Water bath banyak digunakan di laboratorium, biasanya untuk melakukan inkubasi. Tahukah Anda cara menggunakan water bath? Simak informasinya berikut ini.
Apa itu water bath?
Water bath laboratorium atau penangas air digunakan untuk memanaskan sampel di laboratorium. Beberapa aplikasi termasuk mempertahankan garis sel atau memanaskan bahan kimia yang mudah terbakar yang mungkin terbakar jika terkena api terbuka.
Water bath umumnya terdiri dari unit pemanas, ruang stainless steel yang menampung air dan sampel, dan antarmuka kontrol.
Berbagai jenis penangas air menawarkan fungsionalitas tambahan seperti penangas air bersirkulasi yang menjaga suhu lebih merata. Selain itu ada penangas air shaker yang membuat sampel tetap bergerak saat dipanaskan.
Bagaimana cara menggunakan water bath?
Menggunakan water bath sangatlah mudah, tetapi Anda harus melakukannya dengan benar. Itu agar tidak merusak atau membahayakan sampel. Langkah-langkah dasar untuk menggunakan water bath adalah:
- Pastikan area sekitarnya kering dan bersih
- Hubungkan catu daya
- Pastikan air berada pada tingkat yang diinginkan dan cukup tinggi untuk menutupi elemen pemanas
- Nyalakan water bath
- Atur kontrol suhu ke suhu yang diinginkan dan tunggu sampai termostat menunjukkan bahwa itu cukup panas
- Saat memanaskan, masukkan sampel dengan hati-hati. Sensor suhu akan menjaga suhu saat digunakan
- Setelah digunakan, keluarkan sampel dan matikan penangas air.
Baca juga: Mengenal jenis water bath dan komponennya
Bagaimana cara merawat water bath?
Tidak peduli jenis water bath yang Anda gunakan, perawatan yang tepat sangat penting agar water bath bisa digunakan untuk waktu yang lama. Setelah mengetahui cara menggunakan water bath, berikut ini cara untuk merawatnya.
Pertama, Anda harus mempertimbangkan jenis air yang akan Anda gunakan. Air suling bekerja paling baik karena air keran dapat mengandung mineral yang menumpuk seiring waktu.
Kedua, pastikan untuk mengalirkan water bath setiap kali agar tetap dalam kondisi baik. Anda perlu meluangkan waktu untuk membersihkan peralatan ini secara rutin. Untuk membersihkan water bath, pastikan dalam keadaan mati dan keluarkan wadahnya.
Bersihkan segel untuk membersihkan kotoran. Berhati-hatilah agar tidak menumpahkan air ke dalam unit, karena dapat merusak komponen listrik. Jangan pernah menggunakan bahan pembersih korosif pada bak air. Hanya bersihkan water bath dengan kain lembab dan deterjen ringan.
Artikel terkait: Ketahui tentang water bath dan kegunaannya
Apa saja kontrol water bath laboratorium?
Selain cara menggunakan water bath, ada beberapa bagian kontrol water bath. Umumnya water bath laboratorium memiliki berbagai kontrol pada komponennya, yaitu sebagai berikut.
– Pengontrol suhu
Semua water bath memiliki pengontrol suhu yang harus digital atau dial.
– Pengontrol keamanan
Sebagian besar water bath berisi pengontrol keamanan, yang terutama terletak di atas pengontrol suhu atau terkait dengan lampu indikator. Pengontrol keamanan membantu mengatur suhu maksimum yang harus dicapai oleh water bath. Jika water bath dapat mencapai temperatur yang diatur oleh safety controller, maka safety light akan menyala. Tidak mungkin water bath mencapai suhu yang lebih tinggi dari pengaturan keamanan bahkan pengaturan suhu lebih tinggi.
– Pengontrol getar
Pengontrol goncangan hanya ditemukan di shaking water bath. Ini memungkinkan kita untuk mempercepat dan menghentikan atau menyalakan pengocok.
Apa saja aplikasi dari water bath?
Water bath memiliki banyak aplikasi di laboratorium. Berikut ini adalah beberapa aplikasi dari water bath di laboratorium.
- Digunakan untuk inkubasi kultur sel.
- Water Bath juga digunakan sebagai sumber panas untuk bahan kimia yang mudah terbakar.
- Ini digunakan untuk memfasilitasi reaksi kimia.
- Digunakan untuk memanaskan reagen kimia.
- Berguna untuk peleburan beberapa zat.
- Ini digunakan untuk meningkatkan kelarutan beberapa zat yang tidak larut.
Itulah informasi mengenai cara menggunakan water bath. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

