HEKTOEN ENTERIC AGAR: MEDIA SELEKTIF UNTUK IDENTIFIKASI BAKTERI USUS

Hektoen Enteric Agar

Hektoen Enteric Agar (HEA) adalah media selektif diferensial untuk isolasi dan identifikasi bakteri enterik patogen.


Dalam dunia mikrobiologi, media kultur memiliki peran penting untuk memisahkan serta mengidentifikasi bakteri patogen. Salah satu media yang sering dipakai untuk tujuan tersebut adalah Hektoen Enteric Agar (HEA). Media ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan bakteri enterik tertentu, terutama yang berhubungan dengan penyakit pada saluran pencernaan. Dengan menggunakan HEA, proses identifikasi dapat berlangsung lebih cepat dan hasil yang pengujian lebih akurat.

APA ITU HEKTOEN ENTERIC AGAR?

HEA adalah media selektif diferensial yang dikembangkan khusus untuk isolasi dan identifikasi bakteri enterik patogen, terutama Salmonella dan Shigella. Media ini mengandung zat penghambat berupa garam empedu, indikator pH, serta karbohidrat tertentu. Kehadiran zat tersebut membuat pertumbuhan bakteri non-patogen usus terhambat, sehingga memudahkan dalam menemukan koloni bakteri target.

APA SAJA KEGUNAANNYA?

HEA memiliki beragam kegunaan, antara lain:

Isolasi Salmonella dan Shigella

Bakteri ini merupakan penyebab utama penyakit gastrointestinal. HEA membantu memisahkan keduanya dari flora normal usus.

Diferensiasi bakteri enterik

Media ini memanfaatkan fermentasi gula dan produksi H₂S untuk membedakan berbagai jenis bakteri.

Uji laboratorium klinis

Sering digunakan pada pemeriksaan sampel feses atau bahan klinis lain yang berhubungan dengan infeksi usus.

Kontrol kualitas makanan dan air

HEA juga bermanfaat untuk memantau kontaminasi bakteri pada industri pangan maupun lingkungan.

Baca juga: Kegunaan Alcohol Pads Single Pack

BAGAIMANA CARA MENGGUNAKANNYA?

Agar penggunaannya efektif, berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan:

Persiapan Media

  1. Larutkan bubuk Hektoen Enteric Agar sesuai dengan petunjuk pada kemasan.
  2. Panaskan hingga mendidih sambil diaduk agar homogen.
  3. Sterilisasi menggunakan autoklaf pada suhu 121°C selama 15 menit.

Penuangan ke Cawan Petri

  1. Setelah sterilisasi, dinginkan media hingga suhu sekitar 45–50°C.
  2. Tuangkan media ke dalam cawan Petri steril.
  3. Biarkan mengeras pada suhu ruang.

Inokulasi Sampel

  1. Ambil sampel klinis atau lingkungan dengan alat steril.
  2. Goreskan sampel pada permukaan media menggunakan ose steril.

Inkubasi

  1. Simpan cawan pada suhu 35–37°C selama 18–24 jam.
  2. Amati hasil pertumbuhan koloni.

Interpretasi Hasil

  1. Salmonella biasanya menghasilkan koloni hijau kebiruan dengan pusat hitam (H₂S positif).
  2. Shigella membentuk koloni hijau pucat atau bening.
  3. Bakteri fermentatif seperti E. coli menghasilkan koloni oranye hingga salmon.

Hektoen Enteric Agar adalah media selektif diferensial yang efektif untuk isolasi serta identifikasi bakteri patogen usus. Dengan kemampuannya dalam membedakan bakteri fermentatif dan non-fermentatif, HEA sangat penting dalam diagnosis laboratorium maupun pengendalian mutu makanan. Oleh karena itu, pemahaman tentang cara penggunaan media ini akan membantu meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan mikrobiologi.


Sumber:

Hektoen Enteric (HE) Agar: Composition, Uses • Microbe Online

Hektoen Enteric Agar : Principle | Preparation | Interpretation (microbiologie-clinique.com)

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi