Meta deskripsi: Salah satu cara untuk memperbanyak segemen DNA adalah melalui proses polymerase chain reaction (PCR). Proses tersebut biasanya dilakukan dengan Thermo Cycler.

Peralatan yang berkualitas di dalam laboratorium dapat membantu mendapatkan hasil yang berkualitas pula. Salah satu alat tersebut adalah thermo cycler. Thermo cycler ini bisa digunakan bagi para peneliti di laboratorium maupun untuk mahasiswa yang sedang belajar meneliti di laboratorium. Berikut ini beberapa informasi mengenai apa itu thermo cycler dan kegunaannya di laboratorium.
Pengertian Thermo Cycler
Thermo cycler adalah alat yang biasa ditemukan di laboratorium yang sering kali disebut sebagai thermal cycler. Ada juga yang menyebut alat ini sebagai mesin polymerase chain reactin (PCR) dan ada juga yang menyebutnya sebagai amplifier DNA. Sesuai dengan beragamnys sebutan, alat ini merupakan alat yang paling umum digunakan untuk memperbanyak segmen DNA melalui proses polymerase chain reactin (PCR).
Polymerase chain reactin (PCR) sendiri merupakan salah satu teknik yang paling umum digunakan oleh para peneliti pada bidang molekuler biologi dan genetika dengan cara mengadakan potongan DNA tertentu dengan bantuan enzim. Adapun inti dari prinsip kerja PCR ini adalah perulangan siklus atau cycle untuk melipat gandakan DNA. Sedangkan prosesnya berupa Denaturation (denaturasi), Annealing, dan Elongation (elongasi).
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih target yang akan diamplifikasi adalah stabilitas genetik dari target. Oleh karena itu, penggunaan alat ini atau proses ini harus diawasi oleh pihak yang berkompeten. Misalnya penyiapan atau preparasi menggunakan alat lainnya seperti mikropipet, vortex mixer, laminar air flow, bio safety cabinet, centrifuge dan lainnya.
Fungsi Thermo Cycler
Alat yang memiliki berbagai macam sebutan ini juga memiliki beberapa fungsi atau kegunaan dalam laboratorium. Namun, penggunaan alat ini tidak terlepas dari seputar DNA. Berikut ini ada beberapa fungsi dari alat thermo cycler.
- Memperbanyak segmen DNA melalui proses polymerase chain reactin (PCR). Hal ini dikarenakan alat ini dapat mengontrol suhu baik itu secara naik dan turun sesuai dengan program yang dimasukan kedalam komputer PCR tersebut, sehingga proses polymerase chain reaction (PCR) terjadi.
- Fasilitator reaksi lain yang membutuhkan reaksi yang sensitif terhadap suhu, termasuk reaksi enzim restriksi atau diagnosa yang cepat.
- Penampung reagensia dikarenakan alat ini dilengkapi blok termal dengan lubang yang dapat menampung tabung reaksi (tube) dimana yang menampung reagensia.
Salah satu alat thermo cycler atau alat PCR ini adalah SC300t Supercycler Trinity Triple Zone PCR Thermal Cycler. Supercycler Trinity Triple merupakan salah satu alat yang dibutuhkan untuk penelitian terkait DNA di laboratorium. Alat ini bisa digunakan untuk peneliti maupun untuk mahasiswa dalam melakukan studinya.
Alat ini memiliki spesifikasi dengan standar industri yakni dapat melakukan pemanasan dan pendinginan aktif yang berkinerja tinggi menggunakan 6 elemen peltier berkualitas yang disusun sebagai 3 zona kontrol. Selain itu, waktu yang diperlukan untuk naik turun suhu lebih cepat 5 °C/ detik panas dan dingin biasa antara denat adan aneal (blok).
Alat yang bisa dihubungkan menggunakan USB dengan komputer yang berbasis windows ini, memiliki pengontrol grafis dengan layar sentuh yang berukutan 7 inci. Tidak hanya itu saja, alat ini juga memiliki memori internal sebesar 256MB sehingga cukup untuk menyimpan kurang lebih 10.000 profil.
WEBSITE : SYAF.CO.ID
