Teknik profilometri memiliki kegunaan untuk mengukur topografi dari suatu permukaan. Ketahui cara kerja profilometer dalam artikel berikut ini.
Apa itu profilometer?
Profilometri merupakan teknik yang digunakan untuk mengekstrak data topografi dari suatu permukaan. Itu dapat berupa satu titik, pemindaian garis, atau juga pemindaian tiga dimensi secara penuh.
Tujuan dari profilometri adalah untuk mendapatkan morfologi permukaan, tinggi langkah dan kekasaran permukaan. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan probe fisik atau dengan menggunakan cahaya. Profilometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur profilometri.
Metrologi adalah ilmu tentang pengukuran. Ada banyak informasi yang sering ditanyakan mulai dari seberapa kasar sampelnya? Seberapa tinggi fiturnya? Berapa banyak area yang memiliki rongga atau partikel? Apa kepadatan cacat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan mudah melalui pengukuran dengan menggunakan profilometri.
Bagaimana cara kerja profilometer?
Semua profilometer terdiri dari setidaknya dua bagian, yaitu detektor dan sample stage. Detektor inilah yang menentukan di mana titik-titik pada sampel berada. Sementara sample stage adalah yang menahan sampel.
Dalam beberapa sistem, sample stage bergerak untuk memungkinkan pengukuran. Di sistem lain, detektor bergerak dan di beberapa lainnya keduanya bergerak.
Apa saja jenis profilometer?
Ada dua jenis profilometer, yaitu stylus vs optik. Profilometer stilus menggunakan probe untuk mendeteksi permukaan. Secara fisik menggerakkan probe di sepanjang permukaan untuk memperoleh ketinggian permukaan.
Ini dilakukan secara mekanis dengan loop umpan balik yang memantau gaya dari sampel yang mendorong probe saat memindai sepanjang permukaan.
Sistem umpan balik digunakan untuk menjaga lengan dengan jumlah torsi tertentu di atasnya, yang dikenal sebagai ‘setpoint’. Perubahan posisi Z dari arm holder kemudian dapat digunakan untuk merekonstruksi permukaan.
Profilometri Stylus
Cara kerja profilometer stylus memerlukan umpan balik gaya dan menyentuh permukaan secara fisik. Jadi meskipun sangat sensitif dan memberikan resolusi Z tinggi, stilus sensitif terhadap permukaan lunak dan probe dapat terkontaminasi oleh permukaan. Teknik ini juga dapat merusak beberapa permukaan.
Karena profilometer stylus melibatkan gerakan fisik di X, Y, dan Z sambil mempertahankan kontak dengan permukaan, ini lebih lambat daripada teknik non-kontak. Ukuran dan bentuk ujung stylus dapat mempengaruhi pengukuran dan membatasi resolusi lateral.
Profilometri Optik
Profilometri optik menggunakan cahaya alih-alih probe fisik. Ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Komponen kunci dari teknik ini adalah mengarahkan cahaya sedemikian rupa sehingga dapat mendeteksi permukaan dalam 3D.
Contohnya termasuk interferensi optik, menggunakan aperture confocal, deteksi fokus dan fase, dan memproyeksikan pola ke gambar optik.
Itulah sedikit informasi mengenai cara kerja profilometer dan jenisnya. Syaf Unica Indonesia menyediakan VersaSCAN-OSP Non-contact Optical Surface Profiler yang bisa Anda beli melalui website.
Alat ini memetakan perbedaan topografi untuk mengkarakterisasi lubang korosi, sensor, dan lainnya. Ini juga dapat membuat peta topografi untuk integrasi teknologi probe pemindaian lainnya dalam Mode Jarak Konstan.
Selain itu, menggunakan sebagai mekanisme leveling yang sangat akurat sebelum teknik probe pemindaian lainnya. Segera dapatkan VersaSCAN-OSP Non-contact Optical Surface Profiler di Syaf Unica Indonesia.

