AEHEALTH HbA1c (Glycated Hemoglobin) Rapid Quantitative Test (Immunofluorescence Assay) adalah reagen diagnostik in-vitro berbasis imunofluoresensi yang dirancang untuk pengukuran kuantitatif kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) dalam sampel darah manusia. Tes ini digunakan secara khusus dengan instrumen penganalisis dari lini AEHEALTH Lamuno (seperti Lamuno X atau Lamuno Pro).
Berikut adalah deskripsi lengkap mengenai spesifikasi, prinsip kerja, dan aplikasi klinis dari produk ini:
1. Prinsip Kerja & Teknologi
Metode Imunofluoresensi Kuantitatif: Tes ini menggunakan antibodi berlabel fluoresen yang secara spesifik mengenali dan mengikat molekul HbA1c di dalam sampel darah.
Pembacaan Optik Presisi: Setelah reaksi selesai dan kaset dimasukkan ke dalam alat penganalisis Lamuno, instrumen membaca intensitas sinyal fluoresensi yang terpancar. Sinyal tersebut dikonversi secara otomatis menjadi persentase kadar HbA1c ($\%$) berdasarkan kurva kalibrasi standar.
2. Fungsi & Aplikasi Klinis Utama
Diagnosis & Skrining Diabetes Melitus: Kadar HbA1c memberikan gambaran rata-rata kadar glukosa darah seseorang selama 2 hingga 3 bulan terakhir (mencerminkan masa hidup sel darah merah), sehingga sangat diandalkan untuk mendeteksi diabetes secara akurat.
Pemantauan Kontrol Glikemik Jangka Panjang: Menjadi standar emas (gold standard) bagi dokter untuk memantau efektivitas pengobatan, kepatuhan diet, serta perubahan gaya hidup pada pasien penyandang diabetes guna mencegah komplikasi kronis seperti nefropati, retinopati, dan neuropati.
3. Spesifikasi Teknis Umum
Jenis Sampel: Darah utuh (whole blood), baik menggunakan sampel kapiler (tusukan jari) maupun darah vena dengan antikoagulan (seperti EDTA).
Volume Sampel: Membutuhkan volume sampel yang sangat sedikit (memudahkan pengujian cepat secara point-of-care).
Waktu Inkubasi / Pengujian: Memberikan hasil kuantitatif yang cepat dalam waktu singkat (umumnya sekitar 10 hingga 15 menit).
Hasil Terstandarisasi: Menyediakan laporan hasil dalam satuan persen ($\% \text{ NGSP}$ atau satuan IFCC / $\text{mmol/mol}$).
4. Penyimpanan dan Penanganan
Suhu Penyimpanan: Kit reagen dan kaset uji harus disimpan pada suhu yang direkomendasikan pabrikan (umumnya antara $2^\circ\text{C}$ hingga $30^\circ\text{C}$).
Stabilitas: Pastikan komponen berada pada suhu ruang sebelum pengujian dilakukan, serta simpan di tempat kering yang terlindung dari paparan cahaya matahari langsung.












Ulasan
Belum ada ulasan.