Macam – macam Alat Tes Covid

By | April 6, 2021| 0 Comments
Tes Covid-19

Tes masal sering dilakukan untuk mencegah penularan virus corona. Pada dasarnya, terdapat tiga jenis screning pemeriksaan tes Covid-19 yang umum digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang terpapar/terinfeksi virus corona atau tidak. Setiap proses jenis pemeriksaan juga memiliki cara dan tingkat akurasi yang berbeda. Berikut ini berbagai jenis tes pemeriksaan Covid-19 yang sering digunakan yaitu:

  1. Tes molekuler (tes RNA atau PCR)

Tes ini bisa dikatakan dianggap paling akurat untuk mendeteksi adanya virus aktif covid-19. Metode pengujian yang dilakukan dengan mengumpulkan sample lendir dari hidung dan tenggorokan dengan menggunakan kain penyeka khusus medis. Kemudian sample yang dikumpulkan dapat dipakai untuk mendeteksi adanya materi genetik virus covid-19. Tes molekuler ini umunya juga sering disebut dengan test PCR, yang merupakan kepanjangan dari polymerase chain reaction. Dari tes ini, hasil tes bisa didapatkan dalam hitungan menit hingga paling lama dalam hitungan hari, tergantung dari fasilitas laboratorium.

  1. Tes antigen atau rapid test

Untuk jenis test ini sering disebut juga dengan rapid test, karena hasil uji tes nya bisa didapatkan dalam hitungan menit saja. Sedangkan untuk biaya yang dibutuhkan juga lebih murah. Namun sayangnya, hasil tingkat akurasi utuk mendeteksi infeksi covid-19 sangat rendah sehingga jenis test ini tidak direkomendasikan untuk mendeteksi Covid-19. Rapid test ini juga bisa dilakukan di mana saja, tanpa perlu adanya analisis laboratorium.

  1. Test antibodi atau tes darah

Tes ini sering digunakan untuk mencari antibodi pasien terhadap virus corona. Antibodi adalah protein yang dihasilkan dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus/penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita, seperti virus. Tes antibodi ini tidak dapat mendiagnosis terhadap infeksi virus covid-19 aktif pada pasien. Karena jenis tes ini hanya akan mendeteksi apakah kita pernah mengalami infeksi di masa lalu. Oleh karena itu, antibodi tidak dapat dideteksi sampai beberapa hari setelah infeksi dimulai. Untuk jenis test ini juga tidak direkomendasikan sama sekali untuk mendeteksi Covid-19 hingga pasien mengalami gejala minimal dalam waktu 14 hari sesuai ingkubasi virus di dalam tubuh pasien.

  1. Tes Serologi Covid-19

Tes serologi antibodi ini didasarkan untuk mendeteksi antibodi pasien, baik itu  Imunoglobulin M (IgM) atau Imunoglobulin G (IgG) di dalam darah seorang pasien. Untuk mengetahuinya apakah ada materi genetik virus aktif, dapat dilakukan dengan cara mengambil sample darah pasien yang dimasukkan ke dalam tabung darah untuk selanjutnya diproses di laboratorium.

Meski sama dengan tes covid-19 rapid test, hasil yang didapatkan dari tes ini bisa reaktif atau non reaktif. Jika nanti hasilnya reaktif, kemungkinan tubuh sudah mengandung antibodi covid-19.

Antibodi reaktif ini juga disebut tidak selalu diartikan adanya virus aktif di dalam tubuh pasien. Akan tetapi, bisa saja antibodi ini terdeteksi karena adanya infeksi yang terjadi di sebelumnya.

yusuf habib

Pembisnis muda yang bercita-cita ingin membangun platform digital kesehatan terbesar di dunia

Leave a Comment

Your email address will not be published.