Ketahui Tentang Berbagai Ukuran Tetesan Semprot

|

‘Kualitas semprotan’ atau ‘spektrum ukuran tetesan (DSS)’ mengacu pada ukuran tetesan yang dihasilkan oleh nosel tertentu. Ukuran tetesan semprot tersebut dijelaskan dalam istilah mulai dari “Sangat Halus” hingga “Ultra Kasar”.

|

https://unsplash.com/

Ukuran tetesan semprot

VMD (juga dikenal sebagai DV0.5)

Volume Median Diameter (VMD) mengacu pada titik tengah ukuran tetesan (median), di mana setengah dari volume semprotan dalam tetesan lebih kecil dan setengah dari volume dalam tetesan lebih besar dari median.

Sebuah VMD (DV0.5) dari 400, misalnya, menunjukkan bahwa setengah dari volume dalam ukuran tetesan lebih kecil dari 400 mikron dan setengah volume dalam ukuran tetesan lebih besar dari 400 mikron.

Beberapa label pestisida menentukan ukuran tetesan yang direkomendasikan. Contohnya adalah: “Gunakan nozel yang menghasilkan kategori tetesan kasar (VMD 400 atau lebih besar).”

Pertimbangan penting untuk mengurangi penyimpangan adalah dengan menggunakan nozel yang menghasilkan VMD yang lebih tinggi (misalnya, lebih besar dari 300 mikron). Namun, potensial drift tidak hanya bergantung pada VMD, tetapi juga pada spektrum total ukuran droplet.

Untuk informasi tentang spektrum ukuran tetesan semprot, cari juga nilai DV0.1 dan DV0.9. Semakin besar nilai DV0.1, semakin kecil potensi drift. Semakin besar nilai DV0.9, semakin sedikit jumlah tetesan yang tersedia untuk memberikan cakupan yang memadai.

Nilai DV0.1

Nilai DV0.1 menunjukkan bahwa 10% dari volume semprotan berada dalam tetesan yang lebih kecil dari nilai ini dan mungkin mengandung sebagian besar tetesan halus yang dapat melayang. Misalnya, jika nosel memiliki DV0.1 150 mikron, itu berarti 10% dari volume semprotan yang dihasilkan nosel akan berbentuk tetesan berukuran 150 mikron atau lebih kecil.

Nilai DV0.9

Nilai DV0.9 menunjukkan bahwa 90% volume semprotan berada dalam tetesan yang lebih kecil (atau 10% lebih besar) dari nilai ini. Jika DV0.9 besar (misalnya 800 mikron), terlalu banyak volume semprotan dapat diambil dalam beberapa tetesan besar.

Cakupan dan kemanjuran semprotan dapat berkurang karena mungkin tidak ada cukup tetesan untuk menutupi semua permukaan yang dirawat secara memadai dalam beberapa aplikasi.

Nilai DV0.5

Nilai DV0.5 berarti bahwa setengah dari volume semprotan berada dalam tetesan yang lebih tinggi dari nilai ini dan setengahnya lebih kecil (DV0.5=VMD).

Rentang Relatif (RS)

Relative Span (RS) mengacu pada nilai yang ditentukan dengan mengurangkan nilai DV0.1 dari nilai DV0.9 dan membaginya dengan DV0.5. Semakin kecil angka ini, semakin sedikit variasi antara ukuran tetesan dalam spektrum semprotan.

Pertimbangkan dua nozel keduanya memiliki DV0.5 dari 300 mikron, tetapi satu memiliki DV0.1 dari 150 dan DV0.9 dari 800, dan yang lainnya DV0.1 dari 200 dan DV0.9 dari 600. Rentang relatif dari nosel pertama adalah ([800 – 150]/300) = 2,2, sedangkan rentang relatif nosel kedua adalah ([600 – 200]/300) = 1,3.

Meskipun kedua nozel memiliki DV0.5 yang sama, rentang relatif menunjukkan bahwa nozel kedua memiliki variasi yang jauh lebih sedikit di antara ukuran tetesan semprot, yang seharusnya memberikan potensi penyimpangan yang lebih kecil dan cakupan yang lebih besar.

Kategori Ukuran Tetesan

Pemilihan dan tekanan nozzle dapat didasarkan pada bagan kategori ukuran tetesan dari produsen nozzle. Biasanya, nozel dengan aliran rendah akan menghasilkan tetesan semprotan dalam medium hingga kisaran yang sangat kasar, sekaligus mengurangi jumlah tetesan halus yang cenderung melayang.

Karena perbedaan dalam peralatan dan metode yang digunakan untuk mengukur ukuran tetesan, produsen nozzle yang berbeda dapat melaporkan nilai mikron yang berbeda untuk kategori ukuran tetesan ASABE S-572,1.

Itulah beberapa informasi mengenai ukuran tetesan semprot. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Untuk mendapatkan alat pengukur tetesan semprot, Anda bisa membelinya di Syaf Unica Indonesia.

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi