Adanya pandemi Covid-19 membuat pemerintah sedang gencar melakukan program vaksinasi Covid-19. Pada program vaksinasi ini, ada banyak jenis vaksin yang digunakan. Simak selengkapnya mengenai jenis-jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia.

https://internationalbanker.com/
Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia
Dilansir dari website covid19.go.id, berikut ini adalah jenis-jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia
Sinovac
COVID-19 Vaccine (Vero Cell) Inactivated, CoronaVac® merupakan vaksin inaktivasi terhadap COVID-19 yang dapat menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko menyebabkan penyakit.
Ketika vaksin inaktivasi sudah bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh, produksi antibodi akan terstimulasi, sehingga tubuh siap memberikan respons terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2 hidup. Vaksin Sinovac mengandung ajuvan (aluminium hidroksida) yang dapat memperkuat respons sistem kekebalan.
Vaksin Sinovac dapat digunakan oleh orang yang berusia 18 hingga 59 tahun. Namun berdasarkan data dari WHO, vaksin ini lebih direkomendasikan untuk orang berusia 18 tahun ke atas. Vaksin Sinovac diberikan sebanyak dua dosis, masing-masing 0,5 mL dengan interval waktu 2 hingga 4 minggu.
Astrazeneca
Vaksin ChAdOx1-S/nCoV-19 merupakan vaksin vektor adenovirus non-replikasi untuk COVID-19. Vaksin Astrazeneca mengekspresikan gen protein paku SARS-CoV-2, yang menginstruksikan sel inang untuk memproduksi protein S-antigen yang unik untuk SARS-CoV-2.
Hal tersebut menyebabkan tubuh dapat menghasilkan respons imun dan menyimpan informasi itu di sel imun memori. Vaksi Astrazeneca direkomendasikan untuk orang yang berusia 18 tahu ke atas termasuk usia 65 tahun ke atas.
Vaksin Astrazeneca diberikan sebanyak 2 dosis yang masing-masing 0,5 mL pada interval waktu antara dosis pertama dan kedua yaitu 8-12 Minggu.
Moderna
Vaksin COVID-19 Moderna merupakan vaksin berbasis RNA duta (messenger RNA/mRNA) untuk COVID-19. Sel inang akan mendapatkan instruksi dari mRNA untuk memproduksi protein S-antigen unik SARS-CoV-2.
Hal tersebut membuat tubuh dapat menghasilkan respons kekebalan dan menyimpan informasi itu di dalam sel imun memori. Vaksin Moderna dianjurkan untuk diberikan pada orang berusia 18 tahun ke atas. Untuk orang lanjut usia direkomendasikan tanpa batas atas usia.
Vaksin Moderna diberikan sebanyak 2 dosis yang masing-masing dosisnya 0,5 mL dengan waktu interval pemberian yaitu 28 hari.
Sinopharm
SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell) merupakan vaksin inaktivasi terhadap COVID-19 yang menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa risiko menyebabkan penyakit. Apabila vaksin inaktivasi ini telah bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh, produksi antibodi terstimulasi.
Hal tersebut membuat tubuh siap memberikan respons terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2 hidup. Vaksin ini mengandung ajuvan (aluminium hidroksida). Fungsinya yaitu untuk memperkuat respons sistem kekebalan.
Vaksin Sinopharm direkomendasikan untuk orang berusia 18 tahun ke atas. Pemberian vaksinasi rutin pada anak-anak atau remaja yang berusia di bawah 18 tahun untuk saat ini belum direkomendasikan karena masih dalam proses penelitian. Dosis yang diberikan yaitu dua kali dengan interval 8-12 minggu.
Pfizer
COMIRNATY® merupakn vaksin yang berbasis RNA duta (messenger RNA/mRNA) untuk COVID-19. mRNA menginstruksikan sel untuk memproduksi protein S-antigen yang merupakan bagian dari protein paku (spike) yang unik untuk SARS-CoV-2 dalam menstimulasi respons kekebalan.
Jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia ini dapat diberikan pada orang berusia 16 tahun dan pada lansia. Dosis yang diberikan yaitu dua kali dengan interval 21-28 hari.
Novavax
Novavax merupakan jenis vaksin yang diberikan dalam dua kali dosis dengan tiap dosisnya 0,5 mL. Vaksin Novavax ini diberikan pada jeda interval 21 hari dari dosis pertama ke dosis kedua.
Sputnik V
Pemberian vaksin Sputnik V dapat menimbulkan efek samping dari tingkat yang ringan misalnya flu, demam, menggigil, nyeri sendi dan otot, badan lemas, sakit kepala, hipertermia, dan adanya reaksi lokal pada area injeksi.
Pemberian vaksin Sputnik V dilakukan dalam dua dosis. Jarak waktu pemberian dosis pertama dan kedua yaitu 21 hari.
Janssen
Pemberian vaksin Janssen direkomendasikan hanya dalam dosis tunggal. Pemberiannya vaksin tersebut yaitu 0,5 mL dalam satu dosis.
Convidencia
Pemberian vaksin Convidencia dapat menimbulkan efek samping dari ringan hingga sedang. Biasanya sering terjadi KIPI lokal seperti kemerahan, nyeri, dan pembengkakan. Sementara itu KIPI sistemik juga kerap terjadi seperti rasa lelah, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, demam, diare, dan mengantuk. Vaksin ini diberikan dalam dosis tunggal.
Zifivax
Pemberian vaksin Zifivax dapat menimbulkan efek samping yaitu rasa nyeri pada area suntikan, demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, batuk, dan lainnya. Vaksin ini diberikan dalam tiga kali dengan interval waktu 3 x 30 hari.
Itulah jenis-jenis vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.
WEBSITE || SYAF.CO.ID

