Malaria disebabkan oleh parasite ‘Plasmodium‘ yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Malaria dapat menyebar pada anak-anak dan orang dewasa karena adanya gigitan nyamuk betina yang terinfeksi parasit.

https://www.drweil.com/
Penyebaran malaria pada bayi dan balita
Selain gigitan nyamuk, penyebab lain malaria termasuk transfusi darah atau berbagi jarum suntik. Berbagai cara penularan infeksi malaria adalah sebagai berikut:
Gigitan nyamuk
Ketika nyamuk Anopheles yang tidak terinfeksi menggigit orang yang terinfeksi malaria, ia menghisap darah yang mengandung parasit mikroskopis malaria dan terinfeksi. Ketika nyamuk yang terinfeksi ini menggigit orang lain, itu mentransfer infeksi ke aliran darah mereka.
Parasit melakukan perjalanan ke hati inang, di mana ia tumbuh dan berkembang biak. Seringkali, ia tetap di sana, tidak aktif selama beberapa tahun sebelum menjadi aktif. Ketika parasit ini matang, mereka meninggalkan hati dan memasuki aliran darah inang.
Parasit akan menginfeksi dan merusak sel darah merah begitu memasuki aliran darah. Saat itulah gejala malaria muncul.
Transfusi darah
Karena parasit penyebab malaria dibawa oleh sel darah merah, ia bahkan dapat ditularkan melalui transplantasi organ, transfusi darah, atau jarum suntik yang terinfeksi.
Donasi organ
Seperti transfusi darah, cara penularan infeksi malaria juga dapat disebabkan oleh donor organ. Jika pendonor organ terinfeksi malaria, maka orang yang menerimanya akan terkena juga.
Penggunaan jarum bersama
Berbagi jarum suntik membuat tubuh rentan tidak hanya terhadap malaria melalui transfusi darah, tetapi juga penyakit lainnya.
Bawaan
Penyebaran malaria pada bayi dan balita juga bisa dibawaa oleh wanita hamil. Wanita hamil yang sedang terinfeksi malaria bisa menularkan infeksi kepada anaknya yang belum lahir sebelum atau selama persalinan. Ini disebut ‘malaria kongenital’.
Masa inkubasi parasit malaria
Parasit malaria memiliki masa inkubasi di mana ia tetap berada di tubuh inang. Ini adalah periode antara digigit nyamuk dan munculnya gejala.
Durasinya bisa di mana saja dari 10 hari hingga 4 minggu setelah infeksi. Masa inkubasi malaria berbeda berdasarkan jenis mikroba, berikut ini adalah masa inkubasi parasit malaria:
- falciparum: 9 sampai 14 hari
- vivax: 12 hingga 18 hari tetapi beberapa galur dapat mengerami selama 8 hingga 10 bulan atau bahkan lebih lama
- ovale: 12 hingga 18 hari
- malariae: 18 sampai 40 hari
- knowlesi: 9 sampai 12 hari
Tanda dan gejala malaria pada anak
Bayi yang terkena malaria mungkin menunjukkan perubahan perilaku yang tiba-tiba seperti mengantuk, lekas marah, gelisah, dan lesu. Banyak dari mereka bahkan mengeluh mual dan diare. Beberapa gejala umum penyakit malaria pada anak-anak adalah:
– Demam tinggi
Suhu tinggi belum tentu demam normal. Itu mungkin juga menunjukkan infeksi atau penyakit serius. Selain penyakit lain yang mungkin, mungkin juga merupakan gejala awal malaria jika disertai dengan menggigil atau menggigil.
– Muntah
Malaria dapat menyebabkan muntah pada anak-anak. Cara tubuh bereaksi tergantung pada kepekaan anak terhadap infeksi dan tingkat keparahannya.
– Sakit kepala
Sakit kepala umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi jika disertai dengan gejala malaria lainnya, mereka perlu ditanggapi dengan serius.
– Nafsu makan yang buruk
Nafsu makan yang buruk kadang-kadang bisa disebabkan oleh malaria. Namun, sebelum Anda mengambil kesimpulan, cari juga gejala malaria lainnya.
– Sakit perut
Penyebaran malaria pada bayi dan balita bisa menimbulkan gejala sakit perut. Beberapa anak yang terinfeksi malaria mengeluh sakit perut dan mual. Karena infeksi dimulai di hati, ini adalah area yang terkena pertama kali.
– Iritabilitas dan mengantuk
Anak-anak cenderung rewel dan murung ketika mereka lelah atau sakit, tetapi jika mereka terus-menerus kesal dan mengantuk, itu mungkin merupakan indikasi masalah serius.
– Pilek dan batuk
Pilek dan batuk cukup umum pada anak-anak, tetapi Anda harus memeriksa adanya gejala lain yang menyertainya. Jika diikuti dengan demam atau tanda-tanda lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda.
– Sulit tidur
Malaria dapat menyebabkan gejala yang berbeda pada anak yang berbeda. Dalam beberapa, itu menyebabkan kantuk sementara di beberapa itu bisa menjadi sumber insomnia.
– Kelemahan
Jika anak Anda merasa lemah, lebih baik untuk memeriksakannya. Tes darah cepat adalah semua yang diperlukan untuk mengkonfirmasi atau menghilangkan malaria sebagai penyebabnya, dan deteksi dini memastikan pemulihan dini.
Itulah informasi mengenai penyebaran malaria pada bayi dan balita. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan Anda.
Website || Syaf.co.id

