Pass-through box berguna untuk menghindari kontaminasi silang di laboratorium. Simak cara merawat pass-through box berikut.
MENGENAL PASS-THROUGH BOX
Pass-through box adalah perangkat yang digunakan dalam lingkungan laboratorium, ruang bersih, atau area yang membutuhkan transfer bahan atau sampel antara dua area terpisah dengan cara yang aman dan terkontrol. Perangkat ini juga dikenal dengan sebutan “transfer box,” “transfer hatch,” atau “transfer chamber.”
Fungsinya adalah untuk menghindari kontaminasi silang antara dua area yang memiliki tingkat kebersihan yang berbeda atau memuat bahan-bahan yang berbeda, seperti di dalam laboratorium yang mengandung bahan-bahan berbahaya atau dalam ruang bersih yang harus dijaga kebersihannya.
Pass-through box atau transfer box adalah perangkat krusial dalam lingkungan laboratorium dan ruang bersih.
Baca juga: Sistem biokontainmen hewan di laboratorium
CARA MERAWAT PASS-THROUGH BOX
Agar Pass-through box kinerjanya tetap optimal, perawatan yang tepat sangat penting. Artikel ini akan memberikan panduan tentang cara merawat pass-through box agar tetap berfungsi secara efisien dan efektif.
1. Membersihkan Secara Rutin
Perawatan pass-through box harus dimulai dengan membersihkan perangkat secara rutin. Setiap harinya, sebelum dan setelah penggunaan, bersihkan bagian dalam dan luar box dengan menggunakan pembersih yang sesuai dan disinfektan yang direkomendasikan. Pastikan untuk menghilangkan sisa-sisa materi atau partikel yang mungkin menempel pada permukaannya. Hindari penggunaan bahan kimia yang abrasif agar tidak merusak lapisan pelindung pada box.
2. Periksa Seal dan Pintu
Seal dan pintu pada pass-through box harus berfungsi dengan baik agar mencegah kebocoran udara atau partikel kontaminan masuk atau keluar. Periksa secara berkala kondisi seal dan pastikan tidak ada sobekan, kerusakan, atau keausan yang signifikan. Jika ditemukan masalah, segera ganti seal yang rusak agar tetap menjaga kinerja optimal perangkat.
Baca juga: Bagaimana animal transfer station bisa melindungi?
3. Cegah Akumulasi Debu
Debu dapat menjadi masalah serius dalam lingkungan laboratorium atau ruang bersih. Akumulasi debu pada permukaan bagian dalam pass-through box dapat mengurangi kebersihan dan menyebabkan kontaminasi silang. Pastikan untuk secara berkala membersihkan dan menyaring udara di sekitar area pass-through box. Jika perlu, gunakan sistem penyaringan udara tambahan untuk mengurangi jumlah debu yang masuk ke dalam box.
4. Lakukan Kalibrasi Secara Teratur
Untuk memastikan kinerja yang optimal, pastikan melakukan kalibrasi perangkat secara teratur sesuai dengan petunjuk produsen. Kalibrasi yang tepat akan memastikan keakuratan kontrol suhu dan tekanan pada pass-through box, yang sangat penting untuk mencegah perubahan suhu yang tiba-tiba dan pergerakan udara yang tidak diinginkan.
5. Perhatikan Penggunaan yang Benar
Berikan pelatihan kepada semua pengguna tentang penggunaan yang benar dan aman dari pass-through box. Pastikan mereka memahami prosedur pembukaan dan penutupan pintu dengan benar, menghindari paksaan yang berlebihan yang dapat merusak seal, serta menggunakan perangkat dengan cermat dan hati-hati.
6. Perawatan Preventif
Selain melakukan perawatan rutin, pastikan juga untuk menjadwalkan perawatan preventif secara berkala oleh teknisi terlatih. Perawatan preventif akan membantu mengidentifikasi masalah potensial sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar, dan memastikan pass-through box tetap berfungsi secara optimal.
Merawat pass-through box dengan baik sangat penting untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan kinerja perangkat tersebut. Dengan membersihkan secara rutin, memeriksa seal dan pintu, mencegah akumulasi debu, melakukan kalibrasi teratur, dan memberikan perawatan preventif, Anda dapat memastikan pass-through box tetap optimal dan efisien dalam menjaga lingkungan kerja Anda bebas dari kontaminasi silang dan risiko potensial.
Sumber:
APA ITU PASS BOX ? – PINTU HERMETIC (lukman.co.id)

