Mutasi Virus Corona

Semenjak seluruh dunia dihebohkan dengan pertama kali merebaknya virus Corona yang pertama kali muncul di kota Wuhan, China. Virus yang menyerang pernapasan manusia ini masih termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus SARS dan MERS. Dan sama dengan seperti virus lainnya, virus Corona ini juga dapat mengalami mutasi. Sejak pertama kali ditemukannya hingga sekarang, penelitian menyimpulkan fakta bahwa virus Corona telah mengalami beberapa kali mutasi. Namun, perlu diketahui juga bahwa ini merupakan sesuatu yang sangat lazim dan sudah seharusnya terjadi.

Fakta Mutasi Virus Corona

Mutasi virus adalah terjadinya perubahan pada materi genetik virus yang dapat mengubah struktur atau cara kerja virus ini. Hal ini bisa saja terjadi saat virus sedang mereplikasi dirinya di dalam sel tubuh manusia.

Virus Corona atau SARS-CoV-2 merupakan jenis virus RNA (ribonucleic acid), yaitu virus dengan materi genetik berantai tunggal. Karena strukturnya ini, virus RNA diketahui lebih mudah mengalami mutasi.

Meski begitu,  mutasi virus Corona dapat diketahui cukup stabil, bahkan tidak lebih cepat daripada virus influenza.

Perubahan yang Terjadi Akibat Mutasi Virus Corona

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, mutasi virus Corona sudah terjadi beberapa kali. Namun, perubahan yang terjadi tidak akan menyebabkan dampak yang signifikan. Perlu diketahui juga baru-baru ini para peneliti menemukan mutasi D614G yang menyebabkan perubahan pada bagian protein spike, yaitu protein yang membentuk mahkota virus Corona.

Dampak Mutasi Virus Corona terhadap Penularannya

Dari beberapa sumber penelitian menyatakan bahwa mutasi ini membuat SARS-CoV-2 jadi lebih mudah cepat menular/meluas. Namun, kebenarannya belum dapat dibuktikan.

Mutasi terjadi secara perlahan

Butuh waktu bagi virus untuk memperoleh beragam genetik. Sars-CoV-2 bermutasi dengan lambat untuk virus, dengan garis keturunan apa pun yang memperoleh beberapa perubahan setiap bulan; dua hingga enam kali lipat lebih rendah dari jumlah mutasi yang didapat oleh virus influenza.

Mutasi yang terkenal dalam konteks ini adalah perubahan asam amino pada protein lonjakan Sars-CoV-2, protein yang memberikan ciri khas proyeksi mirip mahkota virus corona dan memungkinkannya menempel pada sel inang.

Dampak Mutasi Virus Corona terhadap Keparahan Penyakit

Walaupun virus Corona yang sudah bermutasi lebih mudah memperbanyak diri di dalam tubuh, namun tidak ditemukan bukti bahwa mutasi virus ini dapat menyebabkan gejala COVID-19 yang lebih parah. Keparahan infeksi virus Corona terhadap manusia masih sangat dipengaruhi oleh faktor usia dan ada tidaknya penyakit penyerta.

Dampak Mutasi Virus Corona terhadap Pengembangan Vaksin

Penelitian menyatakan bahwa reaksi antibodi yang dihasilkan oleh tubuh dari vaksin yang tengah dikembangkan saat ini juga cukup efektif dalam melawan virus Corona dengan mutasi D614G. Salah satu percobaan yang telah dilakukan  menunjukkan bahwa virus dengan mutasi ini lebih mudah untuk dinetralkan. Oleh karena itu, kita harus tetap tenang dan memilah segala informasi yang kita dapatkan.

Selain itu, jadikan fakta tentang mutasi virus Corona ini sebagai pengingat untuk tidak melonggarkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Tetaplah menerapkan physical distancing, menggunakan masker, dan mencuci tangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.