Kenali Tentang Uji Korosi Elektrokimia

|

Biasanya fenomena korosi bersifat elektrokimia dan terdiri dari dua atau lebih reaksi yang terjadi pada permukaan logam yang terkorosi. Simak informasi mengenai uji korosi elektrokimia berikut ini.

|

Home

Apa itu uji korosi elektrokimia?

Uji korosi elektrokimia merupakan pengujian untuk menilai keadaan korosi pada beton atau elemen logam. Berdasarkan teori elektrokimia, pengujian korosi elektrokimia mencirikan kerusakan korosi dan, jika memungkinkan, memperkirakan laju korosi.

Uji korosi elektrokimia digunakan untuk menentukan:

  • Laju korosi (Tafel plot)
  • Karakteristik aktif/pasif untuk sistem sampel/solusi tertentu
  • Tingkat pasif
  • Proteksi anodik dan katodik

Metode karakterisasi uji korosi elektrokimia

Electrochemical Noise (ECN)

Selama korosi lokal, ECN (kebisingan elektrokimia) dihasilkan oleh kombinasi proses stokastik (acak), misalnya pemecahan film pasif dan repassivasi. ECN adalah pengukuran arus dan/atau potensi gangguan dan analisis data dengan memanfaatkan Fast Fourier Transform (FFT).

Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS)

Spektroskopi Impedansi Elektrokimia atau EIS telah berhasil diterapkan pada studi sistem korosi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu keuntungan dari metode EIS over direct current (DC) adalah kemungkinan memanfaatkan sinyal amplitudo yang sangat kecil tanpa mengganggu sifat yang sedang diukur secara signifikan.

Linear Sweep Voltammetry (LSV)

Salah satu teknik yang paling umum digunakan untuk mengkarakterisasi fenomena korosi adalah linear sweep voltametry atau LSV. Metode ini melibatkan penyapuan potensi elektroda kerja dan kemudian mengukur respons arus. Informasi berharga dapat ditemukan tentang laju korosi, mekanisme korosi, dan kerentanan bahan tertentu terhadap korosi di berbagai lingkungan dengan menggunakan LSV.

Jenis-jenis Korosi

Korosi yang diinduksi secara mikrobiologis (MIC)

Microbiologically Induced Corrosion (MIC) mengacu pada korosi yang disebabkan oleh organisme biologis atau mikroba. Mikroba ini dikategorikan berdasarkan karakteristik umum seperti senyawa yang mereka pengaruhi (pengoksidasi belerang) atau produk sampingannya (penghasil lumpur).

Mikroba tersebut dikategorikan berdasarkan kebutuhan oksigen mereka. Kategori tersebut yaitu aerobik (membutuhkan oksigen) seperti bakteri pengoksidasi belerang dan anaerobik (membutuhkan sedikit atau tidak ada oksigen) seperti bakteri pereduksi sulfat.

Korosi celah

Korosi celah adalah bentuk korosi lokal yang terjadi dengan adanya larutan stagnan di celah kecil (mikro). Perubahan kimia lokal di celah-celah (area terlindung) seperti yang terbentuk di bawah bahan insulasi, gasket, pelapis lepas, ulir, kepala pengikat, endapan permukaan, ring, sambungan lap dan klem dapat menyebabkan korosi celah.

Korosi galvanik

Korosi galvanik mengacu pada kerusakan korosi yang terjadi ketika dua bahan yang berbeda digabungkan dalam elektrolit korosif. Hal itu terjadi misalnya ketika dua atau lebih logam yang berbeda dibawa ke dalam kontak listrik di bawah air.

Ketika kopel galvanik terbentuk, salah satu logam dalam kopel tersebut menjadi katoda dan terkorosi lebih lambat daripada hanya satu logam. Sementara yang lain menjadi anoda dan terkorosi lebih cepat. Saat berada di air laut, salah satu logam dalam pasangan dapat menimbulkan korosi.

Korosi seragam

Korosi yang seragam mengakibatkan hilangnya material sampai terjadi kegagalan. Hal tersebut ditandai dengan adanya serangan korosif yang berlangsung secara merata di seluruh area permukaan, atau sebagian besar area logam yang diserang. Ini adalah bentuk korosi yang paling luas terlihat.

Korosi lubang

Korosi pitting atau lubang adalah bentuk korosi lokal dimana lubang pin atau lubang dibuat dalam material. Pitting terlihat lebih berbahaya daripada kerusakan korosi seragam karena lebih sulit untuk diprediksi dan oleh karena itu disain.

Produk korosi sering menutupi lubang, yang sering membuat deteksi menjadi sangat sulit. Lubang kecil yang sempit dengan kehilangan logam keseluruhan yang minimal dapat mengakibatkan kegagalan sistem rekayasa secara keseluruhan.

Itulah informasi mengenai uji korosi elektrokimia. Semoga informasi yang kami sajikan bisa bermanfaat untuk Anda. Syaf Unica Indonesia menjual instrument untuk analisis elektrokimia yang bisa digunakan pada berbagai aplikasi. Info selengkapnya bisa Anda lihat di katalog produk website kami.

 

WEBSITE || SYAF.CO.ID

Tinggalkan Balasan

Butuh bantuan? Silahkan Hubungi