Disolusi merupakan proses di mana suatu zat membentuk larutan. Pengujian disolusi mengukur tingkat dan laju pembentukan larutan dari bentuk sediaan, seperti tablet, kapsul, salep, dll. Disolusi obat penting untuk ketersediaan hayati dan efektivitas terapeutiknya. Simak informasi mengenai cara menggunakan dissolution tester berikut ini.

https://www.usp.org/
Apa itu dissolution testing?
Dissolution testing merupakan pengujian yang biasanya dilakukan pada industri farmasi untuk mengkarakterisasi sifat peleburan dari obat aktif. Obat aktif sendiri merupakan pelepasan dan peleburan dari sebuah dosis formulasi.
Tujuan dilakukannya disolution testing yaitu untuk merumuskan bentuk dosis obat. Selain itu juga untuk mengembangkan spesifikasi kualitas control untuk proses manufaktur.
Alat yang digunakan untuk dissolution testing
Dalam mengevaluasi dengan benar disolusi dari suatu produk obat, prosedur standar sangatlah penting. Standarisasi dapat membantu untuk menunjukkan kualitas yang konsisten dalam produksi. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai ukuran prediksi kemanjuran.
Dalam melakukan uji disolusi perlu menggunakan peralatan dengan kondisi uji tertentu yang dikombinasikan sesuai dengan kriteria penerimaan untuk evaluasi kinerja produk. Dissolution tester merupakan peralatan yang digunakan untuk melakukan tes disolusi.
Dissolution tester memiliki empat peralatan standar yaitu basket, paddle, reciprocating cylinder, dan flow-through cell. Sebagai petugas atau operator yang menggunakan alat dissolution tester, maka perlu memahami cara menggunakan dissolution tester. Simak penjelasannya berikut ini.
Cara menggunakan dissolution tester
Para operator atau pengguna alat dissolution tester perlu mengetahui cara mengoperasikan alat tersebut dengan baik dan benar. Hal tersebut bertujuan untuk memimalisir adanya kerusakan alat karena kecerobohan pengguna.
Berikut ini adalah cara menggunakan dissolution tester yang perlu Anda ketahui:
- Media disolusi dan sampel yang akan dianalisa disiapkan terlebih dahulu. Pastikan untuk membaca-baca metode yang digunakan pada alat dissolution tester agar tidak bingung.
- Chamberdissolution tester diisi dengan air atau aquades sesuai dengan tanda batas yang telah ditentukan.
- Vessel dipasangkan pada chamber sesuai dengan kebutuhan. Apabila digunakan dissolution tester dengan jumlah chamber 6 atau 8, maka perlu memastikan agar semua terpasang dengan baik kemudian kunci hingga rapat.
- Head unitdinaikkan hingga posisi paling tinggi.
- Pasangkan Gagang pengaduk (drive shaft), dayung (paddle) atau keranjang (basket) dan komponen lainnya dipasangkan dengan benar sesuai dengan kebutuhan analisa.
- Head unit diturunkan kembali dengan hati-hati hingga mencapai batas yang telah ditentukan.
- Batang pengaduk di-settingpada posisi tengah dengan ketinggian sekitar 2,5cm. (untuk mengaturnya bisa gunakan alat pendukung)
- Media disolusi dimasukkan dengan ukuran volume 900ml atau sesuai dengan kebutuhan.
- Dissolution tester dinyalakan dengan cara menekan tombol ON. Lakukan setting pada suhu berkisar di 37oC, juga pada kecepatan putaran dan lama waktu pengadukan.
- Setelah suhu pada temperaturecontroller menunjukan di kisaran 37C, Obat dimasukkan secara bersamaan apabila suhu pada temperature controller sudah menunjukkan di kisaran 37oC dan untuk memulai proses tekan tombol start.
- Semua vesselditutup untuk mencegah adanya kotoran atau benda asing masuk ke dalam vessel.
- Apabila waktu yang ditentukan telah tercapai, usahakan untuk mengambil sampel secara bersamaan. Sampel yang tersebut bisa untuk dilakukan analisa lebih lanjut menggunakan spektrofotometer.
Itulah cara menggunakan dissolution tester yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi yang kami sajikan ini bisa menambah pengetahuan Anda tentang dissolution tester. Dapatkan alat dissolution tester di Syaf Unica Indonesia.
WEBSITE || SYAF.CO.ID
