Antropometri berkaitan dengan ukuran atau dimensi tubuh manusia. Simak informasi mengenai 5 ukuran antropometri berikut ini.
Banyak yang tidak paham mengenai antropometri karena hanya sering digunakan dalam bidang kesehatan, kedokteran, anatomi, dan ilmu biologi. Wajar jika banyak masyarakat belum paham antropometri. Itu karena dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak bersentuhan langsung dengan ilmu yang mempelajarinya.
Namun, saat ini sebaiknya masyarakat awam mulai mengenali dan memahami tentang antropometri. Itu karena sangat penting untuk bekal mandiri dalam memahami dimensi tubuh mereka.
PENGERTIAN ANTROPOMETRI
Antropometri berasal dari gabungan dua kata Bahasa Yunani, yaitu “anthropos” yang berarti “manusia” dan “metron” yang berarti “pengukuran”. Jadi apabila dijabarkan, antropometri adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dimensi fisik manusia, seperti tinggi, berat, panjang lengan, panjang kaki, lingkar dada, dan ukuran tubuh lainnya. Studi ini mencakup pengukuran berbagai bagian tubuh manusia dan hubungan antara bagian-bagian tersebut.
Menurut Heyward, dalam bukunya yang berjudul “Advance Fitness Assessment and Exercise Prescription”, disebutkan bahwa antropometri adalah ilmu mengukur tubuh manusia dari segi ukuran, bentuk, proporsi, komposisi, dan status pematangannya. Hal ini memberikan informasi berharga tentang karakteristik fisik individu yang dapat digunakan untuk menilai risiko kesehatan, merancang program latihan, dan mengevaluasi kinerja fisik.
Antropometri sering digunakan dalam berbagai bidang, termasuk ergonomi, desain produk, kebugaran, dan nutrisi. Data antropometri juga dapat digunakan untuk memahami perbedaan dalam ukuran tubuh antara populasi yang berbeda. Selain itu, bagaimana perubahan lingkungan dan gaya hidup dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia.
HUBUNGAN ANTROPOMETRI DENGAN KESEHATAN
Antropometri memiliki kaitan erat dengan kesehatan karena dapat memberikan informasi mengenai kesehatan seseorang. Sehingga orang tersebut dapat mengetahui bagaimana keadaaan pada tubuhnya dan langkah apa saja yang harus ia lakukan di kemudian hari.
Pengukuran seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas dapat memberikan informasi tentang kesehatan dan status gizi seseorang. Jika hasil pengukuran menunjukkan nilai yang kurang dari atau lebih dari normal, maka dapat menjadi indikasi adanya masalah gizi yang perlu diatasi.
Antropometri juga dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan seseorang dari waktu ke waktu. Data antropometri seperti tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dapat memberikan informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan yang norma atau adanya masalah kesehatan yang perlu diatasi.
Selain itu, pengukuran antropometri juga dapat digunakan untuk mendeteksi masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Sebagai contoh, pengukuran pinggang dan lingkar perut seseorang dapat memberikan informasi tentang risiko terkena penyakit kardiovaskular.
Penyakit kardiovaskular adalah sekelompok penyakit yang melibatkan jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit arteri koroner, jantung bawaan, katup jantung, gagal jantung, aritmia jantung, dan penyakit pembuluh darah perifer. Penyakit tersebut termasuk penyakit yang berbahaya bahkan bisa mengancam keselamatan nyawa seseorang. Sehingga dengan dilakukannya pengukuran antropometri dapat membantu mendeteksi penyakit-penyakit tersebut sejak dini.
Baca juga: Macam-macam pengukuran antropometri anak
HUBUNGAN ANTROPOMETRI DENGAN KEBUGARAN
Antropometri memiliki kaitan erat dengan kebugaran karena dapat memberikan informasi tentang dimensi dan proporsi tubuh manusia yang berhubungan dengan kesehatan dan kebugaran. Antropometri dapat digunakan untuk menilai komposisi tubuh, yaitu perbandingan antara massa lemak dan massa bebas lemak pada tubuh seseorang.
Pengukuran seperti berat badan, lingkar perut, dan lipatan kulit dapat memberikan informasi tentang persentase lemak tubuh seseorang. Komposisi tubuh yang seimbang dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.
Pengukuran antropometri seperti lingkar pinggang dan lingkar perut dapat digunakan untuk mengukur kebugaran kardiovaskular seseorang. Lingkar pinggang dan lingkar perut yang besar dapat menjadi indikasi adanya penumpukan lemak di sekitar organ vital, yang berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.
Pengukuran antropometri juga dapat membantu menentukan jenis latihan yang tepat untuk meningkatkan kebugaran seseorang. Misalnya, pengukuran panjang tulang tungkai dapat membantu menentukan jenis latihan yang efektif untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot kaki.
Selain itu, antropometri juga dapat digunakan untuk mendukung nutrisi yang tepat dalam meningkatkan kebugaran seseorang. Misalnya, pengukuran lingkar lengan atas dapat memberikan informasi tentang kecukupan asupan protein seseorang. Asupan nutrisi yang tepat dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.
Secara garis besar, antropometri memiliki kaitan erat dengan kebugaran karena dapat memberikan informasi tentang komposisi tubuh, kebugaran kardiovaskular, jenis latihan yang tepat, dan nutrisi yang tepat dalam meningkatkan kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.
Baca juga: Inilah alasan memantau tinggi badan bayi
5 UKURAN ANTROPOMETRI YANG HARUS DIKETAHUI
Menurut Lohman, dkk (1988) dalam bukunya yang berjudul “Anthropometric Standardization Reference Manual”, ada beberapa ukuran antropometri yang perlu diketahui dalam kesehatan dan kebugaran. Ukuran tersebut adalah berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, lingkar lengan atas, dan persentase lemak tubuh.
Dengan mengetahui ukuran-ukuran tersebut, seseorang dapat memantau kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran mereka. Berikut penjelasannya :
Berat Badan
Berat badan adalah ukuran antropometri yang paling umum dan mudah diukur. Berat badan dapat memberikan gambaran umum tentang komposisi tubuh seseorang dan dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang berada dalam kisaran berat badan yang sehat.
Tinggi Badan
Tinggi badan juga merupakan ukuran antropometri yang penting untuk diketahui karena dapat digunakan untuk menentukan berat badan ideal seseorang. Tinggi badan juga dapat digunakan untuk menentukan indeks massa tubuh (IMT), yang dapat memberikan gambaran tentang apakah seseorang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
Lingkar Pinggang
Lingkar pinggang adalah ukuran antropometri yang dapat memberikan informasi tentang risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Besarnya lingkar pinggang dapat menunjukkan adanya penumpukan lemak di sekitar organ vital, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular.
Lingkar Lengan Atas
Pengukuran lingkar lengan atas dapat digunakan untuk menilai status gizi seseorang. Ukuran lingkar lengan atas dapat memberikan informasi tentang massa otot dan lemak pada lengan, yang dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang mengalami kekurangan gizi atau kelebihan berat badan.
Lemak Tubuh
Ukuran antropometri lain yang penting dalam kesehatan dan kebugaran adalah persentase lemak tubuh. Persentase lemak tubuh dapat memberikan informasi tentang komposisi tubuh seseorang dan dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang berada dalam kisaran berat badan yang sehat.
Sekian informasi mengenai 5 ukuran antropometri. Semoga informasi yang kami sajikan bisa menambah wawasan Anda.

