BT Products Albumin (ALB-10100) adalah reagen kimia klinik in vitro yang diproduksi oleh Bilimsel Tıbbi Ürünler (BT Products) untuk penetapan kuantitatif kadar Albumin dalam sampel serum atau plasma manusia secara enzimatik kolorimetrik.
Berikut adalah deskripsi teknis produk tersebut:
1. Penggunaan Utama (Intended Use)
Reagen ini digunakan di laboratorium klinik untuk mengukur kadar albumin dalam darah. Albumin merupakan protein plasma yang paling melimpah dan berperan krusial dalam menjaga tekanan osmotik koloid darah, transportasi berbagai zat (seperti hormon, obat-obatan, dan asam lemak), serta menjadi indikator penting untuk status nutrisi, fungsi hati, dan integritas fungsi ginjal.
2. Metodologi & Prinsip Kerja
Metode: Bromcresol Green (BCG) Method.
Prinsip: Albumin dalam sampel bereaksi dengan pewarna Bromcresol Green dalam kondisi pH yang sedikit asam (biasanya dalam buffer sitrat). Kompleks yang terbentuk antara albumin dan BCG menghasilkan perubahan warna yang intensitasnya sebanding dengan konsentrasi albumin dalam sampel.
Pengukuran: Intensitas warna diukur secara fotometrik pada panjang gelombang sekitar 630 nm (biasanya dalam rentang 600–650 nm).
3. Spesifikasi Produk
Tipe Reagen: Umumnya diformulasikan sebagai mono-reagent (reagen tunggal) yang siap pakai (ready-to-use), sehingga memudahkan penggunaan pada instrumen analyzer kimia klinik otomatis maupun semi-otomatis.
Karakteristik: Reagen ini dirancang untuk memberikan stabilitas yang baik dan linearitas yang luas untuk memastikan akurasi hasil pengukuran.
4. Penyimpanan dan Stabilitas
Suhu: Harus disimpan pada suhu 2–8°C di dalam lemari pendingin.
Stabilitas: Reagen stabil hingga tanggal kedaluwarsa yang tertera pada label kemasan selama botol disimpan tertutup rapat dan terhindar dari paparan cahaya langsung serta kontaminasi.
Perhatian: Jangan membekukan reagen (do not freeze) karena dapat merusak komponen kimia dan stabilitas reagen.
5. Sampel yang Digunakan
Menggunakan spesimen serum atau plasma (sebaiknya menggunakan heparin sebagai antikoagulan jika menggunakan plasma).
Pastikan sampel tidak mengalami hemolisis berat atau ikterik ekstrem agar tidak mengganggu akurasi pembacaan absorbansi.












Ulasan
Belum ada ulasan.