Penyakit neurologis merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf. Berikut ini jenis penyakit neurologis.
PENYAKIT NEUROLOGIS
Penyakit neurologis merujuk pada sekelompok kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, termasuk otak, sumsum tulang belakang, dan saraf perifer. Jenis penyakit ini dapat memiliki beragam gejala dan penyebab, serta mempengaruhi fungsi normal sistem saraf.
JENIS PENYAKIT NEUROLOGIS
Berikut ini 5 penyakit neurologis yang sering ditemukan:
EPILEPSI
Epilepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh adanya aktivitas listrik yang tidak normal atau berlebihan di otak, yang dapat menyebabkan serangan epilepsi atau kejang. Kejang adalah gejala yang umum dari epilepsi, dan dapat berupa gerakan otot yang tidak terkontrol, perasaan tidak sadar atau hilang kesadaran, serta gangguan sensorik atau persepsi.
Serangan epilepsi dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau jenis kelamin, dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan struktural di otak, kerusakan otak akibat cedera kepala, infeksi otak, masalah genetik, atau gangguan metabolisme. Meskipun epilepsi tidak dapat disembuhkan, kondisi ini dapat dikelola dengan pengobatan dan perawatan yang tepat, termasuk obat-obatan anti-kejang, operasi otak, atau terapi dengan stimulasi saraf.
Baca juga: Ketahui beberapa jenis penyakit kardiovaskular
STROKE
Stroke adalah kondisi medis yang terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak terganggu. Hal ini dapat terjadi karena sumbatan pada pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik). Kedua jenis stroke ini dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak karena kurangnya oksigen dan nutrisi yang diperlukan.
Gejala stroke dapat bervariasi tergantung pada area otak yang terkena dampak dan seberapa parah kerusakan otaknya. Gejala umum stroke meliputi kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara atau memahami, gangguan penglihatan, pusing, hilangnya keseimbangan, dan sakit kepala parah.
Stroke merupakan keadaan yang memerlukan perawatan medis segera karena kerusakan otak yang disebabkan dapat permanen atau bahkan mengancam jiwa. Pengobatan stroke melibatkan upaya untuk mengembalikan aliran darah normal ke otak secepat mungkin, baik melalui tindakan thrombolysis (pemberian obat yang melarutkan gumpalan darah) atau tindakan endovaskular (memperbaiki pembuluh darah yang tersumbat dengan prosedur bedah).
RESTLESS LEG SYNDROME
Restless Leg Syndrome (RLS) atau sindrom kaki gelisah adalah kondisi neurologis yang ditandai oleh sensasi tidak nyaman pada kaki atau anggota gerak lainnya, seperti gatal, rasa terbakar, rasa kesemutan, atau rasa sakit, yang membuat seseorang merasa tidak nyaman dan tidak dapat duduk atau tidur dengan tenang. Sensasi ini biasanya muncul pada malam hari atau saat istirahat dan dapat dihilangkan dengan gerakan atau aktivitas fisik. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan tidur, kelelahan, dan gangguan emosi pada penderita.
Penyebab pasti RLS masih belum diketahui, namun diperkirakan terkait dengan ketidakseimbangan dopamin, zat kimia yang terlibat dalam pengiriman sinyal saraf di otak dan sistem saraf pusat. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya RLS, antara lain gangguan saraf, perubahan hormon, defisiensi zat besi, atau faktor genetik.
Pengobatan RLS dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup seperti menghindari kafein atau alkohol, olahraga, atau perawatan fisioterapi. Obat-obatan seperti dopamin agonis, obat penenang, atau obat pereda nyeri juga dapat membantu mengurangi gejala RLS. Terapi zat besi dapat digunakan pada kasus RLS yang disebabkan oleh defisiensi zat besi.
Baca juga: Deteksi dini penyakit gangguan otot dan saraf
TRAUMA KEPALA
Trauma kepala adalah cedera yang terjadi pada kepala, otak, atau daerah sekitarnya akibat benturan atau tekanan pada kepala. Penyebab trauma kepala yaitu oleh berbagai macam kejadian seperti kecelakaan mobil, jatuh, atau benturan keras pada kepala.
Trauma kepala dapat mengakibatkan kerusakan pada otak, seperti pendarahan, pembengkakan otak, atau kerusakan saraf. Gejala dari trauma kepala dapat bervariasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan trauma. Beberapa gejala umum dari trauma kepala termasuk pusing, mual, muntah, sakit kepala, kebingungan, kehilangan kesadaran, dan perubahan perilaku atau kepribadian.
Jika terjadi trauma kepala, segera cari pertolongan medis. Pemeriksaan dan pengobatan segera dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut pada otak dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius. Pengobatan untuk trauma kepala dapat meliputi istirahat, obat pereda nyeri, atau operasi jika diperlukan. Terapi rehabilitasi juga dapat membantu pemulihan setelah trauma kepala. Namun, hal itu tergantung pada tingkat keparahan dan dampaknya pada otak dan fungsi fisik dan mental.
TUMOR OTAK
Tumor otak adalah massa abnormal atau pertumbuhan sel-sel yang terjadi di dalam otak. Pembentukan tumor otak yaitu dari sel-sel otak sendiri atau dapat menyebar dari bagian tubuh lain melalui aliran darah. Tumor otak dapat bersifat jinak (non-kanker) atau ganas (kanker).
Gejala tumor otak dapat berbeda-beda, tergantung pada lokasi dan ukuran tumor, serta tingkat keparahan kondisi. Beberapa gejala umum yang dapat muncul adalah sakit kepala, mual dan muntah, kelemahan, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan atau pendengaran, dan perubahan perilaku atau kepribadian.
Pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendiagnosis tumor otak dapat meliputi tes pencitraan seperti CT scan atau MRI, serta biopsi untuk mengambil sampel jaringan dari tumor. Pengobatan untuk tumor otak tergantung pada jenis, lokasi, dan tingkat keparahan tumor, serta faktor-faktor lain seperti usia dan kesehatan umum pasien. Beberapa opsi pengobatan yang mungkin dilakukan adalah operasi, kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi dari beberapa metode pengobatan. Terapi suportif juga dapat diberikan untuk membantu mengatasi gejala atau efek samping dari pengobatan.
Sumber:
Penyakit Neurologis | Penyakit pada sistem saraf dan otak (pinterpandai.com)
Pengertian Neurologi, Bidang, Penyakit dan Tindakannya (ruangpengetahuan.co.id)

