Agar-agar tidak hanya digunakan untuk konsumsi saja. Namun pada penelitian mikrobiologi, agar-agar digunakan sebagai media untuk menumbuhkan mikroorganisme.

https://indoalgas.co.id/
Apa itu agar-agar?
Agar, juga disebut agar-agar merupakan zat gelatinous (agar-agar) alami yang diekstraksi dalam bentuk hidrokoloid dari beberapa spesies ganggang merah, terutama dari jenis Gelidium dan Gracilaria.
Agar adalah campuran dari dua komponen polisakarida yang tidak bercabang, dengan subunit galaktosa, yaitu agarosa polisakarida linier. Sementara campuran heterogen dari molekul yang lebih kecil yang disebut agaropektin.
Agar-agar yang digunakan dalam persiapan bakteriologis ditandai dengan tidak adanya inhibitor yang dapat mengganggu pertumbuhan mikroorganisme, transparansi yang sangat baik, histeresis tinggi, dan produktivitas yang sangat andal.
Sejarah agar-agar
Agar-agar berasal dari Jepang pada tahun 1658. Ini pertama kali diperkenalkan ke Timur Jauh dan kemudian ke negara lain yang menghasilkan ganggang agarophytic. Penggunaannya diperkenalkan ke Eropa pada tahun 1859.
Agar-agar untuk pengujian mikrobiologi pertama kali dijelaskan pada tahun 1882 oleh ahli mikrobiologi Jerman Walther Hesse, asisten yang bekerja di laboratorium Robert Koch, atas saran istrinya Fanny Hesse.
Agar-agar dengan cepat menggantikan gelatin sebagai dasar media mikrobiologi, karena suhu lelehnya yang lebih tinggi, memungkinkan mikroba untuk tumbuh pada suhu yang lebih tinggi tanpa media menjadi cair.
Algae penghasil agar-agar
Algae yang berbeda digunakan sebagai bahan baku dalam produksi agar, mulai dari lumut Karagenan, Gigartina, Chondrus crispus, Chondrus ocellata, Star chondrus, Gelidium amansii, Gelidium cartilagineum, Gelidium corneum, Gelidium sesquipdale, Gelidium subcostatum, Star Gigartina, Gloiapeltis, Gracilaria arcudate Gracilaria chilensis, Gracilaria Salicornia, Gracilaria millardetii, Warty Gracilaria vermiculophylla, Melanothamnus somalensis.
Berikut ini adalah beberapa aplikasi agar-agar dan jenis agarofita yang digunakan:
- Agar-agar food gradedigunakan untuk produksi makanan industri: Gelidium, Gracilaria, Gracilariopsis Pterocladia, Ahnfeltia, Gelidiella.
- Agar farmakologi:
- Agar bakteriologis digunakan untuk formulasi media kultur bakteriologis: Gelidium ou Pterocladia.
- Agar yang dimurnikan digunakan dalam biokimia dan media kultur untuk bakteri yang sangat sulit: Gelidium
Agar-agar untuk pengujian mikrobiologi
Agar-agar tidak dapat dicerna oleh banyak organisme, sehingga pertumbuhan mikroba tidak mempengaruhi gel yang digunakan dan tetap stabil.
Pelat agar atau cawan petri digunakan untuk menyediakan media pertumbuhan menggunakan campuran agar dan nutrisi lain di mana mikroorganisme, termasuk bakteri dan jamur, dapat dibiakkan dan kemudian diidentifikasi.
Agar-agar adalah zat pemadatan yang paling umum digunakan dalam media mikrobiologi. Agar-agar umumnya digunakan pada konsentrasi akhir 1 sampai 2% untuk memadatkan media kultur.
Jumlah yang lebih kecil (0,05-0,5%) digunakan dalam media untuk studi motilitas (0,5% b/v) dan untuk pertumbuhan anaerob (0,1%) dan mikroaerofil.
Spesifikasi agar tingkat bakteriologis meliputi kejernihan yang baik, suhu gelasi yang terkontrol, suhu leleh yang terkontrol, karakteristik difusi yang baik, bebas dari penghambat bakteri toksik, dan bebas relatif dari mineral dan berguna secara metabolik.
Kegunaan lain dari agar-agar
Selain agar-agar untuk pengujian mikrobiologi, terdapat berbagai kegunaan lain dari agar-agar yaitu:
- Sebagai agen pembentuk gel, pengental, stabilizer dan agen kontrol viskositas untuk jeli, permen dan selai.
- Dalam industri makanan, digunakan sebagai aditif daripada nutrisi dan sebagai agen penutup untuk mencegah dehidrasi saat memasak makanan.
- Dalam industri susu digunakan untuk menyiapkan produk yang kurang asam dari yoghurt dan sosis lunak serta untuk mengurangi kandungan lemak dalam industri daging.
- Agarosa, polisakarida netral agar-agar, banyak digunakan sebagai matriks untuk memurnikan protein dan asam nukleat.
- Agar dan agarosa banyak digunakan sebagai matriks pendukung dalam kultur sel hewan, agen imobilisasi
Itulah informasi mengenai agar-agar untuk pengujian mikrobiologi. Anda bisa membeli CDH Agar Powder Bacteriological – 500 Gram di Syaf Unica Indonesia.
