Ketahui 3 Tahapan Utama Liofilisasi

|

Salah satu proses pengawetan produk yaitu dengan liofilisasi atau pengeringan beku. Terdapat 3 tahapan utama liofilisasi yang perlu Anda ketahui. Simak informasinya berikut ini.

|

https://www.agingresearch..org

Apa itu liofilisasi?

Liofilisasi juga dikenal sebagai pengeringan beku (freeze drying) yaitu proses yang digunakan untuk mengawetkan bahan biologis dengan menghilangkan air dari sampel. Proses ini melibatkan pembekuan sampel terlebih dahulu dan kemudian mengeringkannya di bawah vakum pada suhu yang sangat rendah.

Prosedur liofilisasi biasanya digunakan dalam mengawetkan bahan yang mudah rusak. Masa simpan sampel yang diliofilisasi dapat lebih lama daripada sampel yang tidak diberi perlakuan.

Tahapan utama liofilisasi

Liofilisasi terjadi dalam tiga fase, dengan fase pertama dan paling kritis adalah fase pembekuan. Liofilisasi yang tepat dapat mengurangi waktu pengeringan hingga 30%. Simak 3 tahapan utama liofilisasi berikut ini.

Fase Pembekuan

Ada berbagai metode untuk membekukan produk. Pembekuan dapat dilakukan dalam freezer, bak mandi dingin (shell freezer), atau di rak dalam pengering beku. Mendinginkan material di bawah titik tripel memastikan bahwa sublimasi, bukan pencairan, akan terjadi. Hal itu akan mempertahankan bentuk fisiknya.

Liofilisasi paling mudah dilakukan dengan menggunakan kristal es besar yang dapat dihasilkan dengan pembekuan lambat atau anil. Namun, dengan bahan biologis, ketika kristal terlalu besar, mereka dapat merusak dinding sel dan itu mengarah pada hasil pengeringan beku yang kurang ideal.

Untuk mencegahnya, pembekuan dilakukan dengan cepat. Untuk bahan yang cenderung mengendap, dapat digunakan annealing. Proses ini melibatkan pembekuan cepat, kemudian menaikkan suhu produk untuk memungkinkan kristal tumbuh.

Fase Pengeringan (Sublimasi) Primer

Fase kedua liofilisasi adalah pengeringan primer (sublimasi), di mana tekanan diturunkan dan panas ditambahkan ke bahan agar air menyublim. Vakum mempercepat sublimasi. Kondensor dingin menyediakan permukaan bagi uap air untuk menempel dan mengeras.

Kondensor juga melindungi pompa vakum dari uap air. Sekitar 95% air dalam bahan dihilangkan dalam fase ini. Pengeringan primer bisa menjadi proses yang lambat. Terlalu banyak panas yang diberikan bisa mengubah struktur material.

Fase Pengeringan (Adsorpsi) Sekunder

Fase akhir liofilisasi adalah pengeringan sekunder (adsorpsi), di mana molekul air yang terikat secara ionik dihilangkan. Dengan menaikkan suhu lebih tinggi dari pada fase pengeringan primer, ikatan antara material dan molekul air terputus.

Bahan kering beku mempertahankan struktur berpori. Setelah proses liofilisasi selesai, vakum dapat dipecah dengan gas inert sebelum bahan disegel. Sebagian besar bahan dapat dikeringkan hingga 1-5% sisa kelembaban.

Alat yang digunakan untuk liofilisasi

|

Alfa 1-2 LDplus merupakan alat yang digunakan pada prosedur liofilisasi. Alat ini berupa pengering beku meja berperforma tinggi dan ringkas untuk liofilisasi spesimen yang efektif dalam aktivitas lab sehari-hari.

Alfa 1-2 LDplus memiliki kontrol vakum yang sesuai dengan tekanan uap di atas es dan juga dapat mengkonversi suhu produk. Alat ini sangat cocok untuk digunakan pada aplikasi standar dalam labu alas bulat atau lainnya dan juga beberapa dalam baki produk atau wadah lainnya.

Alfa 1-2 LDplus memiliki kapasitas kondensor 2,5 kg dengan suhu kondensor yaitu -55oC. Kinerja kondensor esnya yaitu 2 kg per 24 jam.

Untuk mendapatkan Alfa 1-2 LDplus, Anda bisa membelinya di Syaf Unica Indonesia. Dapatkan kemudahan dalam proses pembayaran dan pengiriman dengan melakukan transaksi di Syaf Unica Indonesia.

Semoga informasi yang kami sajikan mengenai tahapan utama liofilisasi bisa menambah wawasan Anda. Terima kasih telah mengunjungi website kami.

 

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi