Efek Samping dan Bahaya Konsumsi Amfetamin

|

Amfetamin merupakan salah satu jenis obat yang penggunaannya harus dengan resep dokter, tidak boleh secara bebas. Berikut ini informasi mengenai efek samping dan bahaya konsumsi amfetamin.

|

https://straighttalkmd..com

Mengenal apa itu amfetamin

Amfetamin atau amphetamine merupakan obat golongan stimulan sistem saraf pusat yang digunakan untuk menangani attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan narkolepsi. Cara kerja amfetamin yaitu dengan meningkatan aktivitas dopamine dan noradrenalin di otak.

Cara kerja dari amfetamin tersebut dapat meredakan gejala narkolepsi dan membantu orang yang mengalami ADHD untuk lebih fokus dalam beraktivitas.

Amfetamin biasanya juga digunakan dalam mengendalikan nafsu makan dan mengontrol berat badan. Penggunaan amfetamin tidak boleh sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Peringatan dalam mengonsumsi amfetamin

Penggunaan amfetamin hanya boleh dengan resep dokter. Berikut ini adalah beberapa peringatan yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi amfetamin:

  • Apabila mengalami alergi terhadap amfetamin, maka tidak boleh mengonsumsi obat tersebut.
  • Selama menjalani pengobatan dengan amfetamin, tidak boleh mengonsumsi minuman beralkohol.
  • Apabila sedang menggunakan obat golongan monoamine oxidase inhibitors(MAOI), misalnya isocaboxazid, selegiline, atau tranylcypromine, dalam 14 hari terakhir, maka tidak boleh mengonsumsi amfetamin.
  • Apabila sedang mengalami hipertensi, hipertiroidisme, atau gangguan cemas yang berat juga tidak boleh mengonsumsi amfetamin.
  • Apabila sedang atau pernah menderita penyakit jantung, stroke, glaukoma, depresi, penyakit ginjal, gangguan bipolar, sindrom Tourette, kejang, kecanduan alkohol, penyakit arteri perifer, epilepsi, penyalahgunaan NAPZA, tidak diperbolehkan mengonsumsi amfetamin.
  • Tidak diperbolehkan berkendara atau melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi amfetamin. Penggunaan amfetamin dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, dan kantuk.
  • Penggunaan amfetamin pada anak perlu didiskusikan terlebih dahulu. Penggunaan amfetamin jangka panjang dapat memberikan efek pada tumbuh kembang anak.
  • Pada wanita yang sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, perlu memberitahukan dokter apabila hendak menggunakan amfetamin.
  • Apabila sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, atau produk herbal juga perlu berkonsultasi dengan dokter.
  • Apabila mengalami reaksi alergi obat, overdosis, atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi amfetamin, maka segera hubungi dokter

Cara penggunaan amfetamin yang benar

Sebelum menggunakan amfetamin, maka perlu untuk membaca petujuk yang tertera pada kemasan obat. Selain itu, penggunaan obat ini juga harus berdasarkan anjuran dan resep dokter. Tidak boleh menambahkan atau mengurangi dosis penggunaan amfetamin tanpa anjuran dokter. Penggunaan obat ini juga tidak boleh melebihi jangka waktu yang dianjurkan.

Dalam mengonsumsi amfetamin dianjurkan pada waktu yang sama setiap harinya. Konsumsi amfetamin tablet dapat dilakukan sebelum atau setelah makan. Selain itu, juga dapat digunakan sesaat setelah bangun tidur pada pagi hari sebagai dosis pertama. Hindari mengonsumsi amfetamin pada malam hari, karena hal tersebut dapat menyebabkan insomnia.

Konsumsi amfetamin dalam sediaan suspense perlu dikocok terlebih dahulu. Pastikan untuk menggunakan sendok takar khusus yang telah disediakan dalam kemasan agar dosisnya lebih akurat. Konsumsi amfetamin untuk menurunkan berat badan dapat dilakukan minimal 30 menit hingga 1 jam saat perut kosong atau sebelum makan.

Efek samping dan bahaya konsumsi amfetamin

Penggunaan amfetamin dapat menimbulkan berbagai efek samping. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari penggunaan amfetamin:

  • Pusing
  • Mulut kering
  • Mual
  • Diare
  • Kram perut
  • Penurunan berat badan
  • Sembelit
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Insomnia atau justru mengantuk
  • Sakit kepala
  • Nyeri haid
  • Gugup dan gelisah
  • Perubahan suasana perasaan
  • Timbul rasa sakit dan terbakar saat buang air kecil
  • Mimisan

Apabila efek samping yang ditimbulkan tidak kunjung mereda, maka perlu segera menghubungi dokter. Apabila efek samping yang ditimbulkan semakin parah juga harus segera mengunjungi dokter. Efek samping parah yang dapat timbul yaitu:

  • Pusing yang berat
  • Mati rasa
  • Mengalami delusi dan halusinasi.
  • Takikardia atau denyut jantung cepat
  • Penglihatan kabur
  • Sindrom serotonin, dengan tanda berupa demam, otot kaku, diare, tremor, berkeringat, dan kebingungan
  • Stroke,
  • Kejang
  • Adanya keinginan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri

Semoga informasi mengenai efek samping dan bahaya konsumsi amfetamin bisa bermanfaat untuk Anda. Dapatkan berbagai produk pemeriksaan narkoba di Syaf Unica Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi