
https://www.hitechlabimran.com/
Tes rapid plasma reagin (RPR) merupakan tes darah yang digunakan untuk skrining adanya sifilis. Tes ini bekerja dengan mendeteksi antibodi nonspesifik yang diproduksi tubuh seseorang saat melawan infeksi.
Tes RPR dapat dikombinasikan dengan tes lain untuk pemeriksaan sifilis. Tes RPR memungkinkan dokter untuk mengkonfirmasi diagnosis infeksi aktif dan memulai perawatan. Ini mengurangi kemungkinan komplikasi dan penyebaran penyakit oleh orang yang terinfeksi tetapi tidak sadar.
Bagaimana darah untuk tes RPR diperoleh?
Dokter mendapatkan darah untuk tes RPR dengan prosedur sederhana yang disebut pungsi vena. Pengambilan sampel ini dapat dilakukan di kantor dokter atau laboratorium.
Pasien tidak perlu berpuasa atau melakukan tindakan khusus lainnya sebelum tes ini. Tes melibatkan langkah-langkah berikut:
- Penyedia layanan kesehatan akan meminta pasien untuk duduk di kursi yang nyaman atau berbaring di dipan atau brankar.
- Dokter kemudian mengikat tabung karet di sekitar lengan atas pasien untuk membantu membuat pembuluh darah pasien menonjol.
- Ketika dokter menemukan vena pasien, mereka akan menyeka tempat itu dengan alkohol untuk membersihkannya dan memasukkan jarum ke dalam vena. Jarum dapat menghasilkan rasa sakit yang tajam dan tiba-tiba, tetapi biasanya tidak berlangsung lama.
- Begitu mereka memiliki sampel darah, mereka akan mengeluarkan jarum dari pembuluh darah pasien, menahan tekanan di tempat tusukan selama beberapa detik, dan memberikan pasien perban.
Kapan tes RPR direkomendasikan?
Dokter mungkin akan memesan tes RPR karena beberapa alasan. Tes RPR menjadi salah satu cara cepat dalam skrining mereka yang berisiko tinggi terkena sifilis.
Dokter mungkin juga memesan tes ini jika seseorang memiliki luka seperti sifilis atau ruam. Dokter juga secara rutin menyaring wanita hamil untuk sifilis menggunakan tes RPR.
Tes RPR mengukur antibodi yang ada dalam darah seseorang yang menderita sifilis, bukan bakteri yang menyebabkan penyakit tersebut.
Tes RPR dapat pula digunakan untuk mengetahui kemajuan pengobatan sifilis aktif. Setelah menjalani terapi antibiotik yang efektif, dokter akan melihat jumlah antibodi turun, dan tes RPR dapat mengonfirmasi hal ini.
Apa saja tes lain untuk pemeriksaan sifilis?
Terdapat beberapa tes lain yang digunakan untuk skrining sifilis. Beberapa lainnya digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis.
– Tes laboratorium penelitian penyakit kelamin (VDRL)
Tes skrining ini memeriksa darah atau cairan tulang belakang pasien untuk antibodi sifilis. Tes ini dengan tes RPR, tes VDRL bisa jadi tidak akurat.
– Tes imunokromatografi cepat
Tes skrining ini juga memeriksa antibodi sifilis. Sampel darah dapat diambil dan dianalisis selama kunjungan rutin ke dokter.
Tes untuk mengkonfirmasi infeksi sifilis meliputi:
– Tes enzim immunoassay (EIA)
Tes ini sering dipasangkan dengan tes RPR atau VDRL.
– Tes penyerapan antibodi treponemal fluoresen (FTA-ABS)
Tes ini memeriksa antibodi setelah 3 hingga 4 minggu pertama infeksi.
– Treponema pallidum partikel aglutinasi assay (TPPA)
Tes ini memeriksa antibodi dan sering dipasangkan dengan skrining awal.
– Mikroskop medan gelap
Tes ini melihat kuman sifilis dalam sampel cairan atau jaringan di bawah mikroskop. Biasanya digunakan pada tahap awal.
– Microhemaglutination assay (MHA-TP)
Tes ini sering dilakukan setelah tes lain memberikan hasil positif.
Itulah beberapa tes lain untuk pemeriksaan sifilis. Dapatkan FOKUS RPR Antigen Test untuk pemeriksaan RPR di Syaf Unica Indonesia.
