Otoacoustic Emissions: Jenis & Metode Pemeriksaan Pendengaran Bayi
Otoacoustic emissions (OAE) merupakan salah satu pemeriksaan penting yang dilakukan pada bayi untuk skrining gangguan pendengaran. Pemeriksaan ini telah menjadi standar medis di berbagai negara sebagai upaya deteksi dini masalah pendengaran pada bayi baru lahir. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang jenis, metode, dan pentingnya pemeriksaan otoacoustic emissions.
⚡ Quick Links – Navigasi Cepat
Mengenal Pemeriksaan Otoacoustic Emissions (OAE)
Otoacoustic emission atau disingkat dengan OAE merupakan gelombang suara yang dihasilkan oleh sel rambut halus (hair cells) yang berada di bagian luar dari rumah siput (cochlea), apabila diberi stimulus akustik. Adanya gelombang tersebut menjadi indikasi bahwa rumah siput bekerja dengan baik berkaitan dengan fungsi pendengaran normal.
Penemuan OAE telah merevolusi cara dokter melakukan deteksi dini gangguan pendengaran, khususnya pada bayi baru lahir. Bayi baru lahir biasanya banyak dilakukan pemeriksaan OAE di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Pemeriksaan ini menjadi skrining awal untuk mengetahui apakah ada gangguan pendengaran atau tidak. Di beberapa negara, skrining ini sudah menjadi hal yang wajib dilakukan sebagai bagian dari program deteksi dini gangguan pendengaran bayi.
Kehadiran OAE menunjukkan bahwa mekanisme pendengaran internal bayi berfungsi dengan optimal. Sebaliknya, jika OAE tidak terdeteksi, hal ini dapat mengindikasikan adanya masalah pendengaran yang perlu ditindaklanjuti lebih lanjut dengan pemeriksaan yang lebih mendalam.
Jenis-Jenis Pemeriksaan Otoacoustic Emissions
Pemeriksaan otoacoustic emissions yang biasa dilakukan dalam dunia medis terbagi dalam dua jenis utama, yaitu:
1. Transient Otoacoustic Emissions (TOAE)
Transient Otoacoustic Emissions (TOAE) adalah jenis pemeriksaan OAE yang paling umum digunakan untuk skrining bayi baru lahir. Pada metode ini, suara yang dipancarkan merupakan respons terhadap rangsangan akustik yang diberikan dengan durasi sangat singkat (transient).
Suara stimuli yang diberikan dapat berupa:
- Nada “klik” (click stimulus) – merupakan stimulus paling sering digunakan
- Nada semburan (burst stimulus) – memberikan respons yang lebih spesifik pada frekuensi tertentu
TOAE sangat efektif untuk pemeriksaan rutin karena cepat dilakukan, hasil akurat, dan mudah diinterpretasikan. Metode ini sering menjadi pilihan utama di program skrining pendengaran bayi nasional.
2. Distortion Product Otoacoustic Emission (DPOAE)
Distortion Product Otoacoustic Emission (DPOAE) adalah jenis pemeriksaan OAE yang menggunakan dua nada simultaneous dari frekuensi yang berbeda sebagai stimulus. Pada metode ini, suara dipancarkan sebagai respons terhadap kombinasi dua frekuensi tersebut.
Keunggulan DPOAE:
- Memberikan informasi detail tentang fungsi pendengaran pada berbagai frekuensi
- Lebih spesifik dalam mendeteksi gangguan pendengaran parsial
- Membantu mengidentifikasi pola kerusakan pendengaran
- Berguna untuk follow-up pada kasus yang meragukan
DPOAE sering digunakan sebagai pemeriksaan lanjutan ketika hasil TOAE tidak jelas atau menunjukkan tanda-tanda kemungkinan gangguan pendengaran.
Prosedur Pemeriksaan Otoacoustic Emissions
Prosedur pemeriksaan OAE merupakan prosedur yang non-invasif, aman, dan tidak menyakitkan bagi bayi. Berikut adalah tahap-tahap pelaksanaan pemeriksaan OAE:
Persiapan Pemeriksaan
Sebelum melakukan pemeriksaan, dokter atau audiolog akan:
- Memberikan penjelasan kepada orang tua tentang prosedur pemeriksaan
- Memastikan bayi dalam kondisi istirahat atau tidur untuk hasil optimal
- Membersihkan saluran telinga bayi dari cairan amnion atau cerumen
- Menyiapkan peralatan OAE yang telah dikalibrasi dengan baik
Pelaksanaan Pemeriksaan
Selama pemeriksaan, dokter akan:
- Memasang probe kecil ke dalam saluran telinga bayi yang berisi speaker dan microphone sensitif
- Memberikan stimulus akustik berupa nada klik atau burst melalui speaker
- Mengukur respons OAE yang dihasilkan oleh sel rambut luar rumah siput menggunakan microphone
- Mencatat hasil pengukuran dalam bentuk grafik atau data kuantitatif
- Mengulangi proses pada telinga yang lain untuk pemeriksaan bilateral
Seluruh proses pemeriksaan biasanya memakan waktu 5-10 menit per telinga, tergantung pada kerjasama bayi dan kondisi saluran telinga.
Interpretasi Hasil
Hasil pemeriksaan OAE dapat dikategorikan sebagai:
- Hasil “Pass” (Positif) – OAE terdeteksi dengan baik, menunjukkan fungsi pendengaran normal
- Hasil “Refer” (Negatif) – OAE tidak terdeteksi atau lemah, memerlukan pemeriksaan lanjutan dengan audiometri
Jika hasil “Refer”, bayi akan dirujuk untuk pemeriksaan audiometri lebih lanjut atau Brainstem Auditory Evoked Response (BAER) untuk diagnosis yang lebih akurat.
Manfaat dan Keunggulan Pemeriksaan Otoacoustic Emissions
Keunggulan Klinis OAE
Pemeriksaan otoacoustic emissions memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya pilihan utama untuk skrining pendengaran bayi:
- Non-invasif dan aman – tidak ada risiko cedera atau efek samping
- Cepat dan efisien – hasil diperoleh dalam hitungan menit
- Akurat – tingkat sensitivitas dan spesifisitas tinggi (>90%)
- Objektif – tidak bergantung pada respons perilaku bayi
- Terjangkau – biaya pemeriksaan relatif ekonomis dibanding pemeriksaan pendengaran lainnya
- Dapat dilakukan sejak bayi baru lahir – tidak ada batasan usia minimum
Manfaat untuk Deteksi Dini Gangguan Pendengaran
Manfaat utama pemeriksaan OAE adalah untuk:
- Deteksi dini gangguan pendengaran kongenital – sebelum gangguan mempengaruhi perkembangan bicara dan bahasa bayi
- Identifikasi bayi berisiko tinggi – yang memerlukan monitoring pendengaran lebih ketat
- Intervensi dini – memungkinkan penerapan alat bantu dengar atau cochlear implant sejak dini
- Pencegahan masalah sekunder – gangguan bicara, bahasa, dan perkembangan kognitif
- Meningkatkan kualitas hidup bayi – dengan optimalisasi fungsi pendengaran sejak awal kehidupan
Persiapan dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
Persiapan Sebelum Pemeriksaan OAE
Untuk memastikan pemeriksaan berjalan optimal, persiapkan hal-hal berikut:
- Bersihkan telinga bayi – pastikan saluran telinga bersih dari cairan atau cerumen
- Pastikan bayi tenang atau tidur – ini akan memudahkan pemasangan probe
- Jadwalkan di waktu yang tepat – hindari jadwal ketika bayi biasanya lapar atau cranky
- Informasikan dokter tentang riwayat medis – terutama jika ada riwayat gangguan pendengaran keluarga
Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan
Beberapa faktor dapat mempengaruhi akurasi hasil OAE:
- Cairan dalam telinga tengah – dapat menyebabkan hasil false negative
- Cerumen atau debris – menghalangi transmisi suara
- Bayi yang bergerak atau menangis – menciptakan noise yang mengganggu pengukuran
- Probe yang tidak pas – seal yang tidak sempurna akan menghasilkan pembacaan yang tidak akurat
Pemeriksaan Lanjutan Jika Diperlukan
Jika hasil OAE menunjukkan “Refer” atau tidak jelas, pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan meliputi:
Auditory Brainstem Response (ABR)
ABR adalah pemeriksaan yang mengukur respons listrik otak terhadap stimuli suara. Pemeriksaan ini lebih sensitif untuk mendeteksi gangguan pendengaran di berbagai tingkat, dari koklea hingga batang otak.
Audiometri Kondisi Bermain (Play Audiometry)
Dilakukan pada anak yang lebih besar (>2 tahun) untuk mengukur ambang dengar dengan respons perilaku yang dikondisikan sebagai permainan.
Impedansiometri (Tympanometry)
Pemeriksaan ini mengukur fungsi gendang telinga dan telinga tengah untuk membedakan apakah gangguan pendengaran berasal dari masalah konduktif atau sensorineural.
Standar Internasional dan Program Skrining Pendengaran
Program skrining pendengaran bayi telah diadopsi oleh berbagai organisasi internasional dan negara sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan skrining pendengaran universal untuk semua bayi baru lahir.
Di Indonesia, program skrining pendengaran bayi telah menjadi bagian dari standar perawatan bayi baru lahir di fasilitas kesehatan yang memadai. Pemeriksaan OAE menjadi salah satu alat skrining utama yang digunakan dalam program ini.
Untuk pemeriksaan medis yang menyeluruh, pastikan Anda menggunakan peralatan berkualitas tinggi. Peralatan pemeriksaan THT berkualitas seperti Otoscope OneHealth HS-402F2 LED Waterproof dapat mendukung prosedur pemeriksaan telinga yang akurat dan profesional. Selain itu, gel medis premium OneHealth Ultrasound Gel 250g dapat meningkatkan kualitas kontak probe untuk hasil pemeriksaan yang optimal.
Kesimpulan
Otoacoustic emissions (OAE) merupakan pemeriksaan yang sangat penting untuk deteksi dini gangguan pendengaran pada bayi. Dengan dua metode utama (TOAE dan DPOAE), pemeriksaan ini menawarkan pendekatan yang objektif, cepat, dan akurat untuk skrining pendengaran bayi baru lahir.
Pemeriksaan OAE yang dilakukan secara dini memungkinkan intervensi segera dan pencegahan masalah perkembangan yang lebih lanjut. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi gangguan pendengaran, tindak lanjut dengan pemeriksaan audiologi yang lebih komprehensif sangat penting untuk diagnosis dan manajemen yang tepat.
Untuk layanan konsultasi kesehatan mengenai pemeriksaan pendengaran bayi atau kebutuhan peralatan medis lainnya, Anda dapat menghubungi kami:
📞 Hubungi PT. Syaf Unica Indonesia
- WhatsApp: +6285729590219
- Telepon: (0281) 6512066
- Email: info@syaf.co.id
- Alamat: Griya Mandalatama Cluster 4D No. 6, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah 53161
Pertanyaan Umum Seputar Otoacoustic Emissions
Apakah pemeriksaan OAE aman untuk bayi baru lahir?
Ya, pemeriksaan otoacoustic emissions (OAE) sangat aman untuk bayi baru lahir. Prosedur ini non-invasif, tidak menyakitkan, dan tidak menggunakan radiasi atau zat berbahaya. Tidak ada risiko efek samping jangka pendek atau panjang dari pemeriksaan ini.
Berapa lama hasil pemeriksaan OAE dapat diketahui?
Hasil pemeriksaan OAE dapat diketahui langsung setelah pemeriksaan selesai, biasanya dalam hitungan menit (5-10 menit). Peralatan OAE modern dapat langsung menampilkan hasil berupa “Pass” atau “Refer” dalam bentuk grafik atau data digital yang mudah diinterpretasikan.

