Alasan Mengapa Instrumen Bedah Terbuat dari Logam

|

Ada banyak pertimbangan yang berbeda ketika memilih bahan untuk digunakan dalam industri medis. Lagi pula, pilihan bahan yang salah dapat menyebabkan konsekuensi yang menghancurkan. Alasan mengapa instrumen bedah terbuat dari logam bisa Anda temukan dalam artikel ini.

|

https://centreforweightloss.com..au

Logam yang digunakan untuk instrumen bedah

Terdapat beberapa jenis logam yang digunakan untuk pembuatan instrumen bedah. Logam yang paling umum digunakan untuk instrumen bedah adalah:

  • Besi tahan karat
  • Titanium
  • Tantalum
  • Platina
  • Paladium

Alasan instrumen bedah terbuat dari logam

Jenis logam yang berbeda memiliki sifat yang sangat berbeda. Menemukan properti terbaik yang sesuai dengan kebutuhan setiap jenis peralatan bedah sangat penting. Beberapa masalah yang perlu dipertimbangkan dalam memilih instrumen bedah terbuat dari logam yaitu:

Keuletan dan kelenturan

Logam harus relatif lunak sehingga dapat dibentuk tanpa menyebabkan cacat. Namun, itu tidak boleh terlalu lunak karena perlu mempertahankan bentuknya setelah diproduksi. Tergantung pada instrumen/aplikasinya, logam yang digunakan mungkin juga harus cukup ulet.

Banyak instrumen bedah yang panjang dan tipis, misalnya pisau bedah, tang, gunting, dan lainnya. Instrumen tersebut tidak boleh putus selama operasi. Modulus terendah yang dibutuhkan untuk instrumen bedah adalah 100GPa.

Kemampuan untuk menahan suhu tinggi

Instrumen bedah dikenakan dalam suhu tinggi selama proses sterilisasi. Alat-alat tersebut disterilkan dengan dipapari uap panas pada suhu minimal 121 derajat Celcius selama minimal 30 menit. Harus ada perubahan dimensi minimum pada instrumen setelah sterilisasi berulang.

Keausan

Ahli bedah membutuhkan instrumen yang berfungsi dengan benar setiap kali digunakan. Keausan mempengaruhi instrumen bedah karena setelah penggunaan tertentu mereka tidak akan berfungsi sesuai kebutuhan. Misalnya gunting menjadi tumpul dan tidak mudah memotong jaringan.

Ketahanan terhadap korosi

Instrumen bedah semakin terpapar cairan tubuh, air keran, dan pembersih. Cairan tubuh seperti darah atau nanah umumnya mengandung ion klorida yang dapat menimbulkan korosi pada instrumen.

Mereka juga dicuci di bawah air keran untuk menghilangkan cairan tubuh dari mereka. Air mungkin mengandung konsentrasi tinggi mineral seperti klorin, natrium dan magnesium. Ini dapat menyebabkan noda dan korosi yang parah jika dibiarkan menempel pada instrumen. Rumah sakit umumnya menggunakan air suling untuk menghilangkan sebagian masalah.

Berbagai pembersih digunakan untuk membersihkan instrumen dari bakteri dan infeksi. Mereka bisa berupa larutan basa atau larutan asam dengan pH yang bervariasi. Larutan asam/basa ini, seiring waktu, dapat menimbulkan korosi pada instrumen bedah.

Biokompatibilitas

Secara sederhana, biokompatibilitas adalah kesesuaian bahan dengan jaringan hidup. Bahan biokompatibel tidak menghasilkan respons toksik atau imunologis saat terpapar ke tubuh atau cairan tubuh.

Unsur-unsur seperti nikel, kromium, dan kobalt cenderung menyebabkan masalah alergi dan hipersensitivitas jaringan. Instrumen bedah terbuat dari logam harus memiliki sifat biokompatibilitas.

Sifat Magnetik

Instrumen bedah terkadang dikenai medan magnet di ruang operasi seperti dari MRI, yang menghasilkan medan magnet ~1,5 Tesla. Medan magnet ini dapat mempengaruhi instrumen bedah dalam berbagai cara termasuk:

  • Gerakan tidak diinginkan yang disebabkan oleh interaksi medan magnet (yaitu efek rudal)
  • Pemanasan instrumen karena deposisi daya frekuensi radio (RF)
  • Artefak yang terkait dengan penggunaan instrumen

Instrumen non-magnetik seperti baja tahan karat, paduan titanium, dan lainnya direkomendasikan di lingkungan seperti itu.

Silau

Dengan anodizing instrumen bedah, produsen mengubah sifat permukaan logam. Hal ini membuat instrumen bedah tidak reflektif. Ketika ahli bedah/operator lab bekerja di bawah lampu operasi atau mikroskop, permukaan anti-silau penting.

Ergonomi

Instrumen bedah yang ringan lebih mudah ditangani, terutama selama prosedur bedah yang lama, pembedahan, atau saat melakukan tugas yang berulang. Ini berarti bahwa alat bedah titanium lebih cocok daripada rekan-rekan stainless steel mereka.

Dalam hal instrumen biomedis, tidak semua logam cocok untuk pekerjaan itu, terutama logam dasar. Faktanya, sebagian besar instrumen bedah terbuat dari paduan logam. Baja tahan karat secara tradisional menjadi paduan logam pilihan, tetapi ada alternatif bila diperlukan.

Itulah informasi mengenai instrumen bedah terbuat dari logam. Anda bisa mendapatkan berbagai instrumen bedah di Syaf Unica Indonesia. Hubungi costumer service kami untuk informasi produk lainnya.

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi