Artikel ini akan membahas pengertian DPOAE, kegunaannya, dan cara menggunakan diagnostic DPOAE. Simak artikel ini sampai selesai.
Distortion Product Otoacoustic Emissions (DPOAE) adalah salah satu jenis tes pendengaran yang digunakan untuk menilai fungsi koklea, khususnya sel-sel rambut luar yang terletak di telinga bagian dalam. DPOAE merupakan alat diagnostik yang penting dalam bidang audiologi karena kemampuannya untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada tahap awal.
APA ITU DPOAE?
DPOAE adalah respons akustik yang dihasilkan oleh koklea sebagai reaksi terhadap dua nada stimulus yang diberikan secara simultan. Ketika dua nada ini, disebut sebagai f1 dan f2, dimainkan ke dalam telinga, koklea menghasilkan nada ketiga yang disebut produk distorsi. Respons ini dapat diukur dengan mikrofon kecil yang ditempatkan di saluran telinga. DPOAE sering digunakan karena non-invasif dan memberikan informasi yang akurat tentang fungsi koklea.
KEGUNAAN DIAGNOSTIC DPOAE
Diagnostic DPOAE memiliki beberapa kegunaan utama dalam diagnosa audiologi, antara lain:
Screening Pendengaran Bayi Baru Lahir
DPOAE sering digunakan dalam program screening pendengaran pada bayi baru lahir untuk mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini. Ini memungkinkan intervensi awal yang sangat penting untuk perkembangan bicara dan bahasa.
Diagnosis Gangguan Pendengaran
Tes ini membantu mengidentifikasi jenis dan derajat gangguan pendengaran. Dengan mendeteksi apakah gangguan terletak pada sel-sel rambut luar koklea, audiolog dapat merencanakan penanganan yang tepat.
Monitoring Pengaruh Obat Ototoksik
Beberapa obat dapat merusak pendengaran. DPOAE digunakan untuk memonitor fungsi koklea pada pasien yang menerima terapi obat ototoksik untuk mencegah kerusakan pendengaran permanen.
Evaluasi Tinnitus
Pada pasien dengan tinnitus (denging di telinga), DPOAE dapat membantu menentukan apakah ada kerusakan pada koklea yang mungkin menjadi penyebab tinnitus.
Baca juga: Kalibrasi dan Perawatan Automated External Defibrillator
CARA MENGGUNAKAN DIAGNOSTIC DPOAE
Proses pemeriksaan dengan DPOAE cukup sederhana dan tidak menyakitkan. Berikut adalah cara menggunakan diagnostic DPOAE:
Persiapan Alat
Alat DPOAE terdiri dari generator nada, mikrofon pengukur, dan komputer untuk analisis data. Pastikan semua peralatan dalam kondisi baik dan terkalibrasi sebelum digunakan.
Posisi Pasien
Pasien, baik dewasa maupun bayi, perlu berada dalam posisi yang nyaman. Biasanya, pasien duduk atau bayi digendong dalam keadaan tenang atau tidur.
Pemasangan Ear Probe
Ear probe yang terhubung dengan generator nada dan mikrofon pengukur dimasukkan ke dalam saluran telinga pasien. Ear probe ini harus dipasang dengan baik untuk menghindari kebocoran suara.
Pemberian Stimulus
Dua nada stimulus (f1 dan f2) dengan frekuensi tertentu diberikan ke dalam telinga melalui ear probe. Nada ini bervariasi dalam frekuensi dan intensitas untuk mendapatkan respons koklea.
Pengukuran Respons
Mikrofon dalam ear probe mengukur produk distorsi yang dihasilkan oleh koklea. Data yang terkumpul kemudian dianalisis oleh komputer untuk menentukan ada tidaknya DPOAE.
Analisis Hasil
Hasil tes akan menunjukkan ada atau tidaknya respons DPOAE pada berbagai frekuensi. Keberadaan DPOAE menandakan fungsi normal dari sel-sel rambut luar koklea, sementara ketidakhadirannya dapat mengindikasikan gangguan pendengaran.
DPOAE adalah alat diagnostik yang sangat penting dalam audiologi modern. Penggunaannya yang non-invasif, cepat, dan akurat membuatnya ideal untuk berbagai aplikasi klinis, mulai dari screening pendengaran pada bayi baru lahir hingga monitoring pengaruh obat ototoksik. Dengan memahami cara kerja dan penggunaannya, profesional kesehatan dapat lebih efektif dalam mendeteksi dan menangani gangguan pendengaran.
Sumber:
Bagaimanakah Prosedur Otoacoustic Emissions Dilakukan? (halodoc.com)
Acquiring Distortion Product OAE using SmartOAE (ihsys.info)

