Pasien yang mengalami aritmia perlu diberikan rangsangan agar detak jantung kembali normal. Rangsangan tersebut diberikan menggunakan alat pacu jantung atau defibrilator. Berikut ini adalah informasi mengenai defibrilator, alat pacu jantung.

https://www.aedsuperstore.com/
Apa itu defibrilator?
Defibrilator atau biasa disebut dengan alat pacu jantung merupakan alat yang digunakan untuk mengatasi aritmia atau gangguan irama jantung yang mengancam nyawa pasien. Penggunaan alat ini yaitu dengan menempelkannya pada area dada atau perut pasien. Alat ini membantu mengontrol ritme jantung pasien yang tidak normal.
Fungsi Defibrilator
Defibrilator bekerja dengan memberikan kejutan listrik ke jantung sebagai perangsang agar detak jantung dan otot jantung kembali berfungsi dengan normal. Defibrilator berfungsi untuk pasien yang mengalami aritmia dengan kondisi irama jantung yang berdetak terlalu cepat, lambat, atau ritme tak biasa.
Kondisi seseorang yang mengalami detak jantung terlalu cepat disebut dengan takikardia. Sedangkan apabila detak jantung terlalu lambat disebut dengan bradikardia. Selain kedua kondisi tersebut, defibrilator digunakan pada pasien jantung yang berfungsi tidak normal.
Kondisi jantung yang tidak normal menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan normal. Kondisi tersebut menyebabkan volume darah yang dipompa keluar tidak sesuai untuk kebutuhan organ tubuh yang lain.
Gejala yang ditimbulkan dari berbagai kondisi tersebut yaitu sesak napas, kelelahan, bahkan pingsan. Selain itu, apabila aritmia sudah parah akan menjadi penyebab kerusakan organ vital yang berujung pada kematian.
Pasien-pasien tersebut membutuhkan defibrilator untuk mengurangi gejala aritmia sehingga mereka dapat berkegiatan dengan aktif.
Jenis-jenis defibrilator
Defibrillator ini terbagi menjadi beberapa jenis tipe yaitu:
Manual external defibrillator
Penggunaan defibrilator ini memerlukan tenaga profesional. Biasanya manual external defibrilator digunakan bersama dengan electrocardiogram yang built-in atau terpisah. Tenaga kesehatan akan memeriksa ritme jantung pasien untuk menentukan voltage dan timing secara manual.
Automated external defibrillator (AED)
Alat ini dapat digunakan oleh tenaga kesehatan yang belum profesional karena memiliki teknologi untuk menganalisa ritme jantung sehingga tidak perlu bantuan petugas yang sudah terlatih secara profesional.
Implantable cardioverter-defibrillator
Alat ini dikenal juga dengan nama AICD (automatic internal cardiac defibrillator). Defibrilator ini seperti pacemaker dan dapat menjalankan fungsi pacemaker. Alat ini secara otomatis selalu mengecek ritme jantung dan memberikan kejut pada berbagai tipe aritmia yang membahayakan jiwa.
Wearable cardioverter defibrillator
Alat ini merupakan defibrilator eksternal yang portabel dan dapat mengawasi pasien dalam 24 jam serta memberikan kejut biphasic secara otomatis apabila terdeteksi adanya ventricular fibrillation (VF) atau non-perfusing ventricular tachycardia (VT) pada jantung.
Internal defibrillator
Internal defibrilator yaitu sepasang elektroda yang berfungsi untuk memberikan kejut pada jantung saat atau setelah operasi.
Itulah informasi mengenai defibrilator, alat pacu jantung. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Anda.
Apabila Anda membutuhkan berbagai macam alat kesehatan, Anda bisa mengunjungi website kami di syaf.co.id untuk melakukan pemesanan atau melalui berbagai platform belanja online.

