Penyimpanan sampel otomatis merupakan sistem penyimpanan yang bisa menjaga sampel dengan baik dan praktis. Simak kelebihan penyimpanan sampel otomatis berikut ini.
Mengenal penyimpanan sampel
Pendekatan penyimpanan sampel dapat dikategorikan secara luas sebagai manual atau otomatis. Alur kerja manual adalah yang paling sederhana dan termurah untuk diterapkan. Mereka biasanya melibatkan penggunaan freezer (atau lemari es) yang berisi beberapa rak kotak.
Untuk mengambil sampel, pengguna harus memakai peralatan pelindung, membuka pintu freezer, menarik rak, dan mengeluarkan sampel target. Alur kerja otomatis, di sisi lain, menggunakan robotika untuk menemukan dan memindahkan sampel dalam unit penyimpanan dingin.
Baca juga: alat penyiapan sampel sotax
Kelebihan penyimpanan sampel otomatis
Penyimpanan sampel otomatis memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan penyimpanan manual, yaitu sebagai berikut.
Penyimpanan sampel otomatis melindungi kualitas sampel dengan lebih baik
Pengujian sangat tergantung pada kualitas bahan masukan. Setelah dipanen, bahan biologis segera mengalami degradasi dan perubahan yang disebabkan oleh stres. Reagen kritis dapat rusak atau mengalami modifikasi kimia dari waktu ke waktu.
Kondisi penyimpanan yang tepat menghambat proses ini untuk mempertahankan keadaan asli material. Pendinginan sangat penting untuk upaya ini, karena secara efektif mengurangi laju semua aktivitas kimia.
Penyimpanan jangka panjang dari sebagian besar sampel biologis memerlukan suhu -20°C hingga di bawah -135°C, suhu transisi gelas air (Tg) dan titik di mana aktivitas enzimatik diyakini berhenti.
Fluktuasi suhu dapat memiliki efek merugikan pada kualitas biospesimen, termasuk peningkatan degradasi, penurunan viabilitas sel, dan perubahan ekspresi gen2-4.
Reproduksibilitas
Alur kerja manual tidak hanya memaparkan sampel pada fluktuasi suhu yang lebih lama dan lebih besar, tetapi juga secara inheren lebih bervariasi, dibandingkan dengan sistem otomatis. Kecepatan dan teknik bervariasi antara pengguna dan bahkan dalam individu melalui beberapa pertunjukan.
Penanganan kesalahan semakin meningkatkan risiko terhadap kualitas sampel:
- pengambilan sampel yang salah,
- penempatan material yang salah,
- penguncian pintu yang tidak benar, dan
- rak/kotak yang terjatuh menunda pengambilan dan meningkatkan pemanasan untuk sampel target dan sampel yang tidak bersalah.
Selain itu, sampel yang disimpan dalam freezer manual -80 °C atau LN2 mengalami perubahan suhu dan tingkat pemanasan yang berbeda tergantung pada posisi rak atau raknya5,6.
Semua sumber variabilitas ini, yang hanya memburuk dengan durasi penyimpanan yang lebih lama, dapat menyebabkan masalah reproduktifitas utama dalam eksperimen dan aplikasi hilir.
Sebaliknya, kelebihan penyimpanan sampel otomatis sangat konsisten saat menghilangkan dan menambahkan sampel ke koleksi. Ini dirancang dengan fitur untuk meminimalkan pemanasan sampel target dan sampel yang tidak bersalah.
Sederhananya, robot mengalahkan manusia untuk pengambilan sampel dalam hal reproduktifitas, terutama karena ukuran dan tingkat pemanfaatan koleksi meningkat.
Hemat sumber daya dengan penyimpanan sampel otomatis
Salah satu keuntungan utama untuk freezer manual adalah biaya awal. Sistem otomatis lebih mahal, seringkali dengan margin yang besar, dibandingkan dengan sistem manual.
Namun, untuk menghitung biaya sebenarnya dari strategi penyimpanan sampel, kita harus mengambil pandangan yang lebih holistik dan jangka panjang. Itu karena biaya operasional berbeda secara signifikan antara kedua strategi tersebut.
Otomatisasi menyederhanakan manajemen sampel
Mengelola koleksi sampel adalah usaha fisik dan informasi. Untuk yang terakhir, sampel harus didokumentasikan, ditempatkan di lokasi penyimpanan, dan dicatat dari waktu ke waktu.
Upaya manual dalam pengendalian inventaris menggunakan alat dasar seperti spreadsheet menjadi tidak praktis ketika koleksi bertambah menjadi ribuan.
Mereka juga rentan terhadap kesalahan dan kelalaian manusia, seperti ketidakakuratan dalam dokumentasi, pelacakan sampel yang buruk, dan penyimpangan dari prosedur standar.
Itu dapat menyebabkan penundaan, pemanfaatan koleksi yang kurang, dan pelanggaran peraturan. Masalah ini hanya memburuk dengan tim yang lebih besar dan perubahan personel.
Kelebihan penyimpanan sampel otomatis, di sisi lain, menyederhanakan banyak aspek manajemen inventaris yang membosankan dan rumit.
Perangkat lunak bawaan memungkinkan visibilitas waktu nyata, pelacakan peristiwa yang komprehensif, dan kenyamanan, seperti akses jarak jauh dan integrasi dengan sistem manajemen informasi laboratorium (LIMS).
Proses penambahan dan penghapusan sampel lebih terkontrol dan disederhanakan, terutama ketika sistem dapat secara otomatis memindai dan mendaftarkan labware berlabel barcode.
Semua transaksi dicatat secara otomatis, mendorong kepatuhan dan keterlacakan yang lebih baik. Jejak audit dan catatan lacak balak jauh lebih mudah dibuat dan, yang penting, lebih akurat dan menyeluruh daripada yang dibuat dengan tangan.
Itulah informasi mengenai kelebihan penyimpanan sampel otomatis. Anda bisa membeli alat penyimpan sampel otomatis di Syaf.

