Alat Penganalisis Sedimen Urin dan Rekomendasinya

|

Analisis urin dilakukan untuk mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan. Salah satu analisis yang dilakukan yaitu analisis sedimen urin. Analisis ini merupakan tahapan akhir dari analisis urin lengkap. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

|

https://www.belmarrahealth..com

Analisis sedimen urin

Analisis urin adalah salah satu tes yang paling banyak diminta di laboratorium klinis. Tes ini meliputi analisis fisik, kimia dan mikroskopis urin. Tes urin memungkinkan pengamatan sedimen urin (AS) untuk mencari elemen yang terbentuk (cor seluler, leukosit, dll) dengan kegunaan diagnostik yang berbeda.

Analisis sedimen urin adalah tahap akhir dari urinalisis lengkap. Tes ini dapat mengkonfirmasi temuan yang dicurigai dari tahap analisis sebelumnya serta memfasilitasi inspeksi visual struktur dalam sampel, misalnya Gips, sel atau kristal.

Sebelum memeriksa sedimen, urin harus disentrifugasi atau “diputar” untuk memekatkan sampel. Proses ini akan memisahkan sampel menjadi dua bagian yaitu supernatan dan sedimen.

Cara kerja analisis sedimen urin

Untuk melakukan pemeriksaan sedimen urin, volume standar urin disentrifugasi dalam sentrifus kecepatan rendah (misalnya 250 g selama 5 menit), meskipun teknik lain juga dapat digunakan, seperti sedimentasi gravitasi di pelat sumur mikro.

Supernatan dituang (dengan inversi cepat sekali) atau dikeluarkan dengan pipet plastik dan urin disuspensikan kembali dengan hati-hati dalam volume standar (0,5 ml) supernatan urin dengan pipet.

Setetes urin yang diresuspensi ditempatkan pada kaca objek, ditutup kacanya, dan diperiksa di bawah mikroskop cahaya menggunakan objektif 10x dan 40x (hal tersebut sering disebut “persiapan basah”).

Pencahayaan yang redup diperlukan untuk meningkatkan refraktifitas elemen urin yang tidak diwarnai (menurunkan kondensor dan/atau menutup diafragma iris subtahap). Pada beberapa instansi ada yang menggunakan metode perwarnaan.

Ada pula yang tidak menggunakan pewarnaan untuk menyoroti konstituen urin, hanya dengan memeriksa sedimen urin yang tidak bernoda. Biasanya digunakan mikroskop fase kontras yang memfasilitasi pemeriksaan (membantu membedakan gips dari lendir atau bakteri dari bahan partikulat amorf, membantu mengidentifikasi gips hialin).

Rekomendasi alat untuk analisis sedimen urin

|
Syaf Unica Indonesia memiliki rekomendasi alat yang digunakan untuk menganalisis sedimen urin yaitu FDI USA-40 Urine Sediment Analyzer. Alat ini memiliki teknologi machine vision yang dapat secara otomatis untuk mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menghitung unsur-unsur yang terbentuk dalam urin menggunakan mikroskop metode morfologi otomatis.

FDI USA-40 Urine Sediment Analyzer dapat digunakan untuk melakukan berbagai pemeriksaan, diantaranya yaitu RBC normal, standing RBC, RBC dismorfik, WBC normal, wbcc, sel nanah, gips Hyaline, gips granular, sperma, kristal kalsium, bakteri kristal oksalat, dan masih banyak lagi.

Alat ini memiliki produktivitas yang tinggi yaitu dapat menganalisis 30 sampel tiap jamnya. Sampelnya merupakan urin asli tanpa perlu melakukan sentrifugasi. Alat ini dapat melakukan analisis pada volume sampel urin minimal 2mL dan volume injeksi minimal 0,5 mL.

FDI USA-40 Urine Sediment Analyzer memiliki tampilan komunikasi dua arah yang dapat dihubungkan dengan penganalisis kimia kering, printer, dan sistem manajemen rumah sakit.

Untuk mendapatkan FDI USA-40 Urine Sediment Analyzer, Anda dapat membelinya melalui website kami. Selain alat penganalisis sedimen urin, kami juga menyediakan berbagai alat kesehatan lainnya. Terkait dengan kualitas, Anda tidak perlu ragu karena kami hanya menyediakan produk yang berkualitas baik.

Semoga informasi yang kami sajikan mengenai alat penganalisis sedimen urin bisa bermanfaat. Ikuti selalu media sosial kami untuk mendapatkan berbagai informasi.

 

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi