Ini Cara Melakukan Tes Spirometri untuk Tes Fungsi Paru

|

Tes spirometri perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa baik paru-paru dalam bekerja. Ini dapat mendiagnosis berbagai kondisi paru-paru. Simak informasi terkait cara melakukan tes spirometri berikut ini.

|

https://summerhillmedical.com..au

Apa itu tes spirometri?

Spirometri merupakan tes fungsi paru yang paling umum. Tes-tes ini melihat seberapa baik paru-paru seseorang bekerja. Spirometri menunjukkan seberapa baik seseorang bernapas masuk dan keluar.

Pernapasan masuk dan keluar dapat dipengaruhi oleh penyakit paru-paru seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), fibrosis paru, fibrosis kistik, dan asma.

Meskipun spirometri sangat berguna untuk membantu mendiagnosis beberapa kondisi dan memantau pengobatannya, tes spirometri yang normal tidak serta merta mengesampingkan beberapa bentuk penyakit paru-paru.

Hal itu karena ada periode di mana tes spirometri bisa menjadi normal bahkan jika ada kondisi paru-paru, seperti asma. Spirometri adalah nama tes, sedangkan spirometer adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran.

Ada berbagai perangkat spirometer yang dibuat oleh perusahaan yang berbeda tetapi semuanya mengukur hal yang sama. Mereka semua memiliki corong yang digunakan untuk meniup ke dalam perangkat.

Dokter atau perawat mungkin meminta pasien untuk meniup spirometer jika memiliki gejala dada atau paru-paru. Spirometer, perangkat portabel kecil tersedia relatif murah. Di rumah sakit, mesin spirometer lebih canggih dan mahal dapat memberikan hasil yang lebih detail.

Bagaimana cara melakukan tes spirometri?

Jika belum dilakukan, pasien akan diminta untuk mengukur berat dan tinggi badan mereka. Untuk spirometri itu sendiri, pasien perlu bernapas ke dalam mesin spirometer.

Pertama, pasien menarik napas sepenuhnya dan kemudian menutup bibir pasien di sekitar corong spirometer. Pasien kemudian meniup secepat dan sejauh yang mereka bisa sampai paru-paru pasien benar-benar kosong.

Ini bisa memakan waktu beberapa detik. Pasien mungkin juga diminta untuk menarik napas sepenuhnya dan kemudian menghembuskannya perlahan sejauh yang mereka bisa.

Sebuah klip dapat dipasang ke hidung pasien untuk memastikan tidak ada udara yang keluar dari hidung mereka. Pengukuran dapat diulang dua atau tiga kali untuk memeriksa apakah pembacaannya hampir sama setiap kali pasien meniup ke dalam mesin.

Terkadang pengujian dilakukan dengan pasien di bilik kaca terpisah. Cara melakukan tes spirometri ini dapat membantu untuk mendapatkan hasil yang lebih detail dan tepat.

Apa yang diukur oleh spirometer?

Spirometri mengukur jumlah (volume) dan/atau kecepatan (aliran) udara yang dapat dihirup dan dihembuskan. Pengukuran yang paling umum digunakan adalah:

– Volume ekspirasi paksa dalam satu detik atau Forced expiratory volume (FEV1)

Ini adalah jumlah udara yang dapat dihembuskan dalam satu detik. Dengan paru-paru dan saluran udara normal, pasien biasanya dapat mengeluarkan sebagian besar udara dari paru-paru Anda dalam satu detik.

– Kapasitas vital paksa atau Forced vital capacity (FVC)

Jumlah total udara yang pasien hembuskan dalam satu napas.

– FEV1 dibagi dengan FVC (FEV1/FVC)

Dari jumlah total udara yang dapat pasien hembuskan dalam satu napas, ini adalah proporsi yang dapat pasien hembuskan dalam satu detik.

Bagaimana cara membaca hasil spirometri?

Setelah mengetahui cara melakukan tes spirometri, Anda juga perlu mengetahui cara membaca hasil spirometri. Pembacaan spirometri biasanya menunjukkan salah satu dari empat pola utama, yaitu:

  • Normal
  • Pola obstruktif (obstructive pattern)
  • Pola yang membatasi (restrictive pattern)
  • Kombinasi pola obstruktif/restriktif (combined obstructive/restrictive pattern)

Itulah informasi mengenai cara melakukan tes spirometri. Syaf Jual Spirometer yang bisa dibeli melalui website.

Website || Syaf.co.id

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi