaringan. Terdapat jenis yang beragam pada benang operasi.
Jenis benang yang berbeda tersebut, penggunaannya tergantung pada jaringan/organ/bagian tubuh yang akan diperbaiki dan prosedur yang akan dilakukan. Selain itu juga tergantung pada anatomi, dan waktu yang diperlukan agar jahitan tetap berada di bagian tubuh setelah operasi sebelum kondisinya kembali pulih.
Penggunaan benang operasi juga mempertimbangkan faktor kemudahan bagi pasien dalam beraktivitas setelah operasi. Penting bagi dokter atau petugas medis untuk memilih benang yang sesuai. Apabila benang yang digunakan tidak sesuai, maka akan memicu timbulnya trauma baru pada pasien. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka pada pasien.
Klasifikasi benang operasi
Benang operasi secara umum digolongkan menjadi dua jenis, yaitu benang yang dapat diserap (absorbable) dan yang tidak dapat diserap oleh tubuh (non absorbable). Selain penggolongan kedua jenis benang operasi tersebut, terdapat pula penggolongan lainnya berdasarkan untaian seratnya, bahan pembuatannya, dan berdasarkan penggunaannya.
Berdasarkan proses penyerapannya di tubuh
Benang yang dapat diserap tubuh (absorbable)
Benang ini akan terurai dengan aman di dalam tubuh dari waktu ke waktu secara bertahap tanpa meninggalkan bekas luka. Adanya enzim penyerapan dalam tubuh menjadi penyebab terurainya benang operasi jenis ini.
Benang absorbable memiliki fungsi untuk digunakan secara internal yaitu pada jahitan bagian dalam tubuh. Contoh jenis benang operasi ini yaitu Polyglycolic Acid, Polydioxanone, Polyglactin 910, Poliglecaprone 25, dan Catgut.
Benang yang tidak dapat diserap tubuh (non absorbable)
Benang ini biasanya terbuat dari bahan yang memiliki ketahanan terhadap enzim penyerapan sehingga benang tersebut tetap berada di dalam tubuh atau jaringan selama bertahun-tahun. Untuk menghilangkan benang jenis ini, harus dilakukan secara manual.
Benang ini tidak dapat hilang secara alami seperti benang absorbable. Fungsi dari benang jenis ini yaitu untuk digunakan dalam menjahit bagian luar tubuh (eksternal). Contoh benang operasi jenis ini diantaranya Polyester, Polypropylene, Nylon (polyamide), PVDF Silk (sutra), dan Stainless steel.
Berdasarkan untaian seratnya
Monofilament
Klasifikasi benang operasi ini hanya terdiri dari satu serat saja. Benang operasi monofilament tidak dapat menyerap cairan (non kapilaritas). Benang monofilament memiliki kelebihan yaitu permukaan benangnya rata dan halus, tidak menjadi tempat tumbuhnya mikroba, sehingga tidak memungkinkan terjadinya infeksi.
Namun benang jenis ini memerlukan penanganan simpul khusus karena relatif cukup kaku dan tidak sekuat multifilamen. Benang monofilament berfungsi untuk jahitan interuptus di semua bagain dan jahitan subkutikuler non absorbable. Contoh benang ini yaitu Catgut, Polypropylene, PDS, Prolene, Nylon, PVDF, Stainless steel, Poliglecaprone, dan Polyd ioxanone.
Multifilament
Multifilament merupakan jenis benang yang memiliki beberapa serat diuntai menjadi satu. Banyak serat pada benang ini membuat multifilamen lebih kuat dibandingkan dengan monofilamen. Benang ini juga bersifat lebih lembut, teratur, dan lebih mudah digunakan.
Namun, benang jenis ini dapat menjadi tempat tumbuhnya mikroba karena benang ini memiliki rongga dan dapat sedikit tersendat ketika benang melalui/melewati jaringan. Fungsi dari benang jenis ini yaitu digunakan pada sternum setelah torakotomi. Contoh benang ini diantaranya Polyester, Polyglactin 910, PGA, dan Silk.
Berdasarkan bahan pembuatannya
Bahan Alami
Klasifikasi benang operasi ini terbuat dari collagen. Collagen tersebut berasal dari lapisan sub mukosa usus domba dan serabut collagen tendon flexor sapi. Contoh benang berbahan alami yaitu Surgical silk, virgin silk, Surgical catgut plain, Surgical catgut chromic, dan surgical cotton.
Bahan Sintetis (buatan)
Benang berbahan sintetis terbuat dari sintetik polimer. Hal itu membuat benang ini mudah diserap oleh tubuh secara hidrolisis. Selain itu, waktu penyerapan oleh tubuh mudah diprediksi. Benang sintetis contohnya yaitu Polydioxanone, Polyglactin, Polylactin, Polypropamide, Poliglikolik Polyglecaprone, Polypropylene, dan Polyester.
Berdasarkan penggunaannnya
Berdasarkan penggunaannya, benang operasi digolongkan sebagai benang operasi untuk jahitan jahitan gigi, jahitan mata, jahitan bedah kosmetik, kardiovaskular/jantung, jahitan katup, jahitan orthopedi, jahitan ginekologi/kandungan. jahitan hewan, dan lainnya.
Itulah klasifikasi benang operasi yang perlu Anda ketahui. Syaf Unica Indonesia juga menyediakan benang operasi. Kunjungi katalog produk kami untuk mengetahui informasi selengkapnya.
WEBSITE || SYAF.CO.ID
