Cara Menggunakan Desoxycholate Agar: Panduan Lengkap 2024

Desoxycholate Agar

Dalam mikrobiologi, keberhasilan identifikasi bakteri sangat bergantung pada pemilihan media kultur yang sesuai. Salah satu media yang banyak digunakan untuk mengisolasi bakteri usus adalah Desoxycholate Agar. Media ini diformulasikan khusus agar mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram-positif, sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri gram-negatif, terutama anggota famili Enterobacteriaceae. Karena itu, Desoxycholate Agar sering menjadi pilihan utama dalam analisis pangan, air, dan sampel klinis di berbagai laboratorium mikrobiologi Indonesia.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang pengertian, komposisi, cara menggunakan Desoxycholate Agar dengan benar, hingga interpretasi hasil yang akurat. Simak panduan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Desoxycholate Agar?

Desoxycholate Agar (disingkat DCA atau Desoxycholate Citrate Agar) adalah media selektif dan diferensial yang dikembangkan khusus untuk isolasi bakteri gram-negatif enterik. Media ini pertama kali diperkenalkan oleh Leifson pada tahun 1935 dan hingga kini masih menjadi standar dalam berbagai prosedur pemeriksaan mikrobiologi.

Kandungan utama dalam media ini adalah garam empedu (sodium desoxycholate), yang berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri gram-positif dan beberapa bakteri gram-negatif non-enterik. Selain itu, media ini dilengkapi dengan laktosa sebagai sumber karbohidrat dan indikator pH neutral red, sehingga dapat membedakan bakteri fermentatif dan non-fermentatif dengan mudah.

Prinsip Kerja Desoxycholate Agar

Prinsip kerja Desoxycholate Agar didasarkan pada dua mekanisme utama:

  • Selektivitas: Sodium desoxycholate menghambat pertumbuhan bakteri gram-positif dengan merusak membran selnya
  • Diferensiasi: Bakteri yang mampu memfermentasi laktosa akan menghasilkan asam, mengubah warna koloni menjadi merah muda hingga merah. Bakteri non-fermentasi laktosa akan menghasilkan koloni tidak berwarna atau translusen

Komposisi Lengkap Desoxycholate Agar

Untuk memahami cara menggunakan Desoxycholate Agar dengan optimal, penting mengetahui komposisi lengkapnya. Berikut adalah komposisi standar per 1000 mL media:

KomponenJumlahFungsi
Pepton10,0 gSumber nitrogen dan nutrisi
Laktosa10,0 gSumber karbohidrat untuk diferensiasi
Sodium Desoxycholate5,0 gAgen selektif penghambat gram-positif
Sodium Chloride5,0 gMenjaga keseimbangan osmotik
Potassium Phosphate2,0 gBuffer pH
Ferric Citrate1,0 gDeteksi produksi H2S
Sodium Citrate1,0 gAgen selektif tambahan
Neutral Red0,03 gIndikator pH
Agar16,0 gAgen pemadat

pH akhir media setelah sterilisasi adalah 7,3 ± 0,2 pada suhu 25°C.

Kegunaan Desoxycholate Agar dalam Laboratorium

Media Desoxycholate Agar memiliki berbagai aplikasi penting dalam bidang mikrobiologi. Berikut adalah kegunaan utamanya:

1. Isolasi Bakteri Enterobacteriaceae

Kegunaan utama Desoxycholate Agar adalah mengisolasi bakteri dari famili Enterobacteriaceae. Media ini sangat cocok untuk menumbuhkan:

  • Escherichia coli – bakteri indikator kontaminasi feses
  • Salmonella – penyebab demam tifoid dan gastroenteritis
  • Shigella – penyebab disentri basiler
  • Klebsiella – patogen oportunistik
  • Proteus – penyebab infeksi saluran kemih

2. Diferensiasi Bakteri Fermentasi Laktosa

Desoxycholate Agar mampu membedakan antara bakteri fermentasi laktosa (lactose fermenter) dan non-fermentasi laktosa (non-lactose fermenter). Kemampuan diferensiasi ini sangat penting untuk identifikasi awal patogen enterik.

3. Analisis Kualitas Air dan Pangan

Dalam industri makanan dan pengujian air minum, Desoxycholate Agar banyak digunakan untuk mendeteksi kontaminasi bakteri enterik. Menurut World Health Organization (WHO), pemeriksaan mikrobiologi rutin sangat penting untuk menjamin keamanan pangan.

4. Diagnosis Klinis

Laboratorium klinik menggunakan media ini untuk pemeriksaan sampel feses pasien dengan gejala diare, disentri, atau infeksi gastrointestinal lainnya.

Cara Menggunakan Desoxycholate Agar dengan Benar

Berikut adalah panduan lengkap cara menggunakan Desoxycholate Agar untuk mendapatkan hasil optimal:

Langkah 1: Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum memulai, pastikan Anda telah menyiapkan:

  • Bubuk Desoxycholate Agar atau media siap pakai
  • Aquadest steril
  • Erlenmeyer atau botol media
  • Hot plate atau microwave
  • Cawan petri steril
  • Ose atau swab steril
  • Bunsen burner atau laminar air flow

Untuk keamanan kerja maksimal saat menyiapkan media kultur, disarankan menggunakan Fume Hood FHSAO 120 yang dilengkapi sistem ventilasi memadai untuk melindungi pekerja laboratorium dari paparan aerosol berbahaya.

Langkah 2: Pembuatan Media

Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat media Desoxycholate Agar:

  1. Penimbangan: Timbang 51,5 gram bubuk Desoxycholate Agar untuk setiap 1000 mL aquadest
  2. Pencampuran: Masukkan bubuk ke dalam erlenmeyer, tambahkan aquadest, aduk hingga homogen
  3. Pemanasan: Panaskan sambil diaduk hingga mendidih dan agar larut sempurna. Pastikan tidak ada gumpalan
  4. Pendinginan: Dinginkan media hingga suhu sekitar 50-55°C
  5. Penuangan: Tuang media ke dalam cawan petri steril (sekitar 15-20 mL per cawan) dalam kondisi aseptis
  6. Pemadatan: Biarkan media memadat pada suhu ruangan

Catatan Penting: Desoxycholate Agar TIDAK BOLEH disterilisasi dengan autoklaf karena dapat merusak komponen selektifnya. Cukup panaskan hingga mendidih saja.

Langkah 3: Inokulasi Sampel

Setelah media siap, lakukan inokulasi sampel dengan teknik berikut:

  1. Sterilisasi ose: Panaskan ose hingga membara, dinginkan sebentar
  2. Pengambilan sampel: Ambil sedikit sampel (feses, air, atau suspensi makanan)
  3. Penggoresan: Goreskan sampel pada permukaan media dengan teknik streak plate untuk mendapatkan koloni terpisah
  4. Inkubasi: Inkubasi pada suhu 35-37°C selama 18-24 jam

Untuk prosedur yang melibatkan sampel infeksius, penggunaan Fume Hood ABL-FH100 sangat direkomendasikan untuk mencegah kontaminasi silang dan melindungi personel laboratorium.

Langkah 4: Pembacaan Hasil

Setelah masa inkubasi, amati karakteristik koloni yang tumbuh pada media Desoxycholate Agar.

Interpretasi Hasil pada Desoxycholate Agar

Kemampuan menginterpretasi hasil dengan benar merupakan kunci keberhasilan penggunaan Desoxycholate Agar. Berikut panduan lengkapnya:

Koloni Bakteri Fermentasi Laktosa

Bakteri yang mampu memfermentasi laktosa akan menunjukkan karakteristik:

  • Warna: Merah muda hingga merah tua
  • Zona: Mungkin terdapat zona presipitasi bile di sekitar koloni
  • Contoh bakteri: Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Enterobacter

Koloni Bakteri Non-Fermentasi Laktosa

Bakteri yang tidak memfermentasi laktosa akan menunjukkan:

  • Warna: Tidak berwarna, translusen, atau sedikit kekuningan
  • Karakteristik: Koloni jernih tanpa zona presipitasi
  • Contoh bakteri: Salmonella, Shigella, Proteus

Tabel Ringkasan Interpretasi

BakteriFermentasi LaktosaWarna KoloniKarakteristik Lain
Escherichia coliPositifMerah muda-merahKoloni besar, mukoid
SalmonellaNegatifTidak berwarnaKoloni kecil-sedang
ShigellaNegatifTidak berwarnaKoloni kecil, halus
KlebsiellaPositifMerah mudaMukoid, berlendir
ProteusNegatifTidak berwarnaMungkin swarming

Tips Optimalisasi Penggunaan Desoxycholate Agar

Untuk mendapatkan hasil terbaik saat menggunakan Desoxycholate Agar, perhatikan tips berikut:

1. Penyimpanan Media yang Tepat

  • Simpan bubuk media di tempat kering dan sejuk
  • Media yang sudah dituang simpan di suhu 2-8°C
  • Gunakan media dalam waktu 2 minggu setelah pembuatan
  • Hindari paparan cahaya langsung

2. Kontrol Kualitas Media

Sebelum digunakan, lakukan quality control dengan:

  • Pemeriksaan visual (warna, kejernihan, kontaminasi)
  • Pengujian dengan strain kontrol positif dan negatif
  • Pengecekan pH media

3. Teknik Aseptis yang Ketat

Pastikan seluruh prosedur dilakukan dalam kondisi aseptis untuk menghindari kontaminasi. Penggunaan Fume Hood ABL-FH90 dapat membantu menjaga sterilitas area kerja.

4. Inkubasi yang Tepat

  • Gunakan inkubator dengan suhu stabil 35-37°C
  • Jangan melebihi waktu inkubasi 24 jam untuk pembacaan pertama
  • Inkubasi aerobik (dengan oksigen)

Keterbatasan Desoxycholate Agar

Meskipun sangat berguna, Desoxycholate Agar memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipahami:

  • Tidak menghambat semua gram-negatif: Beberapa bakteri gram-negatif non-enterik mungkin tetap tumbuh
  • Variasi strain: Beberapa strain Shigella mungkin terhambat pertumbuhannya
  • Konfirmasi lanjutan: Hasil positif harus dikonfirmasi dengan uji biokimia dan serologi
  • Tidak untuk isolasi primer Salmonella typhi: Direkomendasikan menggunakan media lain yang lebih selektif

Perbandingan dengan Media Selektif Lainnya

Untuk pemahaman lebih komprehensif, berikut perbandingan Desoxycholate Agar dengan media selektif enterik lainnya:

MediaSelektivitasKegunaan Utama
Desoxycholate AgarModeratIsolasi umum Enterobacteriaceae
MacConkey AgarModeratDiferensiasi fermentasi laktosa
SS AgarTinggiIsolasi Salmonella dan Shigella
XLD AgarTinggiDeteksi Salmonella
Hektoen Enteric AgarTinggiIsolasi Salmonella dan Shigella

Standar Keamanan Laboratorium

Saat bekerja dengan sampel biologis dan media kultur seperti Desoxycholate Agar, kepatuhan terhadap standar keamanan laboratorium sangat penting. Menurut pedoman WHO Laboratory Biosafety Manual, beberapa hal yang harus diperhatikan meliputi:

  • Penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap
  • Bekerja dalam biosafety cabinet atau fume hood
  • Dekontaminasi area kerja sebelum dan sesudah prosedur
  • Penanganan limbah biologis sesuai prosedur

FAQ Seputar Desoxycholate Agar

Apakah Desoxycholate Agar perlu diautoklaf?

Tidak, Desoxycholate Agar tidak boleh diautoklaf karena panas berlebih dapat merusak komponen selektifnya, terutama sodium desoxycholate. Cukup panaskan hingga mendidih untuk melarutkan agar, kemudian dinginkan dan tuang ke cawan petri dalam kondisi aseptis.

Berapa lama waktu inkubasi yang optimal untuk Desoxycholate Agar?

Waktu inkubasi optimal untuk Desoxycholate Agar adalah 18-24 jam pada suhu 35-37°C. Pembacaan hasil sebaiknya dilakukan setelah 24 jam. Inkubasi lebih dari 48 jam tidak disarankan karena dapat menyebabkan perubahan karakteristik koloni.

Mengapa koloni pada Desoxycholate Agar berwarna merah?

Koloni berwarna merah pada Desoxycholate Agar menunjukkan bahwa bakteri tersebut mampu memfermentasi laktosa. Proses fermentasi menghasilkan asam yang menurunkan pH media, menyebabkan indikator neutral red berubah warna menjadi merah. Bakteri seperti E. coli dan Klebsiella termasuk dalam kategori ini.

Kesimpulan

Desoxycholate Agar merupakan media selektif dan diferensial yang sangat penting dalam mikrobiologi untuk isolasi bakteri gram-negatif enterik. Dengan memahami cara menggunakan Desoxycholate Agar dengan benar—mulai dari persiapan, inokulasi, hingga interpretasi hasil—laboratorium dapat menghasilkan data yang akurat dan dapat diandalkan.

Keberhasilan penggunaan media ini bergantung pada beberapa faktor kunci: pembuatan media yang tepat tanpa autoklaf, teknik aseptis yang ketat, kondisi inkubasi yang optimal, serta kemampuan interpretasi hasil yang akurat. Dengan mengikuti panduan lengkap dalam artikel ini, diharapkan praktisi laboratorium dapat memaksimalkan potensi Desoxycholate Agar dalam berbagai aplikasi mikrobiologi.

Untuk mendukung prosedur mikrobiologi yang aman dan efektif, pastikan laboratorium Anda dilengkapi dengan peralatan keamanan yang memadai seperti Fume Hood FHSAO 90 untuk melindungi personel dari paparan bahan berbahaya selama bekerja dengan sampel biologis.

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi