Laju sedimentasi atau disingkat dengan “laju sed” merupakan tes darah yang memeriksa peradangan di tubuh seseorang. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

https://medicover..hu
Mengenal pemeriksaan laju sedimentasi
Pemeriksaan laju sedimentasi adalah salah satu petunjuk bagi dokter untuk mengetahui pasien mungkin memiliki penyakit yang terkait dengan peradangan, seperti radang sendi atau kanker, atau infeksi.
Tes laju sed mengukur seberapa cepat sel darah merah jatuh ke dasar tabung. Peradangan menciptakan protein yang membuat sel darah merah jatuh lebih cepat. Nama lain untuk tes ini adalah tingkat sedimentasi eritrosit (Erythrocyte sedimentation rate atau ESR).
Eritrosit merupakan sel darah merah. Sementara itu, sedimentasi merupakan proses di mana sel darah merah jatuh ke dasar tabung.
Alasan dilakukannya pemeriksaan laju sedimentasi
Dokter mungkin meminta pasien untuk melakukan tes laju sed jika pasien memiliki gejala sebagai berikut:
- Sakit kepala
- Sendi kaku, bengkak, atau nyeri
- Nyeri di bahu, leher, atau panggul
- Kehilangan nafsu makan
- Menurunnya berat badan padahal tidak diet
Tes laju sed dapat menjadi bagian dari proses menemukan jika seseorang memiliki salah satu dari kondisi berikut:
- Infeksi (termasuk tulang)
- Kanker
- Arteritis (radang pembuluh darah)
- Lupus (penyakit autoimun yang merusak kulit, persendian, dan bagian tubuh lainnya)
- Polymyalgia rheumatica (menyebabkan otot kaku dan nyeri)
- Rheumatoid arthritis (penyakit autoimun di mana sistem kekebalan menyerang sendi)
- Vaskulitis sistematis (peradangan pada pembuluh darah)
Seseorang mungkin juga mendapatkan tes ini setelah memulai perawatan untuk salah satu kondisi tersebut. Pemeriksaan laju sedimentasi dapat membantu dokter melihat seberapa baik tubuh merespon pengobatan.
Pengambilan sampel darah
Pasien tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa untuk mempersiapkannya. Ini hanya tes darah dasar. Pasien perlu memberi tahu dokter mengenai obat atau suplemen apa yang dikonsumsi sebelum menjalani tes.
Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi hasil. Juga beri tahu dokter apabila Anda sedang hamil atau sedang menstruasi.
Petugas medis lainnya akan mengambil sampel darah, biasanya dari vena di lengan pasien. Mereka pertama-tama akan mengikatkan pita di sekitar bagian atas lengan untuk membuat pembuluh darah terisi darah dan membengkak.
Kemudian mereka akan membersihkan area tersebut dengan antiseptik dan menusukkan jarum ke pembuluh darah pasien. Darah akan terkumpul ke dalam vial atau tabung. Prosesnya hanya memakan waktu beberapa menit. Setelah itu, pasien akan mendapatkan sepotong kain kasa dan perban di atas area tersebut untuk menghentikan pendarahan.
Hasil pemeriksaan laju sedimentasi
Sampel akan dibawa ke laboratorium. Pasien akan mendapatkan hasilnya dalam 1 atau 2 jam. Petugas laboratorium akan menempatkan sel darah merah ke dalam tabung yang tinggi dan tipis dan memeriksa seberapa jauh mereka jatuh dalam 1 jam.
Ketika seseorang mengalami peradangan di tubuh, protein abnormal dalam darah membuat sel darah merah terbentuk menjadi gumpalan. Gumpalan ini berat, sehingga jatuh ke dasar tabung lebih cepat daripada sel darah tunggal.
Semakin cepat sel-sel darah tenggelam, semakin banyak peradangan yang dialami di tubuh. Tes laju sed melaporkan dalam milimeter (mm) jarak antara cairan bening (plasma) di bagian atas tabung dan sel darah merah setelah 1 jam. Kisaran normalnya adalah:
- 0 hingga 15 mm / jam pada pria yang lebih muda dari 50
- 0 hingga 20 mm / jam pada pria yang lebih tua dari 50
- 0 hingga 20 mm / jam pada wanita di bawah 50
- 0 hingga 30 mm / jam untuk wanita yang lebih tua dari 50
Tingkat sed yang tinggi adalah tanda seseorang memiliki penyakit yang menyebabkan peradangan di tubuh.
Semoga informasi mengenai pemeriksaan laju sedimentasi bisa bermanfaat. Syaf Unica Indonesia menyediakan tabung ESR yang dapat dibeli di sini https://syaf.co.id/product/monotes-tube-esr-tube/.
WEBSITE || SYAF.CO.ID

