Bagaimana Islam Membahas Kesehatan Mental?

pandangan islam tentang kesehatan mental

Kesehatan mental tidak boleh dianggap sepele. Banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental dan berdampak pada hari-harinya. Berikut ini adalah bagaimana pandangan Islam tentang kesehatan mental.


Apa itu kesehatan mental?

Dalam Islam, kesehatan mental, mirip dengan kesehatan fisik. Itu merupakan aspek yang sangat penting dalam kesejahteraan seseorang, karena merupakan bagian integral dari menjalani kehidupan yang sehat dan seimbang. 

Ulama juga telah menyoroti pentingnya menjaga pikiran seseorang. Selain itu, memasukkan pelestarian pikiran sebagai salah satu elemen kunci dan esensial yang harus dilindungi. 

Pikiran yang sehat penting bagi seseorang untuk menjalankan kewajiban duniawi dan agama. Jika diabaikan dan tidak dirawat, hal itu dapat menyebabkan masalah kesehatan mental.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan gangguan mental sebagai gangguan pada kesehatan mental seseorang yang sering ditandai dengan beberapa kombinasi pikiran, emosi, perilaku, dan hubungan yang bermasalah dengan orang lain. 

Statistik WHO menunjukkan bahwa pada November 2019, setidaknya 379 juta orang di seluruh dunia menghadapi masalah kesehatan mental, mulai dari depresi hingga skizofrenia. 

Kesehatan mental tidak terbatas pada masalah emosional. Misalnya, jika pasangan mengalami kesulitan bergaul; jika orang tua dan anak-anak mengalami kesulitan melihat mata ke mata.

Atau jika seseorang berkinerja buruk di sekolah atau tempat kerja; maka seorang konselor atau terapis mungkin dapat membantu membimbing orang tersebut untuk memecahkan masalah mereka. Terkait masalah ini, pandangan Islam tentang kesehatan mental sudah diatur semuanya.

Baca juga: Mengapa perlu melakukan pemeriksaan kesehatan reguler?

Apa saja masalah kesehatan mental yang umum?

Belakangan ini masalah kesehatan mental sedang menjadi perhatian. Berikut ini adalah beberapa masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh seseorang:

Stres

Ini didefinisikan sebagai respons tubuh terhadap permintaan. Stres dapat menyebabkan gangguan fisik, emosional, dan perilaku. Stres dapat mempengaruhi kesehatan dan ketenangan pikiran, serta hubungan pribadi dan profesional. 

Terlalu banyak stres dapat menyebabkan penyakit yang relatif ringan seperti insomnia, sakit punggung, atau sakit kepala. Itu juga dapat berkontribusi pada penyakit yang berpotensi mengancam jiwa seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Gangguan kecemasan umum

Perasaan takut atau khawatir yang berlebihan tentang hal-hal yang tidak tergantung pada peristiwa penyebab stres. Gejala umum termasuk masalah seperti tidur, perasaan panik, tangan dingin atau berkeringat, mulut kering, sesak napas, dan tidak bisa tetap tenang.

Serangan panik

Serangan tiba-tiba dari rasa takut dan ketidaknyamanan yang intens yang mencapai puncaknya dalam beberapa menit dan mencakup 4 gejala berikut: 

  • peningkatan detak jantung, gemetar, berkeringat, mual, perasaan tersedak, nyeri dada, pusing, 
  • takut kehilangan kendali, takut mati, 
  • perasaan tidak nyata,
  • mati rasa atau kesemutan.

Major depressive disorder 

Ini merupakan perasaan putus asa dan putus asa terus-menerus. Terdiri dari kombinasi gejala yang mempengaruhi kemampuan sehari-hari individu untuk bekerja, tidur, makan, dan menikmati hal-hal dalam hidup. Hal itu dapat terjadi hanya sekali, tetapi lebih sering muncul beberapa kali sepanjang hidup individu.

Masalah Perkawinan

Perselisihan umum antara pasangan, anggota keluarga yang melibatkan kekerasan fisik dan/atau kekerasan psikologis.

Bagaimana mengatasi masalah kesehatan mental?

Bagi kita yang mungkin menghadapi masalah kesehatan mental, atau sedang menghadapi kecemasan dan kenegatifan.

Salah satu dari banyak cara yang dapat kita coba untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan mengambil pendekatan yang seimbang antara spiritualitas dan kepraktisan.

Dari perspektif spiritual, pandangan Islam tentang kesehatan mental dan cara mengatasinya yaitu kita dapat merujuk dan berhubungan dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan sunnah dengan menginternalisasi makna ayat-ayat dan sunnah nabi. 

Selain itu, menerima kemanusiaan dan kelemahan kita, mengakui kekuasaan Allah, dan tidak pernah menyerah pada rahmat-Nya. Mereka yang selalu mengingat Allah akan menemukan kebahagiaan dan kelegaan.

Dari sudut pandang praktis, seseorang yang mengalami masalah kesehatan mental sangat dianjurkan untuk mencari bantuan dan pengobatan profesional. 

Sementara itu, apabila kita yang mengetahui individu yang menghadapi masalah kesehatan mental, dorong dan dukung mereka sepanjang perjalanan mereka, alih-alih menghindarinya.

Semoga informasi mengenai pandangan Islam tentang kesehatan mental bisa bermanfaat. Dapatkan berbagai peralatan kesehatan di Syaf Unica Indonesia.

Sumber:

https://muslimmentalhealth.com/islam-mental-health/

https://muslim.sg/articles/what-does-islam-say-about-mental-health

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi