
https://edu.rsc.org/
Kromatografi Lapis Tipis merupakan salah satu metode yang biasanya sering dilakukan di laboratorium. Metode ini dilakukan dengan menotolkan sampel pada fase diam lalu dimasukkan ke dalam fase gerak.
Penotolan sampel biasanya dilakukan secara manual menggunakan pipa kapiler. Namun ada alat yang dapat digunakan untuk menotolkan sampel KLT dalam jumlah banyak, yaitu aplikator sampel Kromatografi Lapis Tipis. Berikut ini informasi selengkapnya.
Ketahui Tentang Kromatografi Lapis Tipis
Kromatografi Lapis Tipis (KLT) atau Thin Layer Chromatography (TLC) merupakan metode berbasis afinitas yang dilakukan untuk memisahkan senyawa dalam campuran. KLT merupakan metode pemisahan yang berguna untuk analisis sampel kualitatif maupun kuantitatif.
KLT dapat digunakan untuk menganalisis semua kelas zat mulai dari pestisida, steroid, alkaloid, lipid, nukleotida, karbohidrat, glikosida, hingga asam lemak. KLT terdiri dari dua fase yaitu fase diam dan fase gerak.
Fase diam pada KLT biasanya berupa lapisan bahan penyerap tipis seperti silika gel atau alumunium oksida yang dilapisi pada permukaan plat inert seperti alumunium, kaca, dan plastik. Sampel yang akan dianalisis ditotolkan pada salah satu ujung plat menggunakan pipa kapiler. Bisa juga dengan cara yang semi otomatis, sampel ditotolkan menggunakan aplikator sampel Kromatografi Lapis Tipis.
Plat yang telah ditotoli sampel tersebut diletakkan secara vertikal pada Chamber tertutup yang berisi pelarut organik (fase gerak). Fase gerak nantinya akan bergerak ke atas plat dengan adanya gaya kapiler sehingga komponen sampel akan bermigrasi.
Jarak migrasi komponen sampel tersebut bergantung pada afinitas diferensial ya untuk fase diam dan fase gerak. Apabila pelarut sudah mencapai batas atas plat, maka plat dikeluarkan dari chamber dan dikeringkan.
Komponen senyawa yang terpisah pada sampel tersebut akan menimbulkan noda pada plat. Dari noda tersebut nantinya akan dihitung nilai Rf (Retention Factor) atau faktor retensi.
Prinsip Kromatografi Lapis Tipis
Prinsip kerja dari KLT yaitu komponen campuran dipisahkan antara fase diam dan fase gerak berdasarkan perbedaan afinitas di antara kedua fase tersebut. Senyawa yang memiliki afinitas lebih tinggi daripada fase diam akan bergerak lambat.
Sedangkan senyawa yang memiliki afinitas lebih rendah dari fase diam akan bergerak cepat. Ketika pemisahan telah selesai, komponen senyawa akan terpisah dari campuran dan membentuk noda plat dengan jarak yang berbeda.
Faktor retensi (Rf) pada Kromatografi Lapis Tipis
Faktor retensi merupakan jarak yang ditempuh oleh masing-masing komponen dibagi dengan total jarak yang ditempuh oleh pelarut. Nilai Rf berada pada rentang antara nol dan satu. Apabila suatu senyawa mengikat adsorben pada fase diam dengan kuat, maka ia akan semakin lambat bermigrasi ke atas plat KLT.
Adsorben KLT memiliki sifat polar. Senyawa yang bersifat non polar akan lebih cepat bergerak ke atas plat, sehingga menghasilkan nilai Rf yang tinggi. Sebaliknya, senyawa yang polar akan bergerak lambat sehingga nilai Rf-nya lebih rendah
Aplikasi dari Kromatografi Lapis Tipis
Pengujian menggunakan KLT banyak dilakukan di berbagai bidang penelitian, seperti farmasi, toksikologi lingkungan, uji klinis, analisis air, pestisida, kosmetik, dan makanan. Berikut ini adalah beberapa contoh pengaplikasian dari KLT:
- Untuk menganalisis residu obat dan antibiotik dalam sampel makanan dan lingkungan
- Untuk mengidentifikasi dan kuantifikasi bahan, warna, pemanis, dan pengawet yang digunakan pada produk makanan dan kosmetik
- Sebagai kontrol kualitas dan pengujian kemurnian formulasi farmasi
- Untuk melakukan skrining cepat sebelum melakukan HPLC
Aplikator sampel Kromatografi Lapis Tipis

Pada analisis menggunakan KLT dengan menggunakan alat konvensional dan masih manual, penotolan sampel biasanya digunakan menggunakan pipa kapiler. Namun untuk skala yang lebih besar, penotolan sampel biasanya dilakukan menggunakan aplikator sampel Kromatografi Lapis Tipis.
Analtech – A87-30i SPOTON TLC SAMPLE APPLICATOR merupakan alat semi otomatis yang digunakan untuk menotolkan sampel pada plat KLT. Alat ini dapat digunakan untuk menotolkan 18 sampel, sehingga Anda tidak perlu lagi menotolkan sampel satu persatu.
Alat ini memiliki jarum suntik dengan ujung jarum berbahan teflon yang tumpul. Jarum ini dapat meningkatkan reproduksibilitas dan juga untuk membantu menghilangkan masalah kontaminasi logam ke kaca.
Anda bisa mendapatkan aplikator sampel Kromatografi Lapis Tipis Analtech – A87-30i SPOTON TLC SAMPLE APPLICATOR di Syaf Unica Indonesia. Lakukan pemesanan dengan mengunjungi website syaf.co.id. Kami akan melayani Anda secara online selama 24 setiap harinya.
