Bayi yang baru dilahirkan biasanya akan dirawat di ruangan khusus dan diletakkan dalam inkubator bayi. Tahukah Anda apa alasan bayi baru lahir memerlukan inkubator bayi? Untuk mengetahui jawabannya, Anda dapat membaca artikel berikut ini.

https://www.niceneotech..com
Apa itu inkubator bayi?
Inkubator bayi merupakan peralatan yang digunakan untuk memberikan kondisi lingkungan yang cocok pada neonatus atau bayi baru lahir. Inkubator adalah tempat tidur yang terbuat dari plastik yang membantu memberikan kehangatan pada bayi Anda. Inkubator bening dan memiliki lubang kecil di sisinya tempat Anda dapat menyentuh bayi.
Apa yang Dilakukan Inkubator Bayi?
Inkubator bayi menyediakan lingkungan yang ideal bagi bayi untuk berkembang. Bayi baru lahir dapat mengalami kesulitan dalam mengatur suhu tubunya, terutama bayi yang lahir prematur.
Pada bayi baru lahir, mereka tidak memiliki banyak lemak. Hal tersebut membuat mereka rentan terhadap hipotermia. Hipotermia adalah ketika tubuh seseorang kehilangan panas lebih cepat daripada yang bisa dihasilkannya.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi seperti oksigen jaringan yang rendah, kesulitan bernapas, dan pertumbuhan yang lambat.
Inkubator dapat mencegah hipotermia dengan membantu bayi mempertahankan suhu optimal. Inkubator bayi memiliki kontrol suhu yang dapat diatur secara manual atau otomatis berdasarkan suhu bayi. Inkubator bayi juga berfungsi sebagai pelembab udara. Ini membantu menjaga bayi dari masalah kulit.
Inkubator bayi memiliki fitur lain yaitu mereka membantu menghalangi kebisingan. Inkubator ini dapat membantu meredam kebisingan di ruang NICU dan sekitarnya. Selain melindungi bayi dari kebisingan, inkubator juga melindungi cahaya langsung yang dapat mengganggu mereka dan menyebabkan gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, dan stres yang tidak perlu.
Alasan bayi baru lahir memerlukan inkubator bayi
Ada banyak alasan berbeda mengapa bayi perlu berada dalam inkubator bayi. Beberapa alasan tersebut di antaranya adalah:
Lahir prematur
Ini adalah alasan paling umum bayi membutuhkan inkubator bayi. Bayi yang lahir terlalu dini sebelum 37 minggu, dapat mengalami berbagai masalah. Masalah tersebut seperti berat badan lahir rendah, suhu tidak teratur, dan tanda-tanda vital yang tidak stabil.
Inkubator bayi membantu mengontrol suhu mereka. Bayi juga akan diberikan formula berkalori tinggi dan akan mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan untuk masalah lainnya.
Kelahiran traumatis.
Bayi yang mengalami kesulitan lahir mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen atau mungkin mengalami penurunan aliran darah. Dokter dapat mengobati keadaan tersebut dengan melakukan pendinginan seluruh tubuh.
Itu merupakan jenis perawatan yang dapat membantu mencegah cedera otak yang dapat terjadi ketika bayi mengalami penurunan aliran darah.
Sindrom gangguan pernapasan (RDS)
Respiratory distress syndrome (RDS) merupakan masalah pernapasan yang disebabkan oleh paru-paru yang belum matang. Mesin yang mendorong udara melalui hidung dapat digunakan untuk mengobati RDS ringan.
Hal tersebut membantu menjaga paru-paru tetap mengembang. Tabung pernapasan atau ventilator mungkin diperlukan pada bayi yang mengalami RDS parah.
Hipoglikemia
Hipoglikemia merupakan kondisi dimana kadar gula darah rendah. Kadang-kadang kondisi ini terjadi ketika bayi prematur, memiliki infeksi, atau lahir dari wanita dengan diabetes gestasional.
Sepsis atau infeksi lainnya
Alasan bayi baru lahir memerlukan inkubator bayi selanjutnya yaitu sepsis. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi. Antibiotik dan perawatan lainnya mungkin diperlukan.
Korioamnionitis ibu
Kondisi tersebut dapat terjadi apabila di selaput yang mengelilingi bayi, cairan ketuban, atau tali pusar terdapat bakteri. Hal tersebut dapat menjadi penyebab infeksi pada ibu dan bayi. Bayi mungkin perlu diobati dengan antibiotik.
Itulah beberapa alasan bayi baru lahir memerlukan inkubator bayi. Apabila Anda sedang mencari inkubator bayi, Anda dapat membeli SERENITY Baby Incubator Chello S2000. Inkubator bayi ini tersedia di Syaf Unica Indonesia.

