Gangguan Pencernaan Selama Ramadhan dan Cara Mengatasinya

|

|

https://www.dailysabah.com/

Kita sudah memasuki bulan Ramadhan, tapi bukan berarti kita masih belum bisa memanfaatkan bulan ini dengan maksimal insya Allah! Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai gangguan pencernaan yang biasa terjadi selama Ramadhan.

Apa saja gangguan pencernaan selama Ramadhan?

Sembelit

Sembelit adalah keluhan nomor satu selama Ramadhan. Hampir menjadi normal untuk tidak pergi ke kamar kecil setiap hari dan Anda mungkin berpikir itu karena Anda tidak makan sepanjang hari. Namun, sembelit tidak harus menjadi bagian normal bulan Ramadhan!

Ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan, yaitu serat dan air. Anda tidak perlu mengonsumsi suplemen serat karena ini bisa memperburuk keadaan. Penting untuk mendapatkan serat dari sumber makanan alami.

Pada saat yang sama, Anda harus minum cukup air, jika tidak, peningkatan serat ini juga akan membuat Anda sembelit. Sumber serat meliputi sayuran, buah, biji-bijian (oatmeal, roti gandum utuh).

Cara mengatasinya:

  • Perbanyak serat: buah + biji-bijian saat sahur (coba resep overnightoat ini), 1/2 piring sayuran saat buka puasa.
  • Tambahkan air menjadi 8-12 gelas: bagi menjadi 3 gelas saat sahur, 2 gelas saat buka puasa, dan 3-5 gelas sebelum tidur.

Sakit perut

Sakit perut menjadi salah satu gangguan pencernaan selama Ramadhan. Sakit perut sulit untuk diketahui penyebabnya karena bisa ada banyak penyebab yang berbeda. Ini mungkin kombinasi dari makan berlebihan dan mengonsumsi makanan berlemak tinggi.

Seringkali kembung disertai dengan sakit perut atau ketidaknyamanan. Alasan lain mungkin karena Anda sensitif terhadap makanan atau kelompok makanan tertentu. Namun, jika Anda makan hidangan campuran, sulit untuk mengidentifikasi pelakunya.

Cara mengatasinya:

  • Pertama, cobalah untuk memperlambat makan berbuka puasa
  • Jika sakit perut berlanjut, Anda mungkin harus berkonsultasi dengan Ahli Diet/Ahli Gizi untuk menentukan apakah Anda sensitif terhadap masalah makanan. Gejala ini dapat disertai dengan gejala pencernaan lainnya seperti diare dan sembelit.

Diare

Diare bukanlah masalah Ramadhan yang umum, tetapi beberapa orang mungkin mengalaminya segera setelah makan sahur atau buka puasa. Ini sering kali karena kombinasi makanan yang Anda makan.

Cara mengatasinya:

  • Hindari makan makanan tinggi lemak/gula saat berbuka puasa.
  • Hindari makan makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat (makan sepiring makanan dengan cepat dalam waktu 5-7 menit adalah TERLALU cepat).
  • Pastikan Anda makan makanan yang telah disiapkan dengan benar dan disimpan pada suhu yang tepat untuk memastikan itu bukan bentuk kontaminasi makanan ringan.

Warna urine lebih gelap/tidak ke kamar mandi secara rutin

Meskipun ini bukan masalah pencernaan, ini adalah fungsi tubuh yang sangat terpengaruh selama Ramadhan. Seringkali orang berpikir bahwa tidak pergi ke kamar kecil sama sekali selama Ramadhan adalah hal yang normal, tetapi ini belum tentu merupakan pertanda yang optimal.

Air seni yang lebih gelap dan/atau tidak pergi ke kamar kecil secara teratur sepanjang hari seringkali merupakan tanda dehidrasi. Urin Anda harus berwarna lebih terang (hampir jernih) sepanjang hari, namun mungkin menjadi sedikit lebih gelap menjelang tengah/akhir hari.

Jika Anda cukup terhidrasi, Anda mungkin terkejut harus menggunakan kamar kecil melewati pagi hari pada hari-hari puasa. Ini menyebabkan gangguan pencernaan selama Ramadhan.

Cara mengatasinya:

  • Minum air putih 8-10 gelas per hari puasa. Bagi menjadi sahur (2-4 cangkir), buka puasa (2 cangkir), dan pasca buka puasa (4-6 cangkir).
  • Makan buah dan sayuran dengan kandungan air yang tinggi seperti buah beri, melon, mentimun, dan selada romaine saat sahur dan buka puasa.
  • Hindari minuman manis dan sebagai gantinya hidrasi dengan air atau infused waterbuah/herbal.
  • Catat seberapa sering Anda menggunakan kamar kecil dan warna urin Anda.

Itulah beberapa gangguan pencernaan selama Ramadhan yang perlu Anda ketahui. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang sehat dan berkah.

Website || Syaf.co.id

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi