CARA MENGGUNAKAN PETRI DISHES

Petri Dishes

Artikel ini akan membahas tentang pengertian, kegunaan, dan cara menggunakan Petri Dishes. Simak artikel ini sampai selesai.


Dalam dunia laboratorium, khususnya mikrobiologi, pertumbuhan dan pengamatan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan media khusus yang mendukung pertumbuhannya secara steril dan terkontrol. Salah satu alat yang paling umum digunakan adalah Petri dishes. 

APA ITU PETRI DISHES?

Petri dishes adalah wadah laboratorium berbentuk bundar dan datar dengan penutup, biasanya terbuat dari kaca borosilikat atau plastik bening. Alat ini digunakan sebagai tempat menumbuhkan kultur mikroorganisme pada medium agar atau media pertumbuhan lainnya. Petri dishes pertama kali diperkenalkan oleh Julius Richard Petri, seorang ahli bakteri Jerman, dan hingga kini tetap menjadi peralatan pokok dalam studi mikrobiologi.

APA SAJA KEGUNAANNYA?

Petri dishes memiliki berbagai kegunaan penting, terutama dalam bidang mikrobiologi dan bioteknologi:

Menumbuhkan Mikroorganisme

Digunakan untuk mengkultur bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain untuk keperluan diagnosis atau penelitian.

Uji Sensitivitas Antibiotik (Antibiotic Susceptibility Testing)

Digunakan untuk menentukan efektivitas antibiotik terhadap jenis bakteri tertentu.

Studi Pertumbuhan Koloni

Untuk mengamati bentuk, warna, ukuran, dan pola pertumbuhan mikroorganisme.

Praktikum Pendidikan

Umum digunakan di laboratorium sekolah dan universitas untuk pelatihan dasar mikrobiologi.

Pengujian Kontaminasi Lingkungan

Digunakan untuk menguji tingkat kontaminasi permukaan alat, udara, atau air.

Baca juga: Perawatan dan Kalibrasi Handheld Homogenizer

CARA MENGGUNAKAN PETRI DISHES

Berikut langkah-langkah umum dalam penggunaan Petri dishes di laboratorium:

Persiapan Media

  1. Siapkan medium agar (seperti nutrient agar atau Sabouraud agar) dan tuangkan dalam keadaan cair ke dalam Petri dishes yang steril.
  2. Diamkan hingga mengeras dan dingin dalam kondisi steril (biasanya dalam laminar airflow cabinet).

Inokulasi Sampel

  1. Gunakan teknik aseptik (dengan loop inokulasi atau swab steril) untuk mentransfer mikroorganisme ke permukaan agar.
  2. Tutup Petri dishes segera setelah inokulasi untuk mencegah kontaminasi udara.

Inkubasi

  1. Tempatkan Petri dishes dalam inkubator pada suhu dan waktu yang sesuai (biasanya 24–48 jam pada suhu 35–37°C).
  2. Balikkan Petri dishes (tutup di bawah) saat inkubasi untuk mencegah kondensasi air menetes ke media.

Pengamatan

  1. Amati pertumbuhan koloni menggunakan cahaya dan, jika perlu, mikroskop.
  2. Catat data tentang morfologi, warna, dan jumlah koloni.

Pembuangan

Setelah selesai, autoklaf Petri dishes yang terkontaminasi sebelum dibuang untuk mencegah penyebaran patogen.

Petri dishes adalah alat penting dalam laboratorium mikrobiologi yang berfungsi sebagai media tanam mikroorganisme. Penggunaannya yang luas dalam penelitian, pendidikan, dan pengujian klinis membuktikan peran krusialnya dalam dunia ilmu pengetahuan. Dengan memahami cara penggunaan yang benar dan teknik aseptik yang tepat, para profesional laboratorium dapat memastikan hasil kultur yang akurat dan aman.

Itulah pembahasan tentang pengertian, kegunaan, dan cara menggunakan Petri Dishes. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.


Sumber:

Petri dish – Wikipedia

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi