Impola LDL-Cholesterol Direct adalah reagen diagnostik in-vitro yang dirancang khusus untuk pengukuran kuantitatif kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein / sering disebut “kolesterol jahat”) secara langsung dalam serum atau plasma darah manusia menggunakan mesin kimia klinik (chemistry analyzer).
Format kemasan R1: 2×30 mL dan R2: 1×20 mL menunjukkan bahwa reagen ini menggunakan sistem dua reagen (dual-reagent system) dengan total volume yang siap mengakomodasi puluhan hingga ratusan pengujian tergantung pada volume kerja instrumen yang digunakan.
Prinsip Kerja (Direct Homogeneous Assay)
Metode langsung (direct/homogeneous) memungkinkan pengukuran kadar LDL tanpa memerlukan tahap preparasi atau pengendapan manual yang rumit:
Reagen 1 (R1): Mengeliminasi atau menutupi fraksi kolesterol selain LDL (seperti VLDL dan kilomikron) melalui reaksi enzimatik selektif agar tidak ikut bereaksi pada tahap berikutnya.
Reagen 2 (R2): Mengandung surfaktan khusus dan enzim (seperti cholesterol esterase dan cholesterol oxidase) yang secara spesifik melepaskan dan mengoksidasi kolesterol LDL, lalu bereaksi membentuk senyawa berwarna (quinoneimine).
Pengukuran: Intensitas warna yang terbentuk diukur secara fotometrik menggunakan panjang gelombang tertentu, di mana nilai absorbansinya berbanding lurus dengan konsentrasi LDL dalam sampel.
Spesifikasi Teknis Utama
Jenis Sampel: Serum atau plasma darah (sebaiknya pasien dalam kondisi puasa 12 jam).
Kompatibilitas Alat: Dirancang untuk digunakan pada berbagai instrumen Clinical Chemistry Analyzer (baik otomatis maupun semi-otomatis) yang mendukung pemrograman parameter kustom.
Suhu Penyimpanan: Harus disimpan di lemari pendingin pada suhu $2^\circ\text{C}$ hingga $8^\circ\text{C}$. Jangan dibekukan agar stabilitas enzim tidak rusak.
Aplikasi Klinis
Evaluasi Risiko Kardiovaskular: LDL adalah faktor penentu utama dalam menilai risiko aterosklerosis, penyakit jantung koroner, dan stroke.
Manajemen Terapi: Membantu dokter memantau efektivitas pengobatan penurun lemak darah (seperti terapi statin) serta perubahan gaya hidup pasien.












Ulasan
Belum ada ulasan.