Stunting merupakan kondisi pertumbuhan gizi anak yang terhambat. Berikut ini adalah cara mencegah stunting.
PENGERTIAN STUNTING
Stunting adalah kondisi ketika pertumbuhan fisik dan mental anak terhambat akibat kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangan awal. Stunting biasanya terjadi pada anak-anak yang tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang mereka konsumsi, terutama protein, zat besi, dan vitamin A. Kondisi ini juga dapat disebabkan karena malnutrisi pada ibu hamil.
Stunting dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk belajar, berkembang secara fisik dan mental, dan mempengaruhi kesehatannya di kemudian hari. Dampak jangka panjang dari stunting termasuk risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.
BAHAYA STUNTING
Mengutip dari Prendergast dan Humphrey (2014) “Sindrom stunting semakin diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat utama di negara-negara berkembang. Stunting dikaitkan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pada anak-anak dan merupakan penanda berbagai dimensi kekurangan yang saling terkait di negara berkembang, termasuk nutrisi ibu yang tidak memadai, praktik pemberian makan bayi yang buruk, tingginya tingkat penyakit menular dan paparan racun lingkungan.”
Dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya penyakit stunting bukan hanya sebagai indikator berbahaya bagi pertumbuhan bayi atau anak-anak saja. Melainkan berkaitan erat dengan kesehatan dan nutrisi pada ibu. Selain itu sunting juga membuktikan bahwa pemberian pengetahuan dan praktik pemberian makanan masih buruk.
Baca juga: Mengukur tinggi badan dan kesehatan: Apa hubungannya?
SEJAK ANAK UMUR BERAPA STUNTING BISA DIDETEKSI?
penting untuk mengetahui cara mencegah stunting. Stunting dapat dideteksi sejak anak masih bayi hingga usia 5 tahun. Pada usia tersebut, pertumbuhan dan perkembangan anak sangat cepat dan penting untuk memantau pertumbuhan mereka secara teratur agar dapat mencegah dan mendeteksi stunting dengan cepat. Standar pertumbuhan untuk anak telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pengukuran tinggi badan anak dibandingkan dengan standar pertumbuhan tersebut untuk menentukan apakah anak mengalami stunting atau tidak. Penting untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan secara rutin dan berkala untuk memastikan bahwa anak tumbuh dan berkembang dengan sehat dan optimal.
PENYEBAB STUNTING
- Kekurangan gizi: Stunting terjadi ketika anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang mereka konsumsi, terutama protein, zat besi, dan vitamin A.
- Kurangnya asupan nutrisi pada masa kehamilan: Ibu yang mengalami kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah dan mengalami stunting pada masa pertumbuhan dan perkembangan awal.
- Infeksi berulang: Infeksi yang sering terjadi pada anak dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi dan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
- Lingkungan yang tidak sehat: Lingkungan yang tidak sehat, seperti air yang terkontaminasi atau sanitasi yang buruk, dapat menyebabkan penyakit pada anak dan mempengaruhi kemampuan mereka untuk menyerap nutrisi.
- Praktik makanan yang buruk: Pola makan yang buruk, seperti makanan yang tidak bervariasi atau tidak bergizi, dapat menyebabkan kekurangan nutrisi pada anak dan menyebabkan stunting.
Untuk mencegah stunting, perlu dilakukan upaya untuk memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang pada anak, terutama pada masa pertumbuhan dan perkembangan awal. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan makanan bergizi, memastikan akses pada air bersih dan sanitasi yang baik, serta menjaga kebersihan lingkungan anak.
Baca juga: Stadiometer, kegunaan dan fungsinya
CARA MEMANTAU STUNTING
Berikut adalah beberapa cara untuk memantau agar tidak terkena stunting:
- Pantau pertumbuhan anak: Untuk memantau pertumbuhan anak, dapat menggunakan grafik pertumbuhan yang dikeluarkan oleh pihak kesehatan. Grafik ini memuat informasi tentang berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak serta standar pertumbuhan normal untuk usia dan jenis kelamin anak.
- Perhatikan asupan nutrisi: Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan sehari-hari. Anak membutuhkan protein, zat besi, dan vitamin A yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
- Praktik makanan sehat dan bergizi: Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi anak dan upayakan untuk memberikan makanan yang sehat dan bergizi. Berikan makanan yang bervariasi dan seimbang, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, protein, dan lemak sehat.
- Perhatikan kesehatan anak: Perhatikan kondisi kesehatan anak, termasuk apakah anak sering sakit atau mengalami masalah kesehatan lainnya. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk menyerap nutrisi dan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, orang tua dapat memantau agar anak tidak terkena stunting. Selain itu, memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan baik.
Dapatkan: SERENITY Digital Height Scale
CARA MENCEGAH STUNTING
Stunting dapat dicegah dengan cara-cara berikut:
- Memberikan nutrisi yang cukup dan seimbang: Anak perlu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang, terutama protein, zat besi, dan vitamin A, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
- Memberikan ASI eksklusif: ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.
- Memberikan makanan pendamping ASI yang bergizi: Setelah usia 6 bulan, bayi perlu diberikan makanan pendamping ASI yang bergizi, seperti sayuran, buah-buahan, dan daging.
- Menjaga kebersihan lingkungan: Kebersihan lingkungan, seperti air bersih dan sanitasi yang baik, dapat mencegah infeksi pada anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mereka.
- Mengikuti imunisasi secara teratur: Imunisasi dapat mencegah infeksi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
- Memberikan stimulasi perkembangan pada anak: Stimulasi perkembangan yang tepat dapat membantu meningkatkan kemampuan anak dalam belajar dan tumbuh kembang.
- Memberikan perawatan kesehatan yang tepat: Perawatan kesehatan yang tepat, seperti pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penanganan penyakit yang tepat, dapat membantu mencegah stunting.
Cara mencegah stunting di atas bisa Anda lakukan. Cara tersebut diharapkan dapat mencegah stunting pada anak. Selain itu juga mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka dengan sehat dan optimal.

