Apakah yang Dimaksud Baju Hazmat?

|

Meta Deskripsi: Pandemi Covid-19 yang mulai merebak sejak Desember 2019 lalu pemerintah menggalakkan peraturan penggunaan Hazmat secara luas oleh para tenaga kesehatan. Apakah anda salah satu tenaga kesehatan tersebut? Lihat penawaran menarik kami!

|

Pandemi Covid-19 yang mulai merebak sejak Desember 2019 lalu memang benar-benar memberikan dampak dan membawa perubahan bagi seluruh dunia. Semua lini kehidupan masyarakat mendapatkan impact dari pandemic ini. Mulai dari penerapan work from home, pembatasan social skala besar berkala (PSBB) dan protokol kesehatan lainnya telah diterapkan dimana-mana dan diterapkan dengan melibatkan badan kepolisian dan keamanan di negara masing-masing selaku pengawas.

Bahkan berjalan-jalan di luar rumah tanpa memakai masker telah ditetapkan menjadi suatu bentuk pelanggaran hukum. Tentunya garda terdepan yang berhadapan langsung pandemic ini adalah tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan.

Tren Penggunaan Hazmat

Protokol kesehatan yang diterapkan diseluruh dunia mengharuskan petugas medis untuk mengenakan baju khusus yg diberi nama baju hazmat, dalam mengemban tugasnya memerangi Covid-19 dengan berhadapan lansung dengan para pasien yang terjangkit virus tersebut.

Sejak Pandemi Covid-19 merebak diseluruh dunia, pakaian hazmat mulai popular di kalangan tenaga medis seluruh dunia. Kata Hazmat adalah singkatan dari “hazardous material” artinya material berbahaya. Pakaian hazmat dapat melindungi dari penyakit yang menular lewat udara. Namun, pakaian ini tidak hanya terbatas dikalangan medis saja, tetapi juga untuk tenaga profesi lain yang beresiko terkena paparan zat berbahaya seperti zat kimia biologis hingga radioaktif.

Baju hazmat adalah pakaian yang menutupi keseluruhan tubuh yang di design khusus untuk melindungi dari zat-zat berbahaya baik ancaman zat kimiawi, radioaktif,  maupun biologis. Pakaian ini termasuk APD (Alat Pelindung Diri) yang biasanya juga dilengkapi dengan kacamata pelindung, sarung tangan dan sepatu khusus. Baju pelindung ini memiliki sifat impermeable terhadap cairan dan gas yang berarti baju hazmat ini dapat mencegah air dan gas memasuki area dalam. Dengan kata lain, droplet dari luar tidak beresiko menyentuh langsung tubuh pengguna.

Standarisasi APD

Pada umumnya ada 3 standar yang digunakan pada hazmat yakni: standar WHO menggunakan uji standarisasi ASTM, ISO, DIN, AATC, NFPA dan EN ISO, standard Uni Eropa menggunakan standar DIN EN ISO, dan standar SNI yang digunakan hanya di Indonesia dan sesuai dengan ISO. Tolak ukur dari spesifikasi APD tersebut termasuk resistensi terhadap penetrasi cairan dan virus, ketahanan terhadap disinfektan serta sinar infrared, kuat tangguh dan nyaman di badan serta tidak mempersulit pernapasan.

Dengan adanya pandemic ini tentu saja permintaan produksi baju hazmat di seluruh dunia meningkat drastis. Tetapi tidak bisa kita pungkiri banyak oknum-oknum produsen hazmat yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan.

Jika anda tenaga medis yang mencari hazmat murah dan berkualitas anda dapat mengunjungi website kami dan langsung memesannya di website https://syaf.co.id/ Produk kami memiliki spesifikasi yang telah memenuhi standard bahan untuk baju hazmat seperti Fluid Repellent, memiliki Zipper buatan pabrik resleting terkenal yaitu YKK (Yoshida Kougyo Kabushiki), mempunyai ketebalan gramasi bahan 75 Gsm, Serta terbuat dari bahan karet bertipe Elastic Lycra Polyester Non Latex.

Selain memiliki sifat Fluid Repellent yaitu sifat anti tembus cairan seperti darah, droplet, atau keringat dan juga memiliki sifat Antimicrobacterial atau anti bau badan jadi sangat cocok untuk para tenaga medis di garda depan sehingga badan tetap higienis dari bakteri keringat. Memiliki sertifikat antimicrobacterial seperti FDA, EN 14683: 2014, dan Sanitized AG Test: AATCC 147.2011. Baju hazmat ini juga dapat dicuci dengan sabun antiseptic seperti detol atau lifebuoy.

Cara mencucinya yaitu:

  1. Semprot dengan cairan disinfektan setiap selesai pemakaian.
  2. Cuci dengan air dingin dengan detergen biasa, meskipun warnanya putih jangan pernah memakai pemutih.
  3. Jemur di bawah sinar matahari.
  4. Jika ingin disetrika, sertika dengan suhu panas medium atau rendah.
  5. Hindari pencucian dry clean atau di laundry.
  6. Sarung sepatu tidak boleh disetrika.
  7. APD hanya dapat dicuci hingga 10 kali.

Sekian info mengenai baju Hazmat untuk tenaga kesehatan yang sedang menghadapi covid 19 ini, jangan lupa untuk memilih baju Hazmat kualitas tinggi dari syaf yang telah lolos sertifikasi antibacterial sehingga cocok untuk para pejuang covid garda depan.

 

WEBSITE : SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi