Dry Bath External Sensor: Solusi Pemanasan Presisi untuk Laboratorium Modern
Dry bath external sensor adalah peralatan laboratorium essential yang dirancang untuk memberikan kontrol suhu presisi tinggi dengan stabilitas thermal yang sempurna. PT. Syaf Unica Indonesia menyediakan solusi dry bath berkualitas tinggi dengan model DB-105S1, DB-105S2, DB-150S1, dan DB-150S2 yang telah terbukti meningkatkan efisiensi kerja laboratorium di seluruh Indonesia.
⚡ Quick Links – Navigasi Cepat
Apa itu Dry Bath External Sensor?
Dry bath adalah peralatan inkubator laboratorium yang menggunakan blok logam untuk transfer panas secara langsung dan merata ke sampel. Berbeda dengan water bath tradisional, dry bath external sensor menggunakan sensor eksternal untuk monitoring suhu real-time dengan akurasi tinggi, membuatnya ideal untuk aplikasi yang memerlukan presisi thermal tinggi tanpa risiko kontaminasi air.
Teknologi sensor external pada peralatan ini memungkinkan pengguna untuk:
- Memantau suhu dengan presisi ±0,2℃ pada titik 37℃
- Menghindari kontak langsung antara sensor dan sampel
- Meningkatkan durabilitas sensor dari kontaminasi kimia
- Memastikan stabilitas thermal konsisten selama eksperimen berlangsung
Spesifikasi Teknis Lengkap Dry Bath External Sensor
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model Tersedia | DB-105S1, DB-105S2, DB-150S1, DB-150S2 |
| Rentang Suhu Operasional | RT.+5℃ hingga 105℃ atau 150℃ |
| Kisaran Pengaturan Suhu | 25℃ – 105℃ / 25℃ – 150℃ |
| Keseragaman Suhu (pada 37℃) | ±0,2℃ (Presisi tinggi) |
| Dimensi (L × D × T) | 415mm × 285mm × 190mm |
| Jenis Display | LED Digital |
| Jenis Sensor | External Sensor (Eksternal) |
Fitur Unggulan Dry Bath External Sensor
1. Rentang Kontrol Suhu Lebar hingga 150℃
Dry bath kami menawarkan fleksibilitas suhu maksimal dengan rentang hingga 105℃ atau 150℃, memungkinkan pengguna untuk memenuhi berbagai kebutuhan eksperimen dari PCR, DNA denaturation, hingga aplikasi thermal cycling yang demanding.
2. Presisi Suhu Kelas Laboratorium (±0,2℃)
Keseragaman suhu pada 37℃ yang mencapai ±0,2℃ menjadikan dry bath external sensor ini pilihan ideal untuk aplikasi sensitif seperti kultur sel, enzimologi, dan diagnostik medis yang memerlukan kontrol thermal presisi.
3. Perlindungan Terhadap Panas Berlebih
Sistem keamanan built-in mencegah overheating yang dapat merusak sampel atau peralatan. Fitur overheat protection ini meningkatkan keandalan dan memperpanjang umur alat laboratorium Anda.
4. Fungsi Pengingat Suara (Audio Alert)
Notifikasi audio membantu pengguna untuk:
- Mengetahui kapan suhu target telah tercapai
- Mengatur waktu inkubasi dengan akurat
- Mencegah overheating pada sampel sensitif
- Meningkatkan operator awareness selama proses berjalan
5. Blok Dry Bath dengan Penutup Thermal
Penutup blok dry bath memiliki manfaat strategis:
- Mencegah kontaminasi eksternal pada sampel
- Meminimalkan kehilangan panas (heat loss reduction)
- Meningkatkan isolasi thermal untuk efisiensi energi
- Melindungi sampel dari partikel dan polusi udara laboratorium
6. Penyetelan Kenop Mudah Dioperasikan
Interface kontrol sederhana dengan knob adjustment memudahkan semua level pengguna untuk mengatur parameter tanpa kurva pembelajaran yang curam. Desain ergonomis ini mempercepat setup time dan mengurangi kesalahan operasional.
7. Pemanasan Cepat (Rapid Heat-Up)
Kecepatan pemanasan yang tinggi secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja laboratorium, memungkinkan pengoperasian multiple batches dalam waktu lebih singkat.
Keunggulan Kompetitif Dry Bath DB-105S/DB-150S
Dibandingkan dengan water bath tradisional, dry bath external sensor menawarkan:
- Portabilitas: Ukuran ringkas 415×285×190mm cocok untuk berbagai konfigurasi bench laboratorium
- Fleksibilitas Blok: Tersedia dalam berbagai kombinasi ukuran blok untuk maksimalkan pemanfaatan workspace
- Efisiensi Energi: Konsumsi energi lebih rendah tanpa perlu pemeliharaan air destilasi
- Keamanan Sampel: Sensor eksternal menghindari kontaminasi silang dan degradasi sampel
- Presisi Thermal: Kontrol suhu ±0,2℃ melebihi standar industri laboratorium
- Maintenance Minimal: Tidak perlu penggantian air atau pembersihan berkala seperti water bath
Aplikasi & Penggunaan Dry Bath dalam Laboratorium
Dry bath external sensor digunakan secara luas dalam berbagai sektor laboratorium:
Aplikasi Biomolekuler & PCR
Peralatan ini ideal untuk thermal cycling, denaturasi DNA, dan preparasi sampel molekuler yang memerlukan kontrol suhu presisi tinggi.
Laboratorium Klinis & Diagnostik
Penggunaan pada immunoassay, kultur sel, dan inkubasi sampel medis memerlukan stabilitas thermal yang terjamin oleh dry bath berkualitas tinggi.
Penelitian & Pengembangan (R&D)
Untuk eksperimen enzimologi, farmasetika, dan bioteknologi yang mensyaratkan precision temperature control.
Quality Control & Testing
Validasi produk dan pengujian stabilitas thermal membutuhkan peralatan seperti dry bath external sensor untuk reproducibility data.
💡 Tip: Untuk aplikasi multi-sampling yang kompleks, pertimbangkan integrasi dry bath dengan peralatan presisi lainnya. PT. Syaf Unica Indonesia juga menyediakan solusi sensor komplementer seperti OneHealth SpO2 Sensor A403-01 untuk monitoring kesehatan terintegrasi dan Moisture Analyzer MCA110-T dengan presisi 0.001g untuk analisis sampel komplementer.
Hubungi PT. Syaf Unica Indonesia untuk Konsultasi
Jika Anda membutuhkan dry bath external sensor berkualitas tinggi untuk laboratorium Anda, tim ahli PT. Syaf Unica Indonesia siap membantu dengan konsultasi gratis dan penawaran harga kompetitif.
📞 Informasi Kontak Resmi
PT. Syaf Unica Indonesia
📱 WhatsApp: +6285729590219
📧 Email: info@syaf.co.id
☎️ Telepon: (0281) 6512066
📍 Alamat: Griya Mandalatama Cluster 4D No. 6, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah 53161
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa perbedaan antara dry bath dan water bath?
Dry bath menggunakan blok logam untuk transfer panas langsung dan cocok untuk sampel yang tidak boleh terkena air, sementara water bath menggunakan medium air yang memerlukan maintenance lebih intensif.
Bagaimana cara memaksimalkan presisi ±0,2℃ pada dry bath?
Pastikan untuk:
- Menempatkan peralatan pada permukaan rata dan stabil
- Menggunakan sensor eksternal sesuai spesifikasi manual
- Memberikan waktu warm-up minimal 10-15 menit sebelum operasi
- Melakukan kalibrasi berkala sesuai protokol laboratorium
Model mana yang lebih cocok, DB-105 atau DB-150?
DB-105S cocok untuk aplikasi standar laboratorium (kultur sel, PCR normal), sedangkan DB-150S ideal untuk aplikasi thermal demanding seperti high-temperature denaturasi dan specialized research.
Berapa lama waktu pemanasan dari suhu ruangan ke 105℃?
Waktu pemanasan (heat-up time) relatif cepat berkat desain thermal yang optimal. Untuk detail teknis spesifik, silakan hubungi tim support kami.
Catatan Penting: Semua spesifikasi dan informasi di atas merupakan data resmi dari PT. Syaf Unica Indonesia. Untuk verifikasi detail teknis lebih lanjut atau custom configuration, hubungi kami langsung melalui saluran kontak resmi yang tersedia di atas.


















Ulasan
Belum ada ulasan.