Air merupakan salah satu komponen yang digunakan dalam analisis menggunakan spektroskopi serapan atom (AAS). Air digunakan sebagai standar, blanko, dan penyiapan sampel. Agar hasil pengukuran yang diperoleh akurat, maka air yang digunakan harus memenuhi standar tertentu. Berikut ini informasi mengenai kualitas air yang digunakan pada AAS.

http://www.igic.bas..bg
Apa dampak air pada AAS?
Sensitivitas tinggi dari teknik AAS berarti penting bahwa air yang digunakan untuk menyiapkan blanko, standar dan sampel bebas dari kontaminan yang dapat berdampak pada keakuratan dan keandalan hasil.
Hal ini terutama berlaku untuk GFAAS , yang memiliki batas deteksi pada tingkat sub-ppb, sehingga penting bahwa semua air yang digunakan selama alur kerja analitik bebas dari elemen atau senyawa apa pun yang dapat mengganggu hasil.
Apa jenis kontaminan dalam air yang dapat mempengaruhi hasil AAS?
Kualitas air yang digunakan pada AAS harus terbebas dari berbagai jenis kontaminan. Sumber utama gangguan AAS yang biasanya terdapat dalam air adalah partikulat, ion logam, bakteri, dan organik.
Partikulat
Kehadiran partikulat dalam sampel atau standar yang digunakan untuk AAS dapat menyebabkan penyumbatan dalam sistem atomisasi, mencegah penyemprotan larutan sampel yang efisien, dan dapat direproduksi ke dalam nyala api. Penyumbatan atau penumpukan partikel ini dapat menyebabkan penyimpangan dan hilangnya kepekaan.
Ion logam
Sensitivitas AAS yang tinggi berarti bahwa setiap ion logam yang ada dalam air yang digunakan untuk menyiapkan sampel, blanko, atau standar cenderung mengganggu selama analisis.
Setiap logam yang diukur menggunakan AAS harus tidak ada, tetapi juga logam lain dapat meningkatkan kebisingan latar belakang, yang dapat menurunkan sensitivitas teknik secara keseluruhan.
Penting juga untuk mempertimbangkan kemungkinan kontaminasi peralatan lab yang digunakan untuk preparasi sampel, karena deterjen pencuci laboratorium umum mungkin mengandung garam natrium atau magnesium.
Bakteri
Bakteri yang ada dalam air yang digunakan untuk sampel dan preparasi standar dapat menyebabkan penyumbatan dalam sistem atomisasi, mirip dengan partikel. Selain itu, pemecahan bakteri ini selama nebulisasi dapat menyebabkan pelepasan ion logam yang dapat mengganggu analisis.
Organik
Beberapa molekul organik besar dapat menyebabkan penumpukan puing-puing di permukaan nebulizer. Hal tersebut dapat mengurangi efisiensinya. Organik lainnya dapat memiliki ion logam kompleks yang juga mempengaruhi efisiensi nebulisasi.
Apa syarat kualitas air yang digunakan pada pengukuran AAS?
Kemurnian air yang dibutuhkan untuk AAS tergantung pada teknik yang digunakan. Air tipe I diperlukan untuk GFAAS, karena sensitivitas metode ini sangat tinggi. Air tipe II umumnya dianggap cukup untuk FAAS, di mana batas deteksi biasanya dalam kisaran ppm hingga ppb.
FAAS
- Resistivitas : >5 MΩ.cm
- TOC : <500 ppb
- Filter : <0,2 µm
- Bakteri : <10 CFU/ml
- Endotoksin : tidak ada EU/ml
- Nuklease : tidak ada
- Tipe air : II
DFAAS
- Resistivitas : >18,2 MΩ.cm
- TOC : <10 ppb
- Filter : <0,2 µm
- Bakteri : <1 CFU/ml
- Endotoksin : tidak ada EU/ml
- Nuklease : tidak ada
- Tipe air : I
Pastikan untuk menggunakan air yang sesuai standar sebelum melakukan pengukuran dan analisis menggunakan AAS agar hasilnya lebih akurat.
Semoga informasi yang kami sampaikan mengenai kualitas air yang digunakan pada AAS bisa menambah wawasan Anda.
Website || Syaf.co.id
