Agar EMB digunakan sebagai media untuk menumbuhkan atau kultur bakteri. Selengkapnya mengenai agar EMB bisa Anda baca dalam artikel berikut ini.

https://microbiologylabnotes.blogspot.com/
Mengenal agar EMB
Agar Eosin Methylene Blue (EMB) merupakan media kultur selektif dan diferensial. Ini secara selektif mendorong pertumbuhan bakteri Gram-negatif (menghambat bakteri Gram-positif) dan membantu diferensiasi koloni fermentasi laktosa dan non-fermentasi laktosa.
Agar EMB, pertama kali dijelaskan oleh Holt-Harris dan Teague, mengandung laktosa dan sukrosa sebagai sumber karbohidrat. Levine selanjutnya memodifikasi media dengan menambahkan pepton dan fosfat dan menghilangkan sukrosa dari formula dan meningkatkan kandungan laktosa.
Ini membantu dalam diferensiasi jenis koliform fekal dan non-fekal dan juga salmonella dan fermentor non-laktosa lainnya dari koliform.
Prinsip agar EMB
Agar EMB sebagai media kultur mengandung sukrosa dan laktosa, digunakan sebagai substrat karbohidrat yang dapat difermentasi. Ini mendorong pertumbuhan beberapa bakteri gram negatif, terutama coliform fekal dan non-fekal.
Diferensiasi bakteri enterik dimungkinkan karena adanya gula laktosa dan sukrosa dalam agar EMB dan kemampuan bakteri tertentu untuk memfermentasi laktosa dalam medium.
- Bakteri gram negatif yang memfermentasi laktosa mengasamkan media, yang mengurangi pH, dan pewarna menghasilkan kompleks ungu tua yang biasanya terkait dengan kilau logam hijau. Kemilau hijau metalik ini merupakan indikator kemampuan fermentasi laktosa dan/atau sukrosa yang kuat yang khas dari fekal coliform.
- Organisme yang memfermentasi laktosa lambat, menghasilkan lebih sedikit asam, dan koloni tampak coklat-merah muda.
- Fermentor non-laktosa, meningkatkan pH medium dengan deaminasi protein dan menghasilkan koloni berwarna atau pink muda.
Eosin Y dan metilen biru ialah pewarna indikator pH yang bergabung membentuk endapan ungu tua pada pH rendah. Mereka juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sebagian besar organisme Gram-positif.
Pencernaan peptik jaringan hewan berfungsi sebagai sumber karbon, nitrogen, dan nutrisi pertumbuhan penting lainnya. Fosfat menyangga media.
Persiapan agar EMB
Berikut ini adalah persiapan agar EMB sebagai media kultur:
- Timbang dan suspensikan 35,96 gram media dehidrasi dalam 1000 ml air suling.
- Campur sampai suspensi seragam dan panaskan sampai mendidih untuk melarutkan media sepenuhnya.
- Sterilkan dengan autoklaf pada tekanan 15 lbs (121°C) selama 15 menit.
- Dinginkan hingga 45-50 ° C, dan dengan sering berputar perlahan, tuangkan media ke dalam cawan Petri steril.
- Beri label dengan inisial nama media, tanggal pembuatan, dan simpan piring terbalik (tutupnya di bawah) di lemari es sampai digunakan.
Kegunaan agar EMB
Berikut ini adalah beberapa kegunaan dari agar EMB sebagai media kultur:
- Agar EMB digunakan pada pengujian kualitas air untuk membedakan koliform dan koliform fekal yang menandakan kemungkinan kontaminasi mikroorganisme patogen pada sampel air.
- Media EMB membantu dalam pembedaan visual Escherichia coli, bakteri batang gram negatif enterik nonpatogenik yang memfermentasi laktosa, dan genus Salmonelladan Shigella. Koloni Escherichia coli tumbuh dengan kilau metalik dengan bagian tengah berwarna gelap. Koloni Aerobacter aerogenes memiliki bagian tengah berwarna coklat, dan bakteri gram negatif yang tidak memfermentasi laktosa tampak berwarna merah muda.
- Agar EMB juga digunakan untuk membedakan organisme dalam kelompok disentri kolon-tifoid. Untuk kultur Salmonelladan Shigella, media selektif seperti agar MacConkey dan agar EMB biasanya digunakan.
- Levine EMB Agar dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi Candida albicansdari spesimen klinis. Penambahan 0,1 g/L klortetrasiklin hidroklorida setelah autoklaf membuat media selektif dengan menghambat flora bakteri yang menyertainya. Media kultur kemudian berwarna biru.
Itulah informasi mengenai agar EMB sebagai media kultur. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk Anda.
Website || Syaf.co.id
