Perbedaan Laminar Air Flow Horizontal dan Laminar Air Flow Vertical

By | Februari 28, 2021| 0 Comments

Laminar Air Flow adalah sebuah alat yang berfungsi untuk suatu tempat kerja secara bebas dari infeksi, karena Laminar Air Flow (LAF) memiliki alur pengaturan dan penyaringan dari mulai aliran udara steril. Alat ini biasa disebut Laminar Air Flow Cabinet karena meniupkan udara steril secara terus-menerus tanpa henti melalui tempat kerja sehingga tempat kerja bebas dari debu yang memungkinkan jatuh ke dalam sebuah media saat pelaksanaan penanaman. Udara dari ruangan ditarik ke dalam melalui alat melewati filter pertema atau pre-filter, lalu ditiupkan ke luar melewati filter sangat halus yang disebut ULPA filter dengan menggunakan blower.

Bagian-bagian Laminar Air Flow:

  • Ruang inokulasi

  • Panel lampu neon

  • Panel lampu Ulatraviolet (UV) yang berada di tengah

  • Panel lampu ULPA

Perbedaan Laminar Air Flow Horizontal dan Vertical

Dalam bahasa sehari-hari kita, yaitu sebuah garis yang dikatakan garis horizontal adalah jika garis itu mendatar. Pengertian horizontal adalah sejajar horizon atau langit bagian bawah yang berbatasan dengan bumi menurut pandangan mata, sedangkan garis vertikal adalah garis yang tegak lurus garis horizontal.

Vertical dan horizontal juga ternyata terdapat pada Laminar Air Flow yaitu aalat yang biasa digunakan pada praktikum mikrobiologi yang biasa terdapat pada tingkat perkuliahan farmasi, analis kesehatan ataupun analis laboratorium kimia. Terdapat dua tipe LAF yang dari keduanya memiliki perbedaan masing-masing tentunya, kedua tipe tersebut adalah :

  • Laminar Air Flow Vertical

  • Laminar Air Flow Horizontal

Sistem aliran udara laminar adalah konsep penting dalam pengendalian kontaminasi sebuah partikel. Aliran udara laminar didefinisikan sebagai udara yang bergerak dengan kecepatan dan arah yang sama, tanpa atau sedikit lintas aliran. Sebaliknya, aliran turbulen menciptakan pusaran dan pusaran yang menempatkan partikel pada permukaan secara acak dan tidak terduga. Sebagian besar lingkungan yang sensitif terhadap kontaminasi seperti tudung bebas debu memerlukan aliran laminar karena dapat diprediksi menyapu partikel dalam arah yang searah, dari area terbersih di bawah kap permukaan ke area keluar, yang pada umumnya membuka selempang atau lubang angin di sepanjang bagian belakang atau bawah kap. Desain ini memastikan bahwa area terbersih dan paling bebas kuman akan selalu menjadi daerah hulu yang paling dekat dengan permukaan filter. Pekerjaan umumnya dilakukan di zona bersih itu, sejauh mungkin dari penghalang yang menciptakan turbulensi.

Pada vertical Laminar Air Flow, dudukan atau bangku yang bersih menggunakan desain aliran laminar vertikal juga lebih diminati di mana ruang lantai berada pada premium. Karena desain ini menumpuk modul kipas / filter di atas tudung, tudung aliran laminar vertikal umumnya dapat dipasang di bangku laboratorium standar.

Sebaliknya, tudung aliran horizontal membutuhkan kedalaman tambahan untuk mengakomodasi alat filter / kipas pemasangan belakang dengan beberapa jarak belakang tambahan untuk memungkinkan udara masuk ke sistem. Persyaratan izin ini membutuhkan bangku atau dudukan yang lebih dalam dan lebih banyak ruang lantai daripada sistem aliran vertikal.

Namun top pada yang kokoh juga berpengaruh pada aliran vertikal jika pekerjaan dilakukan di atas permukaan kerja. Jika proses steril atau peka-partikel dilakukan di zona bersih, steril di tengah-tengah antara permukaan kerja dan permukaan filter, tudung aliran vertikal umumnya dapat diterima. Salah satu operasi tersebut adalah proses sterilisasi, di mana injeks steril disiapkan di atas, bukan pada permukaan kerja. Selama tangan kita dan sumber kontaminasi lainnya bergerak naik dan turun, kemungkinan bahan yang kita gunakan akan tetap bersih.

yusuf habib

Pembisnis muda yang bercita-cita ingin membangun platform digital kesehatan terbesar di dunia

Leave a Comment

Your email address will not be published.