Keberadaan autoklaf memiliki peran penting di laboratorium. Autoklaf dibutuhkan untuk melakukan sterilisasi terhadap berbagai peralatan di laboratorium. Hal tersebut agar proses penelitian tidak mengalami kontaminasi mikroorganisme. Berikut ini informasi mengenai cara kerja autoklaf.

https://techsafety.com/
Ketahui pengertian dan fungsi autoklaf
Autoklaf atau autoclave merupakan perangkat laboratorium yang berupa mesin steam. Autoklaf memiliki kegunaan untuk mensterilkan berbagai peralatan laboratorium. Autoklaf bekerja menggunakan uap dalam melakukan sterilisasi. Hal tersebut agar virus, bakteri, jamur, dan organisme lainnya dapat mati.
Autoklaf memiliki fungsi yang sangat penting di laboratorium. Beberapa fungsi autoklaf berikut ini perlu Anda ketahui:
- Melakukan sterilisasi pada wadah dan benda-benda laboratorium yang akan digunakan untuk melakukan penelitian.
- Mematikan limbah medis dari bahan-bahan berbahaya sebelum dibuang.
- Mensterilkan peralatan medis yang digunakan pada bidang kedokteran.
- Mensterilkan media yang digunakan untuk melakukan uji mikrobiologi.
Cara Kerja Autoklaf
Autoklaf melakukan sterilisasi dengan proses penguapan. Dalam prosesnya, autoklaf melalui tiga fase dalam sterilisasi. Berikut ini adalah fase sterilisasi dengan autoklaf.
Fase Pengkondisian
Pada proses sterilisasi dengan autoklaf, proses pertama yang dilewati yaitu fase pengkondisian. Sistem vakum akan menyala apabila objek yang akan disterilkan telah dimasukkan ke dalam autoklaf. Udara dalam autoklaf akan dibuang oleh vakum. Hal itu karena udara dalam autoklaf dapat menghambat proses sterilisasi.
Autoklaf akan menghasilkan uap. Uap tersebut memaksa udara yang ada di dalam autoklaf untuk keluar. Setelah itu, autoklaf akan memasuki fase selanjutnya yaitu fase paparan.
Fase Paparan
Ketika udara dalam autoklaf sudah dibuang, maka saluran sterilisasi akan tertutup. Autoklaf akan terus mengeluarkan uap sehingga tekanan dan suhu di dalam autoklaf meningkat. Ketika itu pula terjadi paparan di mana barang-barang dalam autoklaf yang akan disterilkan didiamkan selama beberapa waktu dan dibiarkan terpapar uap.
Cara kerja autoklaf menggunakan paparan uap tersebut untuk membunuh sisa bakteri dan sel lainnya yang menempel pada objek yang disterilkan, sehingga dapat dibersihkan secara menyeluruh dan bebas paparan.
Fase Pembuangan
Apabila seluruh barang sudah terpapar uap dan disterilkan di dalam autoklaf selama beberapa waktu, kini autoklaf melewati fase terakhir yaitu fase pembuangan.
Pada fase pembuangan, uap yang mengumpul di dalam autoklaf akan dibuang. Barang-barang yang telah disterilkan perlu didiamkan agar uapnya hilang dan hingga benar-benar kering. Barang-barang yang sudah steril dan kering tersebut sudah dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
Peringatan penggunaan autoklaf
Penggunaan autoklaf memang terbilang cukup mudah, meskipun begitu ada beberapa peringatan yang perlu diketahui demi keselamatan selama proses sterilisasi dengan autoklaf.
- Tidak memasukkan bahan yang kedap air atau barang yang tidak tahan panas ke dalam autoklaf.
- Barang yang akan disterilkan dengan autoklaf perlu ditempatkan pada wadah yang sekunder.
- Ketika mesin sedang dalam kondisi aktif, penutup autoklaf tidak boleh dibuka.
- Sisi bagian dalam autoklaf tidak boleh tersentuh oleh barang-barang yang diletakkan dalam autoklaf.
- Batasan muatan barang yang dapat dimasukkan ke dalam autoklaf untuk melakukan satu kali proses sterilisasi perlu diperhatikan.
Semoga informasi mengenai cara kerja autoklaf bisa menambah wawasan Anda. Syaf Unica Indonesia menjual Mesin Sterilisasi Autoclave Labtech LAC-5065-SP untuk memenuhi kebutuhan Anda. Anda bisa melakukan pembelian melalui website kami atau klik di sini untuk informasi produk selengkapnya https://syaf.co.id/product/mesin-sterilisasi-autoclave/.
WEBSITE || SYAF.CO.ID

